Sorothari – 27 Juli 2026 | Marc Marquez ungkap alasan MotoGP tak lagi senikmat dulu dalam sebuah wawancara terbaru. Pembalap Ducati Lenovo Team itu menilai motor MotoGP modern terlalu bergantung pada teknologi aerodinamika sehingga membuat gaya balap menjadi kaku seperti robot. Menurut Marquez, era 2014 hingga 2016 adalah masa paling menyenangkan karena belum ada pengaruh aerodinamika yang dominan.
Pembalap asal Spanyol itu menyebutkan bahwa motor saat ini memang sangat cepat, namun sensasi berkendara berubah drastis. Ia menjelaskan bahwa pembalap harus mengikuti apa yang diinginkan aerodinamika, bukan sebaliknya. Jika memaksakan gaya sendiri, justru akan kehilangan waktu karena motor melambat. Hal ini berbeda dengan era sebelumnya di mana pembalap bisa membuat perbedaan melalui kemampuan mengendalikan motor di luar batas, seperti saat ban depan kehilangan grip dan terjadi penyelamatan luar biasa.
Baca juga:Kritik Marquez ini bukan yang pertama kali. Sejak beberapa musim terakhir, ia kerap menyuarakan kekhawatiran terhadap arah perkembangan MotoGP yang semakin mengandalkan perangkat aerodinamika dan ride height device. Teknologi tersebut memang meningkatkan kecepatan, tetapi juga mengubah karakter balapan, membuat aksi salip lebih sulit dan ban depan lebih sensitif.
Di tengah kritiknya, Marquez tetap menjadi salah satu pembalap terdepan. Ducati baru saja memperpanjang kontraknya hingga akhir musim 2028, meski negosiasi sempat tertunda akibat cedera yang dialaminya pada MotoGP Indonesia 2025. Cedera bahu kanan itu membuatnya harus menjalani operasi dan rehabilitasi, sehingga Ducati menunggu kepastian pemulihan sebelum menyetujui kontrak baru.
Baca juga:Sementara itu, CEO Aprilia Massimo Rivola menilai Marquez sebagai favorit juara dunia MotoGP 2026. Meski sempat tertinggal di klasemen setelah Grand Prix Italia, Marquez bangkit dengan tiga kemenangan beruntun dan kini hanya berjarak 18 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin. Rivola meyakini persaingan akan berlangsung ketat hingga seri penutup.
Marquez sendiri berharap regulasi MotoGP 2027 dapat mengurangi pengaruh aerodinamika agar balapan kembali mengandalkan skill individu. Ia menginginkan duel seperti di Moto3 yang lebih mengandalkan keberanian dan teknik. Namun, hingga saat ini, ia masih harus beradaptasi dengan motor modern yang menurutnya seperti dikendarai robot.
Baca juga:












