Berita  

MRT Jakarta Fase 2A Temukan Lebih dari 4.000 Artefak Bersejarah

MRT Jakarta Fase 2A Temukan Lebih dari 4.000 Artefak Bersejarah
MRT Jakarta Fase 2A Temukan Lebih dari 4.000 Artefak Bersejarah

Sorothari – 16 Oktober 2026 | Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A yang membentang dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Kota tidak hanya menjadi proyek infrastruktur transportasi, tetapi juga membuka jendela sejarah. Tim ahli arkeologi menemukan lebih dari 4.000 artefak dan struktur bersejarah yang selama ini terkubur di bawah permukaan tanah Jakarta. Temuan tersebut terdiri dari berbagai benda, mulai dari saluran air berbahan terakota, cerucuk, hingga keramik asing dari Jepang, China, Vietnam, Thailand, dan Kamboja. Penemuan ini memberikan gambaran tentang kehidupan masa lalu dan jaringan perdagangan Nusantara dengan wilayah Asia sejak berabad-abad silam.

Junus Satria Atmodjo, Tim Ahli Arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A sekaligus Anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional, mengungkapkan bahwa jumlah temuan terus bertambah seiring berjalannya konstruksi. “Karena kan tiap hari nambah. Setiap kali kita mengangkat cerucuk baru, papan baru dari kanal, itu kan datanya selalu bertambah. Jadi yang terakhir saya tidak tahu, tapi kalau ngomong di atas 4.000-an, ya pasti lebih,” ujarnya. Temuan-temuan tersebut kemudian melalui proses kurasi sebelum dapat dipamerkan kepada masyarakat.

Baca juga:
Sorotan Berita Global: Narasi Hope dari Panggung Hiburan, Keadilan, hingga Pemulihan Sosial

PT MRT Jakarta (Perseroda) secara resmi menyerahkan sebagian temuan arkeologi tersebut kepada Dinas Kebudayaan DKI Jakarta pada Kamis, 15 Oktober 2026. Penyerahan ini merupakan bagian dari upaya menjaga warisan sejarah Ibu Kota. Indra Gunawan, Project Management for Construction 2 PT MRT Jakarta, menyebutkan bahwa temuan besar berupa saluran air terakota membentang dari Pintu Besar Selatan hingga area Stasiun Jakarta Kota. “Temuan besarnya salah satunya adalah saluran air terakota ya, dari mulai Pintu Besar Selatan sampai ke ujungnya di sini kurang lebih ke area Stasiun Jakarta Kota,” kata Indra. Ia menambahkan bahwa pendataan artefak dilakukan melalui pemindaian 3D dan fotogrametri bersama tim ahli arkeologi.

Retno Setiowati, Sekretaris Dinas Kebudayaan Jakarta, menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan tenaga ahli untuk memastikan benda-benda bersejarah dapat diteliti dan dilestarikan dengan baik. “Harus diteliti dan dimanfaatkan sebaik-baiknya karena memang cagar-cagar budaya ini adalah identitas bangsa,” ujarnya. Menurut Junus, kolaborasi antara MRT Jakarta, Dinas Kebudayaan, dan tim arkeologi menjadi kunci dalam menyelamatkan temuan sejarah. Ia menekankan bahwa sumber daya budaya tidak dapat diperbarui sehingga kerusakan dapat menyebabkan hilangnya data penting. “Karena kalau kita bicara tentang resources ya, cultural resources ini kan tidak bisa diperbaharui. Sekali rusak ya rusak, dan datanya hilang. Dengan proyek yang sangat besar, kita bisa bekerjasama dan memanfaatkan data itu untuk kepentingan generasi ke depan,” jelasnya.

Artefak-artefak yang ditemukan tidak hanya menjadi koleksi, tetapi juga sumber informasi untuk merekonstruksi hubungan antarmasyarakat pada masa lampau. Sekitar 200 benda di antaranya bahkan pernah dibawa untuk dipamerkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang. Analisis dan perbandingan antarbenda membantu peneliti menelusuri jalur perdagangan laut yang menghubungkan berbagai kawasan Asia. Ke depan, galeri yang direncanakan berada di Stasiun Jakarta Kota akan menjadi tempat untuk menampilkan temuan bersejarah tersebut, terhubung dengan stasiun kereta rel listrik.

Baca juga:
Ragam Dinamika dan Fenomena Langit yang Warnai Awal September 2026

Di sisi lain, proyek MRT Jakarta Fase 2A tetap berlanjut meskipun ditemukan banyak benda bersejarah. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menyeimbangkan pembangunan infrastruktur modern dengan pelestarian warisan budaya. Temuan ini juga menjadi pengingat bagi Pemerintah Provinsi Jakarta untuk terus menggali potensi sejarah di lokasi lain yang diduga menyimpan artefak. Dengan kolaborasi yang baik, pembangunan MRT Jakarta tidak hanya meningkatkan mobilitas warga, tetapi juga memperkaya pemahaman tentang sejarah kota.

Selain penemuan artefak, MRT Jakarta juga menjalin kerja sama dengan AXA Mandiri Financial Services untuk menyediakan perlindungan kecelakaan bagi pengguna transportasi publik. Pelanggan MRT Jakarta yang berlangganan paket Maxride Unlimited dapat memperoleh perlindungan dari produk Asuransi Mandiri Life Protection. Uke Giri Utama, Direktur AXA Mandiri, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan cara perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap produk perlindungan asuransi. “Kolaborasi memberikan peluang AXA Mandiri untuk memperluas akses perlindungan kepada lebih banyak masyarakat Indonesia,” ujarnya. Integrasi layanan asuransi dengan transportasi publik diharapkan dapat memperkenalkan manfaat perlindungan kepada masyarakat yang sebelumnya belum memiliki asuransi.

Sementara itu, isu lingkungan juga menjadi perhatian di Jakarta. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan menggelar Festival Perahu Cinta Lingkungan (CiLung Fest) 2026 di Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, pada Minggu (18/10) mendatang. Festival ini menampilkan parade 43 perahu berbahan botol plastik bekas karya Pasukan Orange. Kegiatan tersebut juga digelar untuk memperingati Hari Sungai Sedunia sekaligus menyongsong lima abad Jakarta. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Bun Joi Phiau, mengapresiasi penyelenggaraan festival ini dan mendorong DLH DKI untuk mengukur dampaknya terhadap perilaku masyarakat, termasuk peningkatan pemilahan sampah dan pengurangan plastik sekali pakai.

Baca juga:
Gebrakan Lima Hari, Kepala BGN Sudaryono Pecat 261 Pegawai karena Dugaan Pelanggaran

Dengan berbagai perkembangan tersebut, MRT Jakarta tidak hanya berperan sebagai moda transportasi, tetapi juga menjadi katalis dalam pelestarian budaya, perluasan perlindungan sosial, dan peningkatan kesadaran lingkungan. Temuan artefak yang terus bertambah akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang, sementara inisiatif lain menunjukkan sinergi antara pembangunan dan kepedulian terhadap aspek sosial dan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *