Fenerbahce Vs Liverpool: Gol Dramatis Vedat Muriqi Akhiri Rekor Sempurna The Reds

Fenerbahce Vs Liverpool: Gol Dramatis Vedat Muriqi Akhiri Rekor Sempurna The Reds
Fenerbahce Vs Liverpool: Gol Dramatis Vedat Muriqi Akhiri Rekor Sempurna The Reds

Sorothari – 05 November 2026 | Pertandingan Fenerbahçe vs Liverpool pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/2027 di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB, berakhir dramatis. Liverpool harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-3 setelah Vedat Muriqi mencetak gol kemenangan pada menit ke-79. Kekalahan ini sekaligus menghentikan catatan sempurna The Reds yang sebelumnya menyapu bersih tiga pertandingan pertama di fase liga.

Liverpool sebenarnya dua kali memimpin melalui gol Trey Nyoni pada menit ke-25 dan Alexander Isak pada menit ke-69. Namun, Fenerbahce mampu membalas melalui Mason Greenwood (29′), Archie Brown (73′), dan Vedat Muriqi (79′). Hasil ini membuat Liverpool yang dilatih Andoni Iraola tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin. Sementara Fenerbahce naik ke posisi ke-19 dengan lima poin, sekaligus meraih kemenangan pertama mereka di fase utama Liga Champions sejak 2008.

Baca juga:
Isaiah Stewart Cetak 24 Poin, Grizzlies Hantam Kings dan Jaga Rekor Sempurna 6-0

Jalannya pertandingan diwarnai hujan yang mengguyur Istanbul. Liverpool membuka keunggulan saat laga memasuki menit ke-25. Gelandang muda Trey Nyoni melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang mengenai pemain belakang Fenerbahce sebelum bola masuk ke gawang yang dijaga Ederson. Keunggulan tim tamu hanya bertahan empat menit. Tendangan bebas Mason Greenwood berbelok arah setelah mengenai pemain Liverpool, Jacquet, dan mengecoh Alisson Becker. Sebelumnya, Irfan Kahveci sempat menghantam mistar gawang Liverpool, dan Fenerbahce menuntut penalti atas jatuhnya Greenwood di kotak penalti, namun wasit Clement Turpin tidak menunjuk titik putih. Pelatih interim Fenerbahce, Dirk Kuyt, yang melakukan protes, mendapat kartu kuning.

Selepas jeda, kedua tim terus bertukar serangan. Virgil van Dijk melihat sundulannya ditepis Ederson. Andoni Iraola kemudian memasukkan Cody Gakpo, Alexander Isak, dan Florian Wirtz. Keputusan itu berbuah manis pada menit ke-69 ketika umpan Gakpo dari sisi kiri disundul Isak dari jarak dekat untuk membawa Liverpool kembali unggul 2-1. Namun, kegembiraan The Reds hanya bertahan empat menit. Umpan silang melengkung mencapai Archie Brown, yang kemudian menembak bola ke gawang kosong di tiang jauh. Skor berubah 2-2. Fenerbahce semakin bersemangat. Vedat Muriqi melompat tinggi menyambut umpan Brown dan menyundul bola ke sudut kiri gawang Alisson Becker pada menit ke-79. Gol itu berawal dari situasi lemparan ke dalam jarak jauh, dan menjadi pukulan telak bagi Liverpool yang baru saja kalah 0-1 dari Arsenal di Liga Primer.

Baca juga:
El Clasico Memanas: Barcelona Pertaruhkan Rekor Sempurna, Real Madrid Kejar Selisih Poin

Manajer Liverpool, Andoni Iraola, menilai kelemahan dalam mengantisipasi bola mati menjadi penyebab utama kekalahan timnya. Ketiga gol Fenerbahce memang berawal dari situasi bola mati: tendangan bebas, sepak pojok, dan lemparan ke dalam jarak jauh. “Kami tahu kekuatan mereka dari bola mati, tetapi kami tidak mampu mengatasinya,” ujar Iraola seperti dilaporkan. Sementara itu, Dirk Kuyt, yang mengambil alih kursi pelatih sementara setelah pengunduran diri Ismail Kartal, membuat kejutan dengan mengalahkan mantan klubnya. Kuyt sempat menyaksikan timnya tertinggal 0-1 dan 1-2, tetapi kebangkitan mereka memastikan tiga poin penting.

Di kubu Liverpool, Virgil van Dijk tampil sebagai starter di jantung pertahanan, sementara Cody Gakpo duduk di bangku cadangan. Ryan Gravenberch absen karena cedera. Di sisi tuan rumah, N’Golo Kanté, Archie Brown, Romelu Lukaku, dan Mason Greenwood tampil sejak awal. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Fenerbahce untuk bangkit setelah serangkaian hasil kurang memuaskan, termasuk kekalahan 1-2 dari Goztepe dan 2-1 dari Galatasaray di liga domestik. Bagi Liverpool, kekalahan ini menjadi pukulan setelah sebelumnya mencatat hasil imbang 1-1 melawan Chelsea di Liga Primer (menang adu penalti 6-5).

Baca juga:
Raptors Jaga Rekor Sempurna, Barnes Pimpin Toronto Melewati Wizards 112-102

Dengan hasil ini, persaingan di fase liga Liga Champions semakin ketat. Liverpool masih memiliki peluang untuk bangkit pada pertandingan berikutnya, sementara Fenerbahce berharap dapat mempertahankan momentum. Klasemen sementara menunjukkan Liverpool di posisi kesembilan dengan sembilan poin, sedangkan Fenerbahce di posisi ke-19 dengan lima poin. Pertandingan Fenerbahçe vs Liverpool menjadi pengingat bahwa di Liga Champions, tidak ada tim yang bisa dianggap remeh, terutama ketika bermain di kandang lawan yang atmosfernya panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *