Warriors Tanpa Curry dan Green Lawan Clippers, Lakers Kehilangan Keunggulan 25 Poin

Warriors Tanpa Curry dan Green Lawan Clippers, Lakers Kehilangan Keunggulan 25 Poin
Warriors Tanpa Curry dan Green Lawan Clippers, Lakers Kehilangan Keunggulan 25 Poin

Sorothari – 02 November 2026 | Golden State Warriors akan tampil tanpa Stephen Curry dan Draymond Green saat menghadapi Los Angeles Clippers pada laga Minggu, 1 November 2026. Kedua bintang veteran itu diistirahatkan agar tidak memainkan tiga pertandingan dalam empat hari. Keputusan ini menjadi ujian kedalaman skuad Warriors yang tengah menapaki performa positif setelah awal musim yang buruk.

Sebelumnya, Warriors sudah menjalani satu laga tanpa Curry dan Green dan kalah 122-131 dari Phoenix Suns. Ketika itu Brandin Podziemski dan Al Horford juga absen, tetapi keduanya dipastikan aktif pada laga melawan Clippers. Sejak kekalahan itu, Warriors meraih tiga kemenangan beruntun dan mengubah rekor menjadi 3-3. Rotasi pemain mulai menemukan pola yang lebih jelas, meski sejumlah kelebihan dan kekurangan masih terlihat.

Baca juga:
Kabar GSW: Curry Sempurna, Lendeborg Bersinar, Porziņģis Makin Tak Pasti

Untuk laga di Chase Center, susunan pemain yang diproyeksikan turun sejak menit pertama adalah Brandon Williams sebagai point guard, Brandin Podziemski di posisi shooting guard, Gui Santos sebagai small forward, Yaxel Lendeborg di power forward, dan Charles Bassey sebagai center. Komposisi ini menempatkan lebih banyak pemain muda dan pemain peran dalam tanggung jawab besar, terutama dalam mengatur serangan tanpa kehadiran Curry.

Absennya Curry dan Green mengubah cara Warriors bermain. Curry adalah mesin utama serangan tim, sementara Green menjadi pengatur pertahanan dan penghubung permainan. Tanpa keduanya, Warriors perlu mengandalkan pergerakan bola yang lebih kolektif, transisi cepat, dan pertahanan berlapis. Podziemski diperkirakan mengambil peran sebagai pengendali tempo, sedangkan Brandon Williams mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan mencetak angka dan menciptakan peluang bagi rekan setim.

Sementara itu, Los Angeles Lakers baru saja mengalami kekalahan menyakitkan dari Warriors pada laga pembuka Emirates NBA Cup Group Play di Chase Center, Jumat, 30 Oktober 2026. Lakers sempat unggul 25 poin, tetapi akhirnya tumbang 95-112. Kekalahan ini menjadi salah satu comeback terbesar di awal musim NBA dan meninggalkan pelajaran penting bagi tim asuhan JJ Redick.

Lakers memulai pertandingan dengan dominan. Mereka menutup kuarter pertama dengan keunggulan 38-15, dipicu oleh 21 poin Luka Doncic di periode tersebut. Keunggulan sempat melebar menjadi 25 poin pada awal kuarter kedua. Namun, Warriors bangkit melalui rentetan 16-2 menjelang akhir babak pertama dan menyamakan kedudukan menjadi 53-53 saat turun minum.

Pada kuarter ketiga, Lakers sempat kembali memimpin sembilan poin sebelum Warriors merespons dengan gelombang serangan lain. Golden State memasuki kuarter keempat dengan keunggulan lima poin, lalu menancapkan pukulan telak melalui run 18-0 yang membuat skor menjadi 96-80. Lakers tidak mampu bangkit setelahnya. Curry menyelesaikan laga dengan 31 poin, termasuk delapan lemparan tiga angka, sementara Podziemski menambahkan 21 poin dan enam assist. De’Anthony Melton menyumbang 16 poin dari bangku cadangan.

Baca juga:
Graham Ike ke Bangku Cadangan, Kerr Pilih Strategi Small Ball Warriors

Di kubu Lakers, Doncic mencatat 37 poin, tujuh rebound, dan lima assist, sedangkan Austin Reaves menambahkan 21 poin. Namun, Lakers kesulitan menghasilkan serangan konsisten di luar dua bintang mereka. Mereka melakukan 22 turnover yang berujung pada 27 poin Warriors. Bangku cadangan Lakers hanya mencetak tujuh poin dengan akurasi 3 dari 16 tembakan. Kekalahan ini menurunkan rekor Lakers menjadi 4-2 dan menjadi kekalahan kedua dalam tiga laga setelah membuka musim dengan tiga kemenangan beruntun.

Jake LaRavia, yang menjadi starter menggantikan Ziaire Williams yang cedera, mengakui perubahan momentum terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, Warriors mulai melakukan trapping terhadap Doncic dan Reaves pada kuarter kedua, dan Lakers tidak mampu menghentikan laju tersebut sebelum halftime.

“Kuartal kedua. Mereka membuat run, kami memanggil timeout dan berkata, ayo bersatu, hentikan run ini. Kami tidak bisa melakukannya. Curry jelas memanas dan kami tidak bisa bersatu untuk menghentikannya sebelum halftime. Lalu itu berlanjut sepanjang pertandingan,” ujar LaRavia seperti dikutip dari Spectrum SportsNet.

LaRavia menekankan pentingnya konektivitas tim ketika lawan berusaha menetralisir guard utama. Ia menilai pemain lain harus lebih baik dalam menyediakan opsi passing dan tetap agresif mencetak angka. Meski demikian, ia mengakui masalah utama pada laga itu adalah pertahanan. Ia juga menyoroti kebiasaan melewatkan tembakan terbuka yang berujung pada tembakan gagal atau turnover.

“Ini sama sekali bukan identitas kami sebagai tim. Kami tidak akan memikirkan ini terlalu lama, kami akan move on dan menjadi lebih baik,” tambahnya.

Baca juga:
Warriors Kalah Dramatis dari Grizzlies di Laga Kandang, Kerr Protes Keputusan Wasit

Bagi Warriors, kemenangan atas Lakers menjadi modal berharga sebelum menghadapi Clippers tanpa dua pemain inti. Kemenangan ketiga beruntun tersebut menunjukkan bahwa rotasi pemain mulai menemukan ritme, meski tantangan sesungguhnya masih menanti. Pelatih Steve Kerr perlu memastikan tim tetap kompetitif tanpa Curry dan Green, terutama dalam menjaga efisiensi serangan dan stabilitas pertahanan.

Di sisi lain, kekalahan Lakers menjadi peringatan dini tentang pentingnya menjaga keunggulan dan konsistensi serangan saat lawan melakukan penyesuaian. Lakers akan berusaha bangkit saat menghadapi Toronto Raptors pada laga berikutnya, sementara Warriors berfokus pada duel melawan Clippers. Pertandingan Minggu akan menjadi tolok ukur sejauh mana kedalaman skuad Warriors mampu menutupi absennya dua bintang utama mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *