Menkop: Prabowo Dapat ‘Wangsit’ Dirikan Koperasi Desa Merah Putih untuk Ekonomi Kerakyatan

Menkop: Prabowo Dapat 'Wangsit' Dirikan Koperasi Desa Merah Putih untuk Ekonomi Kerakyatan
Menkop: Prabowo Dapat 'Wangsit' Dirikan Koperasi Desa Merah Putih untuk Ekonomi Kerakyatan

Sorothari – 17 Juli 2026 | Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendapatkan ‘wangsit’ atau ilham untuk mendirikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai fondasi ekonomi kerakyatan. Hal ini disampaikan Ferry dalam keterangannya pada Kamis (16/7) di Jakarta, menegaskan bahwa Prabowo ingin menggeser pusat pertumbuhan ekonomi dari kota ke desa.

Menurut Ferry, Prabowo tidak lagi percaya pada teori trickle down effect yang hanya menguntungkan segelintir konglomerat. Sebaliknya, presiden memilih untuk mengalokasikan sumber daya negara secara langsung ke desa-desa agar masyarakat desa menjadi pelaku utama ekonomi, bukan sekadar penerima bantuan. “Sekarang peredaran uang itu digelontorkan ke desa-desa dan kemudian masyarakat desa tidak lagi hanya sekadar sebagai objek ekonomi,” ujar Ferry.

Baca juga:
Viral Omzet Koperasi Merah Putih Melawai Minim, Menkop: Kita Memaklumi

KDKMP dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi di desa. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menambahkan bahwa 80 persen keuntungan koperasi akan dikembalikan kepada warga, sisanya 20 persen menjadi Pendapatan Asli Desa (PAD). Skema ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung. Yandri menepis isu pemotongan dana desa, menegaskan bahwa yang berubah hanya tata kelola pemanfaatan dana desa, bukan besarannya. “Dana desa itu tidak pernah dipotong oleh Pak Prabowo. Enggak pernah,” kata Yandri dalam seminar nasional KDKMP di Jakarta.

Pemerintah juga menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk menjadikan KDKMP sebagai jalur utama penyaluran berbagai program negara. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebutkan bahwa KDKMP akan menjadi mitra perbankan dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui skema channeling, serta menyalurkan pembiayaan ultramikro dari PNM Mekaar. Komoditas bersubsidi seperti LPG 3 kg, pupuk, Minyakita, dan beras juga akan didistribusikan melalui koperasi ini. “Seluruh program dari pemerintah pusat termasuk di dalamnya BLT, bansos, bantuan pangan dan lain-lain nanti akan disalurkan melalui KDKMP,” jelas Ferry.

Baca juga:
Sokong Manufaktur Hijau, PGN Area Bogor Pasok Gas Bumi ke Produsen Aspal Citeureup

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menambahkan bahwa KDKMP akan menjadi infrastruktur pelayanan pemerintah di tingkat desa, termasuk untuk penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan). Koperasi ini juga akan berperan sebagai offtaker hasil panen petani untuk menjaga stabilitas harga saat panen raya. Kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) direncanakan agar saling menguatkan, bukan bersaing. “Kami akan membangun kolaborasi yang luar biasa. Tidak akan ada saling meniadakan dan saling menjatuhkan,” ujar Yandri.

Langkah ini merupakan bagian dari Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo, yaitu membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Ferry menegaskan bahwa dengan mendorong perputaran uang di desa, pertumbuhan ekonomi nasional diharapkan mencapai 8 persen. KDKMP menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.

Baca juga:
Menkeu Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Keluhan Anggaran Daerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *