Ronaldo Nazario Ungkap Alasan Spanyol Jauh Lebih Kuat dari Argentina di Final Piala Dunia 2026

Ronaldo Nazario Ungkap Alasan Spanyol Jauh Lebih Kuat dari Argentina di Final Piala Dunia 2026
Ronaldo Nazario Ungkap Alasan Spanyol Jauh Lebih Kuat dari Argentina di Final Piala Dunia 2026

Sorothari – 24 Juli 2026 | Ronaldo Nazario ungkap alasan Spanyol jauh lebih kuat dari Argentina di final Piala Dunia 2026. Legenda sepak bola Brasil itu menyebut dominasi penguasaan bola, pressing ketat, dan kemampuan meredam Lionel Messi sebagai faktor utama kemenangan La Roja.

Pada pertandingan final yang berlangsung di Stadion New York-New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, Spanyol menang 1-0 berkat gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu. Hasil tersebut memastikan gelar juara dunia kedua bagi Spanyol sekaligus menggagalkan ambisi Argentina mempertahankan trofi yang diraih pada 2022.

Baca juga:
Ronaldo Prediksi Spanyol Menang Mudah di Final Piala Dunia 2026

Menurut Ronaldo, sejak awal laga Spanyol sudah menunjukkan superioritas. Statistik mencatat La Furia Roja menguasai bola hingga 65 persen berbanding 35 persen milik Argentina. Total 20 tembakan dilepaskan Spanyol dengan 12 mengarah ke gawang, sementara Argentina sama sekali tidak mampu mencatatkan tembakan ke arah sasaran sepanjang 120 menit.

“Spanyol tampil dengan identitas permainan yang sangat kuat. Mereka disiplin dalam menjalankan strategi, cepat merebut bola saat kehilangan, dan tidak memberi ruang kepada kreator utama Argentina seperti Messi,” ujar Ronaldo dalam analisisnya yang dikutip dari berbagai sumber.

Keberhasilan meredam Lionel Messi menjadi kunci lain. Sang kapten Argentina yang sepanjang turnamen mencetak 8 gol hanya mencatat expected goals (xG) sebesar 0,04 di final, tanpa satu pun umpan kunci. Pada 15 menit pertama, Messi bahkan hanya menyentuh bola sekali. Hal ini membuat kreativitas Argentina lumpuh total.

Baca juga:
Jejak Rekor Robert Lewandowski yang Tak Tergoyahkan di Tengah Perombakan Besar

Selain itu, disiplin pertahanan Spanyol juga patut diacungi jempol. Lini belakang yang dikomandoi Pau Cubarsi tampil solid menjaga jarak antarpemain dan menutup ruang bagi penyerang Argentina. Keputusan wasit mengusir Enzo Fernandez pada babak tambahan karena kartu kuning kedua memperburuk keadaan Argentina yang sudah kesulitan menembus pertahanan Spanyol.

Dari sisi taktik, pelatih Luis de la Fuente berhasil membangun skuad yang konsisten. Legenda PSM Makassar, Luciano Leandro, menilai filosofi permainan yang jelas menjadi fondasi utama kesuksesan Spanyol. “Kunci keberhasilan Spanyol adalah identitas permainan yang kuat. Mereka bermain sebagai tim yang terorganisir sejak lini pertama hingga terakhir,” kata Luciano.

Sementara itu, di kubu Argentina, kekalahan ini menjadi momen pahit. Bek veteran Nicolas Otamendi resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah final tersebut. Pemain berusia 38 tahun itu mengaku bangga meski gagal juara. “Saya pergi dengan kepala tegak karena kelompok ini telah memberikan segalanya sampai peluit akhir,” tulis Otamendi di Instagram.

Baca juga:
Rekonstruksi Lini Tengah Manchester City: Ayyoub Bouaddi dan Enzo Fernandez Jadi Tumpuan Baru

Secara keseluruhan, Ronaldo Nazario menilai Spanyol layak juara karena mampu memadukan dominasi penguasaan bola, pressing efektif, dan soliiditas pertahanan. “Mereka tidak hanya mengandalkan satu pemain, melainkan sistem. Itulah yang membuat Spanyol jauh lebih kuat dari Argentina,” pungkas Ronaldo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *