Sorothari – 15 Juli 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan platform karakter.data.kemendikdasmen.go.id sebagai salah satu sarana pendataan karakteristik peserta didik dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Platform ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memetakan kondisi awal murid baru melalui serangkaian asesmen yang dapat diakses sekolah.
MPLS tahun ajaran 2026/2027 mengusung tema “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah”. Tema ini mencerminkan komitmen menciptakan pengalaman pertama yang positif bagi peserta didik saat memasuki lingkungan belajar. Melalui tema tersebut, kegiatan MPLS diharapkan mampu membangun suasana aman, nyaman, dan bersahabat sehingga siswa merasa diterima sejak hari pertama.
Untuk mendukung semangat MPLS, Kemendikdasmen meluncurkan jingle resmi berjudul “Hari Baru” yang diciptakan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Lagu dengan aransemen Dwiki Dharmawan dan dinyanyikan Claudy Qaila Sakhi ini mengusung irama ceria dan lirik yang mudah diingat. Jingle tersebut bertujuan membangkitkan semangat belajar serta menanamkan nilai saling menghormati di kalangan siswa baru.
Materi Utama MPLS Ramah 2026
Berdasarkan panduan resmi yang diterbitkan di laman cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id, materi MPLS 2026 terdiri atas materi utama dan pilihan. Materi utama meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, Sopan dan Santun Bermedia Sosial, Budaya Senyum Salam Sapa Sopan Santun, Gerakan Indonesia Aman Sehat Resik dan Indah (ASRI), serta Gerakan Rukun Sama Teman (GRST). Kepala Pusat Penguatan Kemendikdasmen Rusprita Putri Utami menuturkan bahwa materi ini tidak hanya mengenalkan sekolah secara fisik, tetapi juga nilai-nilai dan budaya positif yang menjadi dasar pembentukan karakter murid.
Fungsi Platform Karakter Data
Melalui laman karakter.data.kemendikdasmen.go.id, kepala sekolah atau operator dapat memperoleh kode tes yang nantinya digunakan oleh murid dan orang tua atau wali dalam mengisi instrumen asesmen. Akses dilakukan menggunakan akun SSO Pengelola Data Pusdatin dengan memasukkan email, kata sandi, serta kode OTP dari aplikasi autentikasi. Platform ini membantu sekolah mendapatkan gambaran awal mengenai karakteristik, minat, potensi, serta kebutuhan peserta didik baru. Dengan demikian, proses adaptasi di lingkungan sekolah dapat berjalan lebih terarah dan sesuai perkembangan masing-masing siswa.
Keberadaan karakter data Kemendikdasmen Go Id MPLS menjadikan kegiatan MPLS tidak hanya berisi adaptasi fisik, tetapi juga melibatkan pemetaan kondisi awal murid secara digital. Data yang terkumpul diharapkan dapat mendukung sekolah dalam merancang program pembelajaran yang lebih personal dan inklusif. Instrumen ini menjadi bagian dari MPLS Ramah yang bebas dari perpeloncoan dan mengedepankan kegiatan edukatif.
Respons Mendikdasmen terhadap Sekolah dengan Sedikit Murid
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Abdul Mu’ti menanggapi fenomena sekolah dasar negeri yang jumlah muridnya sedikit. Ia mengatakan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kondisi tersebut. “Sedikitnya siswa di beberapa SD negeri ini memang menjadi perhatian kami lintas kementerian,” ujarnya di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Kemendikdasmen akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mencari solusi, salah satunya melalui pendataan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pertemuan dengan Mendagri tengah dirancang untuk membahas arah kebijakan ke depan bagi sekolah dengan jumlah murid sangat terbatas.
Pelaksanaan MPLS tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat transisi peserta didik dari jenjang sebelumnya ke lingkungan baru. Dengan adanya tema, jingle, materi, dan sistem pendataan yang terintegrasi, Kemendikdasmen berharap setiap anak dapat memulai perjalanan pendidikan dengan optimisme dan rasa percaya diri. Sekolah di seluruh Indonesia diimbau mengunduh panduan resmi dan menerapkan MPLS Ramah sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.

