Berita  

Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur: Refleksi Sejarah dan Aksi Nyata untuk Masa Depan

Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur: Refleksi Sejarah dan Aksi Nyata untuk Masa Depan
Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur: Refleksi Sejarah dan Aksi Nyata untuk Masa Depan

Sorothari – 16 Oktober 2026 | Provinsi Jawa Timur kembali memperingati hari jadinya yang ke-81 pada 12 Oktober 2026. Peringatan tahunan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang pemerintahan daerah sekaligus menghadirkan program nyata bagi masyarakat, seperti penyediaan lapangan kerja melalui job fair inklusif.

Penetapan 12 Oktober sebagai hari jadi provinsi jawa timur memiliki landasan historis yang kuat. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007, tanggal tersebut merujuk pada momen bersejarah ketika roda pemerintahan provinsi mulai berjalan secara efektif. Pada 12 Oktober 1945, Gubernur pertama Jawa Timur, R.M.T. Soerjo atau yang dikenal dengan Gubernur Suryo, secara resmi memindahkan pusat pemerintahan dari Bojonegoro ke Surabaya. Langkah ini diambil di tengah situasi politik dan keamanan yang genting, hanya beberapa minggu sebelum pecahnya pertempuran heroik 10 November 1945. Keputusan tersebut menjadi tonggak dimulainya administrasi pemerintahan daerah di Jawa Timur pasca-proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Baca juga:
Ratu Suthida Cetak Sejarah: Wanita Pertama Thailand Terbangkan Jet Tempur Gripen Solo

Sejarah panjang Jawa Timur sendiri telah dimulai jauh sebelum era kemerdekaan. Jejak awal pemerintahan di wilayah ini terekam dalam Prasasti Dinoyo dari tahun 781 Masehi. Memasuki abad ke-10, Jawa Timur berkembang menjadi pusat kekuasaan berbagai kerajaan yang meletakkan dasar struktur pemerintahan dan kewilayahan. Struktur tersebut meliputi pusat kerajaan (kraton), nagara (provinsi), watek (kabupaten), hingga wanua (desa). Pada masa Mataram Islam, wilayah ini dikenal dengan sebutan Bang Wetan. Memasuki era kolonial, pemerintah Hindia Belanda membentuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 1929 sebagai bagian dari intensifikasi administrasi.

Kini, di usianya yang ke-81, Provinsi Jawa Timur mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”. Tema ini tercermin dalam berbagai kegiatan yang digelar, mulai dari upacara peringatan hingga program-program pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat. Upacara peringatan hari jadi provinsi jawa timur ke-81 digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (12/10/2026). Acara tersebut dimeriahkan dengan tari kolosal, penampilan marching band, atraksi delapan paramotor, serta penganugerahan tanda kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada 17 tokoh. Sementara itu, apel peringatan serupa juga digelar di Lamongan, di mana Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya, usia 81 tahun dimaknai sebagai perjalanan panjang yang dibangun melalui perjuangan, kerja keras, dan pengabdian lintas generasi. Capaian pembangunan yang telah diraih menjadi pijakan untuk meningkatkan daya saing, mendorong inovasi, serta memperkuat transformasi di berbagai sektor.

Baca juga:
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Disorot saat Karhutla, Wamendagri Buka Suara soal Izin

Semangat “Unggul, Maju Berkelanjutan” tidak hanya berhenti pada seremoni. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar Job Fair Inklusif Jawa Timur 2026 pada 29-30 Oktober 2026 di Convention Hall Grand City Surabaya. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan hari jadi provinsi jawa timur yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Mengusung tema “Your Skill Your Opportunities Your Brighter Future”, job fair ini melibatkan lebih dari 50 perusahaan dan menyediakan sekitar 300 lowongan kerja. Kesempatan yang ditawarkan mencakup penempatan kerja di dalam negeri maupun luar negeri, serta program magang. Yang membedakan, job fair ini bersifat inklusif, membuka peluang seluas-luasnya bagi seluruh pencari kerja, termasuk penyandang disabilitas. Informasi mengenai kegiatan ini disebarluaskan melalui akun Instagram resmi Disnakertrans Jawa Timur @naker_jatim.

Job Fair Inklusif ini menjadi wadah bagi para pencari kerja untuk mendapatkan informasi mengenai peluang karier dari berbagai perusahaan. Dengan adanya kesempatan yang mencakup beragam latar belakang, masyarakat diharapkan dapat menemukan posisi yang sesuai dengan keterampilan dan kompetensi masing-masing. Program ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan, sejalan dengan tema besar peringatan hari jadi tahun ini.

Baca juga:
Berburu Harta Karun: Dari Artefak Kuno Hingga Stempel Wisata

Perjalanan 81 tahun Provinsi Jawa Timur adalah kisah tentang ketangguhan, inovasi, dan pelayanan. Dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan di era Gubernur Suryo hingga upaya menciptakan lapangan kerja inklusif di era modern, semangat untuk terus maju tidak pernah padam. Peringatan hari jadi provinsi jawa timur tahun ini menjadi pengingat bahwa setiap capaian adalah hasil kerja keras lintas generasi, dan masa depan yang lebih cerah terus diupayakan melalui berbagai program pembangunan yang berpihak pada seluruh lapisan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *