Sorothari – 22 Juli 2026 | Dari korban cosplay pahlawan, Gavi pasang badan bagi Paredes yang terancam sanksi FIFA. Gelandang Timnas Spanyol itu justru meminta federasi sepak bola dunia tidak menjatuhkan hukuman berat kepada pemain Argentina, Leandro Paredes, usai kericuhan final Piala Dunia 2026.
Laga final yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB berkesudahan dengan kemenangan Spanyol 1-0 berkat gol Ferran Torres di menit ke-106. Namun euforia juara Spanyol ternoda oleh insiden panas yang terjadi setelah peluit panjang.
Baca juga:Kericuhan dipicu oleh aksi bek kanan Argentina, Nahuel Molina, yang memukul dada kapten Spanyol, Rodri. Situasi dengan cepat meluas. Leandro Paredes kemudian terlihat mendorong dan mencekik bek Spanyol, Eric Garcia. Meski pelatih Argentina, Lionel Scaloni, sempat meredam situasi, ketegangan kembali memuncak saat Paredes menghampiri Gavi, mendorongnya, dan memperagakan gestur ancaman hingga pemain Barcelona itu terjatuh.
Gavi yang tidak dimainkan dalam laga final tersebut menjadi salah satu korban dari amukan pemain Argentina. Meski demikian, sikap yang ditunjukkan Gavi justru sebaliknya. Melansir laporan Give Me Sport, Gavi menilai Paredes tidak seharusnya dijatuhi larangan bermain. Ia menganggap insiden itu adalah bagian dari emosi pertandingan yang wajar terjadi.
Sikap sportif Gavi menuai pujian. Di tengah desakan agar FIFA memberikan sanksi tegas kepada Argentina—bahkan ada yang meminta Argentina dilarang tampil di Piala Dunia berikutnya—Gavi memilih untuk memaafkan. Ia menyadari bahwa tekanan dan kekecewaan setelah kalah di partai puncak bisa memicu reaksi berlebihan.
Baca juga:FIFA saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap insiden kericuhan tersebut. Sejumlah pemain dan staf Argentina terancam sanksi, termasuk Paredes. Namun pernyataan Gavi bisa menjadi pertimbangan ringan bagi badan sepak bola dunia.
Sementara itu, gelandang Argentina Rodrigo De Paul turut angkat bicara menepis teori konspirasi yang menyebut Argentina diuntungkan selama turnamen. De Paul menegaskan bahwa timnya lolos ke final berkat kerja keras, bukan karena bantuan wasit. Namun pernyataan itu tak mengubah fakta bahwa aksi Paredes tetap menjadi sorotan utama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari FIFA. Yang jelas, Gavi pasang badan bagi Paredes yang terancam sanksi FIFA, menunjukkan bahwa persaingan di lapangan tak harus berlanjut ke dendam pribadi.
Baca juga:












