Berita  

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Guncang Perairan Sandakan, Sabah, Gegaran Terasa hingga Tawau dan Lahad Datu

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Guncang Perairan Sandakan, Sabah, Gegaran Terasa hingga Tawau dan Lahad Datu
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Guncang Perairan Sandakan, Sabah, Gegaran Terasa hingga Tawau dan Lahad Datu

Sorothari – 07 Oktober 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang perairan Sandakan, Sabah, pada Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 21.11 waktu setempat. Badan Meteorologi Malaysia (METMalaysia) melaporkan bahwa pusat gempa berada di koordinat 4,9 derajat Lintang Utara dan 118,7 derajat Bujur Timur, tepatnya sekitar 48 kilometer di timur Lahad Datu, dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer.

Gegaran akibat gempa bumi ini dirasakan di sejumlah wilayah Pantai Timur Sabah, termasuk di Tawau dan Lahad Datu. Para pengguna media sosial di kedua kota tersebut melaporkan merasakan getaran yang cukup jelas, meskipun belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa. Di Lahad Datu, beberapa warga bahkan sempat keluar dari gedung sebagai langkah antisipasi.

Baca juga:
Pesawat AS Tembak Kapal Tanker yang Coba Terobos Blokade Selat Hormuz

METMalaysia mengimbau masyarakat yang merasakan guncangan untuk mengisi borang survei secara daring melalui tautan resmi yang disediakan. Data ini akan membantu pihak berwenang dalam memetakan sebaran dampak gempa bumi dan menyusun respons yang tepat. Hingga berita ini diturunkan, status waspada belum dinaikkan, dan aktivitas seismik di sekitar episenter terus dipantau.

Wilayah Sabah sendiri dikenal sebagai daerah yang relatif aktif secara seismik karena berada di dekat jalur pertemuan lempeng tektonik. Gempa bumi dengan magnitudo serupa pernah terjadi di masa lalu dan umumnya tidak menimbulkan kerusakan berarti, tetapi tetap menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu siap siaga terhadap bencana alam.

Baca juga:
Teka-teki Hilangnya Kepala SPPG di Blora: Pamit Salat, Lalu Tak Bisa Dihubungi, Dapur MBG Kini Mandek

Dalam kesempatan terpisah, sejumlah ahli mengingatkan pentingnya mitigasi risiko gempa bumi, seperti memastikan struktur bangunan tahan gempa, mengenali jalur evakuasi, serta menyediakan perlengkapan darurat. Langkah-langkah ini dinilai krusial untuk mengurangi potensi bahaya, terutama di daerah yang sering mengalami guncangan.

Belum ada laporan lebih lanjut mengenai gempa susulan. METMalaysia menyatakan akan terus memperbarui informasi apabila terjadi perubahan signifikan pada kondisi seismik di kawasan tersebut.

Baca juga:
Layanan Paspor Indonesia Makin Cepat, Imigrasi Bekasi Selesai dalam 30 Menit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *