Sorothari – 05 November 2026 | Laga Liverpool vs Fenerbahce di Sukru Saracoglu Stadium, Istanbul, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB, berakhir dramatis. Tuan rumah Fenerbahce menang 3-2 atas Liverpool dalam lanjutan fase liga Liga Champions 2026/2027. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Fenerbahce di Liga Champions setelah lebih dari 18 tahun, sekaligus menghentikan catatan sempurna Liverpool di kompetisi Eropa musim ini.
Kekalahan tersebut membuat Liverpool untuk pertama kalinya sejak Agustus menjalani dua pertandingan beruntun tanpa kemenangan. Sebelumnya, tim asuhan Andoni Iraola itu kalah 0-1 dari Arsenal di Premier League. Meski demikian, The Reds masih berada di posisi kelima klasemen fase liga dengan sembilan poin, sementara Fenerbahce merayakan tiga angka pertamanya.
Baca juga:Jalannya Pertandingan
Liverpool sebenarnya tampil dominan sejak awal. Trey Nyoni membawa tim tamu unggul pada menit ke-25 lewat tendangan voli yang menjadi gol pertamanya untuk klub. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Empat menit kemudian, tendangan bebas Mason Greenwood membentur Jeremy Jacquet di pagar betis dan berbelok masuk ke gawang Alisson Becker.
Di babak kedua, Iraola memasukkan Florian Wirtz dan Alexander Isak untuk menambah daya gedor. Pergantian itu berbuah pada menit ke-69. Isak menyundul umpan silang Cody Gakpo dengan sentuhan pertamanya, membawa Liverpool kembali memimpin 2-1.
Sayang, keunggulan itu kembali sirna hanya empat menit berselang. Kesalahan Gakpo dalam skema sepak pojok membuat Archie Brown mencetak gol dari jarak dekat. Pada menit ke-79, Vedat Muriqi menyundul umpan silang Brown dan memastikan kemenangan Fenerbahce. Tiga gol tuan rumah lahir dari kesalahan bertahan Liverpool dalam situasi bola mati dan bola-bola tinggi.
Statistik menunjukkan Fenerbahce menguasai bola 68 persen, melepaskan 22 tembakan, dan mendapatkan 12 sepak pojok. Meski kalah dalam penguasaan bola, Liverpool tetap berbahaya lewat serangan balik dan situasi bola mati.
Laga Emosional untuk Dirk Kuyt
Duel Liverpool vs Fenerbahce memiliki makna khusus bagi pelatih interim Fenerbahce, Dirk Kuyt. Pria asal Belanda itu merupakan mantan pemain Liverpool pada 2006 hingga 2012. Ia mencatatkan 285 penampilan dengan sumbangan 71 gol dan 40 assist, serta turut mengantar The Reds menjadi runner-up Liga Champions 2006/2007.
Kuyt baru diangkat sebagai pelatih interim pada 28 Oktober 2026, setelah Ismail Kartal mengundurkan diri menyusul kekalahan 1-2 dari Galatasaray. Sebelumnya, ia menjabat sebagai asisten pelatih. Fenerbahce sempat kembali kalah 1-2 dari Goztepe pada akhir pekan lalu, sebelum akhirnya bangkit melawan Liverpool.
Baca juga:“Salah satu hal yang saya pelajari di sana adalah jangan pernah menyerah. Tak seorang pun percaya itu bisa terjadi. Yang kami coba lakukan hari ini adalah bersama-sama mengembalikan energi ke tim,” kata Kuyt seusai laga, seperti dilaporkan media Turki.
Media Turki pun ramai-ramai menyoroti kemenangan bersejarah ini. Fanatik menulis bahwa Fenerbahce kembali meraih kemenangan di Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya setelah lebih dari 18 tahun dan 7 bulan. Haber Global menyebut kebangkitan spektakuler itu justru terjadi melawan klub tempat Kuyt menjadi legenda. Sementara Fotomac menilai ada kepercayaan terhadap Kuyt meski belum ada keputusan resmi soal masa depannya.
Kegembiraan juga dirasakan para pemain. Mason Greenwood mengaku yakin timnya akan menang meski sempat tertinggal. “Bahkan ketika kami tertinggal, saya merasa kami akan menang. Saya mengucapkan selamat kepada Kuyt, staf pelatih, para pemain, dan para suporter,” ujarnya.
Peringatan Gakpo Sebelum Laga
Jelang pertandingan, Cody Gakpo sempat memperingatkan rekan setimnya soal atmosfer mencekam di markas Fenerbahce. Penyerang asal Belanda itu menilai dukungan publik tuan rumah yang fanatik bisa menjadi faktor pembeda.
“Atmosfernya sangat luar biasa, tetapi juga bisa sangat intimidatif. Saya rasa musim lalu kami juga memainkan dua pertandingan di Turki dan atmosfernya benar-benar luar biasa. Ada pemain yang menyukai suasana seperti itu, dan saya termasuk salah satunya,” ujar Gakpo di laman resmi Liverpool.
Peringatan itu terbukti. Tekanan suporter tuan rumah tampaknya ikut memengaruhi kelengahan lini pertahanan Liverpool, terutama dalam mengantisipasi bola mati dan umpan silang. Kapten Virgil van Dijk sebenarnya beberapa kali memenangi duel udara melawan Romelu Lukaku dan memaksa Ederson melakukan penyelamatan, tetapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan The Reds.
Baca juga:Dampak bagi Kedua Tim
Bagi Liverpool, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Tim asuhan Andoni Iraola sebelumnya menyapu tiga kemenangan dari tiga laga awal fase liga. Kini mereka harus segera berbenah sebelum menghadapi jadwal padat berikutnya. Masalah konsistensi di lini belakang, khususnya saat menghadapi situasi bola mati, menjadi sorotan utama.
Sementara itu, Fenerbahce mendapat suntikan moral besar. Sebelum laga, mereka belum meraih kemenangan di fase liga. Fenerbahce bermain imbang 1-1 melawan Roma dan 2-2 kontra Slavia Praha, sedangkan Aston Villa menghancurkan mereka 6-0. Di Liga Super Turki, klub itu juga berada di peringkat keenam, posisi yang mengecewakan.
Kemenangan atas Liverpool menjadi modal berharga bagi Fenerbahce untuk bangkit. Emre Belozoglu telah ditunjuk untuk membawa klub kembali ke jalur yang benar, tetapi ia belum berada di pinggir lapangan saat laga melawan Liverpool. Ada kemungkinan staf baru akan dibentuk untuk mendampinginya.
“Ketua klub memberi saya kesempatan untuk berada di klub hebat ini. Selama ia masih menginginkan saya di sini, dan Emre setuju, saya akan terus bekerja,” kata Kuyt soal masa depannya.
Dengan hasil ini, persaingan di fase liga Liga Champions semakin ketat. Liverpool wajib memanfaatkan laga-laga berikutnya untuk kembali ke jalur kemenangan, sementara Fenerbahce berharap kemenangan bersejarah ini menjadi titik balik musim mereka.












