Sorothari – 03 September 2026 | Penyerang anyar Germán Berterame menjadi salah satu pilar penting dalam skema taktik Inter Miami saat The Herons sukses memutus tren negatif tanpa kemenangan lewat keunggulan telak 7-1 atas CF Montreal dalam lanjutan Major League Soccer (MLS). Kehadiran Berterame di lini depan memberikan dinamika baru bagi armada yang kini tengah bersiap menyambut era kepelatihan Kily Gonzalez.
Dalam laga tersebut, Inter Miami tampil dominan sejak menit awal kendati sempat melalui lima pertandingan sebelumnya tanpa memetik poin penuh. Megabintang sekaligus kapten tim Lionel Messi memimpin pesta gol dengan menorehkan empat gol—dua di antaranya lewat eksekusi tendangan bebas—serta menyumbang satu assist untuk tandem veterannya, Luis Suarez. Gelandang asal Brasil Casemiro dan pemain muda berusia 18 tahun Alexander Shaw juga turut mencatatkan nama di papan skor untuk pertama kalinya di panggung MLS.
Baca juga:Skema Taktis dan Kontribusi Germán Berterame
Pelatih interim Guillermo Hoyos menurunkan formasi 4-3-3 dengan menempatkan Casemiro sebagai bek tengah mendampingi Maxi Falcon. Di sektor penyerangan, Germán Berterame dipasang sebagai starter bersama Lionel Messi dan Luis Suarez. Keberadaan Berterame terbukti vital dalam menjaga intensitas permainan, terutama saat menerapkan tekanan garis tinggi (high-pressing) di area pertahanan lawan guna melengkapi karakteristik Messi dan Suarez yang lebih fokus pada penyelesaian akhir serta distribusi bola.
Kemenangan telak 7-1 ini mendongkrak posisi Inter Miami di klasemen sementara MLS dengan rekor 12 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 6 kekalahan (42 poin). Torehan tersebut menempatkan klub milik David Beckham di peringkat kedua Wilayah Timur sekaligus posisi ketiga pada klasemen Supporters Shield, terpaut 10 angka dari Nashville SC yang masih kokoh di puncak dengan koleksi 52 poin.
Baca juga:Kondisi Skuad dan Persaingan di Lini Depan
Selain performa apik trio penyerang, staf pelatih mendapat angin segar menyusul perkembangan positif Mateo Silvetti. Penyerang muda berbakat tersebut dilaporkan telah kembali berlatih di lapangan usai menepi hampir sebulan akibat cedera dislokasi bahu kiri yang dialaminya pada ajang Leagues Cup melawan Atletico San Luis. Kembalinya Silvetti diyakini akan memberi alternatif tambahan di samping Germán Berterame untuk menjaga tempo serangan cepat dan intensitas pressing tim.
Inter Miami kini mengalihkan fokus penuh menjelang pertandingan krusial berikutnya menghadapi Atlanta United yang diarsiteki oleh mantan juru taktik mereka, Gerardo ‘Tata’ Martino. Laga lanjutan MLS tersebut menjadi ujian konsistensi bagi Berterame dan rekan-rekan setimnya guna terus memangkas jarak poin dalam perburuan gelar juara musim ini.
Baca juga:












