Sorothari – 23 Juli 2026 | Bos Ducati, Gigi Dall’Igna, memberikan peringatan kepada Aprilia dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Dalam pernyataannya, Dall’Igna menegaskan bahwa pada akhirnya pembalap terbaiklah yang akan keluar sebagai juara dunia, bukan karena faktor keberuntungan atau kesalahan lawan. Peringatan ini disampaikan di tengah persaingan yang semakin ketat antara Ducati dan Aprilia musim ini.
Aprilia memang telah menunjukkan performa impresif dalam beberapa seri terakhir, berhasil memperkecil jarak dengan Ducati. Saat ini, Jorge Martin yang membela Aprilia memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 dengan keunggulan 18 poin atas Marc Marquez yang berada di posisi ketiga. Di antara keduanya, Ai Ogura dari tim satelit Trackhouse juga menjadi ancaman serius setelah hanya tertinggal 14 poin dari Martin. Namun, Dall’Igna enggan menunjuk siapa yang lebih diunggulkan.
Baca juga:“Menurut saya, Aprilia memang mengalami beberapa kesialan, tetapi kami juga mengalaminya pada awal musim,” ujar Dall’Igna seperti dikutip dari Motosan. “Saya tidak berpikir kami menang karena mereka melakukan kesalahan atau sebaliknya, karena pada akhirnya pembalap terbaiklah yang akan menang,” imbuhnya. Pernyataan ini menjadi pesan bahwa persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 tidak bisa hanya ditentukan oleh keunggulan teknis semata, melainkan kualitas pembalap di lintasan.
Bos Ducati Gigi Dall’Igna memberikan peringatan kepada Aprilia bahwa meskipun pabrikan asal Noale tersebut kini menjadi rival utama, Ducati tetap percaya diri dengan kekuatan timnya. Dall’Igna juga mengakui bahwa Aprilia telah bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan, namun ia menekankan bahwa faktor manusia tetap menjadi penentu utama. “Kami memiliki Marc Marquez dan pembalap lain yang sangat kompetitif. Persaingan ini masih panjang, dan semuanya bisa berubah,” tambahnya.
Baca juga:Musim MotoGP 2026 memang menyajikan persaingan yang menarik. Ducati yang sebelumnya mendominasi kini mendapat tekanan dari Aprilia yang semakin matang. Dengan tiga pembalap di tiga besar klasemen, yaitu Martin, Ogura, dan Marquez, balapan musim ini diprediksi akan berlangsung sengit hingga seri terakhir. Perkembangan teknis dan strategi tim akan memainkan peran penting, tetapi seperti yang diingatkan Dall’Igna, pembalap terbaiklah yang akan menentukan siapa yang layak menjadi juara dunia.
Peringatan yang disampaikan bos Ducati Gigi Dall’Igna kepada Aprilia ini menjadi pengingat bahwa dalam MotoGP, tidak ada yang bisa dianggap remeh. Setiap tim harus bekerja maksimal untuk mendukung pembalapnya. Saat ini, fokus tertuju pada seri-seri berikutnya yang akan menjadi ajang pembuktian bagi masing-masing kandidat juara.
Baca juga:












