Sorothari – 09 Oktober 2026 | Petenis Serbia Novak Djokovic akan memulai perjuangannya di ajang Rolex Shanghai Masters 2026 dengan menghadapi Hubert Hurkacz di babak kedua. Pertandingan tersebut akan berlangsung setelah juara bertahan China Open itu mendapat bye pada putaran pertama sebagai unggulan ke-10.
Djokovic baru saja menambah koleksi gelarnya setelah memenangkan China Open di Beijing pada Selasa (6/10/2026) lalu. Kemenangan tersebut menjadi gelar ke-102 sepanjang karier legendarisnya setelah lawannya, Alex de Minaur, mundur karena cedera pada partai final. Keberhasilan di Beijing memperpanjang catatan impresif Djokovic sebagai pemegang rekor gelar terbanyak di turnamen tersebut, yakni tujuh kali juara.
Baca juga:Di Shanghai, Djokovic mengaku sangat menikmati atmosfer turnamen dan dukungan penggemar di China. Dalam konferensi pers pada Kamis (8/10/2026), ia memuji antusiasme penonton yang memadati stadion. “Saya senang bermain di China. Dukungan penggemar luar biasa,” ujar pemilik 24 gelar Grand Slam tersebut. Ia juga menyebut Shanghai Masters sebagai salah satu turnamen level 1000 terbaik di ATP Tour yang terus ditingkatkan kualitasnya setiap tahun.
Dukungan Djokovic untuk Jannik Sinner
Di tengah persiapannya di Shanghai, Djokovic juga menyempatkan diri memberikan dukungan moral kepada petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner. Petenis asal Italia itu mengumumkan akan mengakhiri musim 2026 lebih awal karena cedera lutut kanan yang dideritanya. Sinner terakhir kali bertanding pada final Wimbledon Juli lalu, di mana ia berhasil mempertahankan gelarnya setelah mengalahkan Alexander Zverev.
Djokovic mengaku belum berbicara langsung dengan Sinner, namun berencana menghubunginya dalam waktu dekat. “Saya baru melihat beritanya dua hari lalu. Saya akan menghubunginya untuk menanyakan keadaannya,” kata Djokovic. Ia menambahkan bahwa keputusan Sinner untuk beristirahat panjang adalah langkah yang cerdas. “Dia adalah pemain terbaik di dunia dan kekuatan dominan beberapa tahun terakhir. Tenis merindukannya, tapi dia harus berpikir jangka panjang. Itu penting untuk memperpanjang karier,” jelasnya.
Djokovic sendiri pernah mengalami cedera serius pada siku kanan yang memaksanya menjalani operasi dan absen di paruh kedua musim 2017. Pengalaman itu membuatnya memahami betul tantangan fisik dan mental yang harus dihadapi Sinner. “Saya tahu betapa sulitnya melakukan comeback setelah cedera panjang. Fisik bisa pulih, tapi mental juga diuji. Kamu akan berpikir, ‘Apakah aku benar-benar pulih dan bisa bergerak bebas?'” ungkap Djokovic.
Baca juga:Absennya Sinner hingga akhir tahun membuatnya dipastikan kehilangan posisi nomor satu dunia. Ia juga tidak akan tampil di Shanghai Masters, Paris Masters, ATP Finals, dan Davis Cup Final 8. Alexander Zverev, yang musim ini sukses menjuarai Prancis Terbuka dan AS Terbuka, diprediksi akan menggantikan Sinner sebagai pemuncak ranking ATP.
Kontroversi Video Review di China Open
Selain prestasi dan dukungannya, Djokovic juga menjadi sorotan karena keterlibatannya dalam kontroversi aturan video review saat menghadapi Zverev di perempat final China Open. Dalam pertandingan tersebut, Djokovic mengembalikan servis keras Zverev, lalu pukulan berikutnya dari Zverev keluar dari garis. Zverev kemudian meminta video review untuk memeriksa apakah papan iklan LED di pinggir lapangan bergerak selama poin berlangsung. Setelah terbukti bergerak, wasit memutuskan untuk mengulang poin tersebut.
Djokovic keberatan karena Zverev baru mengajukan protes setelah poin selesai. “Kamu kehilangan poin karena forehand-mu keluar, lalu kamu protes,” kata Djokovic kepada Zverev saat itu. Zverev beralasan bahwa ia tidak yakin apakah bisa melakukan challenge sehingga bertanya kepada wasit terlebih dahulu. Djokovic kemudian menyebut aturan tersebut sebagai “salah satu perubahan aturan paling bodoh yang pernah saya dengar.”
Mantan petenis nomor satu dunia, Andy Roddick, angkat bicara mengenai insiden tersebut. Roddick menilai bahwa kedua pemain memiliki argumen yang valid, namun wasit Adel Nour dinilai tidak tegas dalam mengambil keputusan. “Menurut saya, keduanya punya poin yang adil. Namun wasit seharusnya bisa mengelola situasi lebih baik,” ujar Roddick dalam analisisnya.
Baca juga:Terlepas dari kontroversi, Djokovic tetap fokus menghadapi tantangan di Shanghai Masters. Ia akan berhadapan dengan Hubert Hurkacz yang lolos setelah mengalahkan James Duckworth dengan skor 6-3, 7-6 (4) dan mencatatkan 19 ace dalam pertandingan tersebut. Sementara itu, petenis unggulan lainnya seperti Alexander Zverev dan Carlos Alcaraz juga mendapat bye di babak pertama dan akan mulai bertanding pada akhir pekan.












