Berita  

Ancaman El Niño Terkuat 76 Tahun dan Sederet Isu Colombia Primera A di Tengah Ketegangan Iklim

Ancaman El Niño Terkuat 76 Tahun dan Sederet Isu Colombia Primera A di Tengah Ketegangan Iklim
Ancaman El Niño Terkuat 76 Tahun dan Sederet Isu Colombia Primera A di Tengah Ketegangan Iklim

Sorothari – 24 Oktober 2026 | Badan Meteorologi Colombia, Ideam, memperingatkan bahwa fenomena El Niño 2026 bakal menjadi yang terkuat dalam 76 tahun terakhir dan dampaknya diperkirakan berlangsung hingga semester pertama 2027. Peringatan ini muncul di tengah dinamika yang terjadi di negara tersebut, termasuk sorotan terhadap sepak bola Colombia Primera A yang tetap bergulir meski sejumlah wilayah menghadapi tekanan cuaca ekstrem. Dalam wawancara dengan SEMANA, Kolonel Diana Carolina Rueda, Subdirektur Meteorologi Ideam, menegaskan bahwa Colombia tidak bisa dianalisis secara seragam karena merupakan negara multiklim dengan tiga pegunungan, dua samudra, satu kepulauan, serta wilayah Llanos Orientales dan Amazonía.

“Ketika kami menerjemahkan karakteristik ini ke dalam skenario analisis iklim, kami memahami mengapa Colombia tidak dapat diperlakukan secara homogen,” ujar Rueda. Ia menjelaskan bahwa setiap region bereaksi berbeda terhadap peristiwa cuaca dan iklim, sehingga pernyataan tentang hujan, kekeringan, atau banjir yang merata tidak dapat diterapkan. Selain itu, skala waktu juga menjadi pertimbangan, mulai dari fenomena jangka panjang seperti pemanasan global, El Niño yang dapat berlangsung 12 hingga 14 bulan, hingga peristiwa lokal jangka pendek seperti hujan es di Bogotá, hujan lebat di Medellín, atau banjir di Santa Marta.

Baca juga:
HUT ke-81 TNI: Panglima TNI Dorong Sinergi Olahraga dan Kemanunggalan dengan Rakyat

Menurut analisis Ideam, El Niño 2026 akan memengaruhi lima region iklim Colombia: Caribe, Andina, Amazonía, Orinoquía, dan Pacífica. Meski demikian, Rueda menegaskan bahwa fenomena ini tidak berarti hujan akan hilang sepenuhnya. “Kami sedang menghadapi fenomena El Niño yang, berdasarkan analisis kami, datang dengan intensitas tertinggi dalam 76 tahun pengukuran,” katanya. Saat ini, musim hujan intensitas tinggi masih terjadi di berbagai wilayah, tetapi nilai akumulasi presipitasi belum mencapai level yang diharapkan pada musim hujan tanpa El Niño. Artinya, curah hujan lebih rendah dari perkiraan meskipun secara lokal hujan lebat tetap muncul.

Kondisi ini berdampak pada sektor minerba dan energi, ketersediaan air, tinggi muka air sungai, serta transportasi sungai. Ideam memperkirakan Desember akan bertepatan dengan puncak El Niño setelah sekitar enam bulan defisit presipitasi. Desember dan Januari juga merupakan bulan dengan curah hujan terendah di region Caribe, Andina, dan Pacífica. Kombinasi ini menciptakan skenario kritis untuk kebakaran hutan, suhu tinggi, penurunan debit sungai, dan kesulitan ketersediaan air bagi berbagai sektor.

Selain El Niño, perubahan iklim juga memberikan dampak nyata di Colombia. Salah satu bukti paling kuat adalah menyusutnya gletser. Ideam memantau secara permanen gletser dan pegunungan bersalju di negara itu. Tahun lalu, mencairnya salah satu gletser penting, Nevado de Santa Isabel, dideklarasikan. “Kami mengalami penyusutan luas gletser yang sangat signifikan, terutama akibat kenaikan suhu global. Saat ini luas gletser berkurang sekitar 300 kilometer persegi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, kehilangan kumulatif mendekati 91 persen,” jelas Rueda.

El Niño tahun ini juga melaporkan anomali suhu di Samudra Pasifik mendekati 3 derajat Celsius, kondisi yang belum pernah teramati sebelumnya. Dalam pelayaran ilmiah Erfen yang dipimpin Direktorat Jenderal Maritim dan diikuti Ideam, ditemukan suhu sangat tinggi pada 100 meter pertama kedalaman Samudra Pasifik. Perubahan juga terlihat pada musim hurikan. Tahun ini, catatan yang sedang dianalisis menunjukkan perilaku atipikal di Atlantik, sementara di Pasifik terdapat tiga hurikan mayor aktif secara bersamaan. Di beberapa wilayah, pola suhu dan presipitasi telah berubah, dengan suhu tinggi muncul di tempat yang sebelumnya berbeda.

Baca juga:
Rangkuman Kabar Global: Dinamika Kepemimpinan Buruh Australia hingga Transformasi Lanskap Kota

Di tengah tekanan iklim tersebut, perhatian publik Colombia juga tersedot pada isu sosial dan olahraga. Laporan teleSUR menyebutkan lebih dari 120 pemimpin sosial tewas di Colombia pada sembilan bulan pertama 2026. Sementara itu, dunia sepak bola Colombia Primera A terus menjadi magnet bagi penggemar, meski tidak ada informasi spesifik dalam sumber mengenai jadwal atau hasil pertandingan terbaru. Sorotan terhadap kompetisi ini tetap relevan sebagai bagian dari denyut kehidupan olahraga nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi negara.

Agenda budaya dan olahraga lain juga mewarnai Colombia. Konkurs Nacional de Belleza (CNB) akan menggelar edisi ke-72 pada 5–17 November, merayakan 92 tahun sejarahnya dengan konsep “Colombia, tierra de cultura”. Sebanyak 26 kandidat dari berbagai departemen, kota, dan region akan mengikuti rangkaian kegiatan budaya dan sosial. Sebagai pembuka sebelum acara tradisional di Cartagena de Indias, para peserta akan tiba di Ibagué, Tolima, untuk parade busana artesanal “Colombia, un país a mano: Así suena Colombia” pada 6 November di Concha Acústica Garzón y Collazos. Wali Kota Ibagué, Johana Aranda, menyambut antusias dan menekankan peran kota sebagai rujukan musik dan budaya nasional.

Di bidang olahraga, Colombia mencatat prestasi pada hari pertama XVII Juegos Panamericanos de Taekwon-Do ITF di Coliseo Elías Chegwin, Barranquilla. Ajang ini diikuti 18 delegasi dari seluruh benua. Pada jornada pertama yang dikhususkan untuk sabuk berwarna, atlet muda Colombia meraih banyak medali di nomor tempur dan tules (forma). Club TDK Castillo de Cartagena menonjol melalui kategori anak dan remaja. Mariana Espitia (12–13 tahun) meraih emas di tempur dan perak di tules. Mateo Triana Jurado (14–15 tahun) menyabet dua emas di kedua nomor. Juan David Rodríguez (10–11 tahun) menjadi juara tempur dan runner-up tules. Kembar Sebastián dan Alejandro Montoya, kelahiran Cartagena namun terafiliasi dengan Club Castillo de Barranquilla, juga bersinar: Sebastián meraih emas tules dan perunggu tempur, sedangkan Alejandro juara tempur.

Sementara itu, dunia hiburan Colombia akan diramaikan oleh penampilan Ali A.K.A. Mind yang menutup hari pertama Hip Hop al Parque edisi ke-28 pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Parque Simón Bolívar, Bogotá. Rapper dan produser asal Soacha ini menyebut pertunjukannya sebagai “El último baile”, yang menurutnya bisa menjadi show terakhirnya di festival tersebut. Dengan lebih dari dua dekade karier, ia pernah tampil pada perayaan 18 tahun festival (2014) dan menerima penghargaan sebagai artis tamu terbaik kategori ‘Colombianos en el Exterior’ pada 2021. “Kami sangat bersemangat. Bagi saya ini kehormatan bisa menutup salah satu hari festival. Kami menyiapkan pertunjukan besar, ada 43 orang di belakangnya, dan yang utama adalah berbagi dengan publik paling rapper di dunia,” ujarnya kepada Infobae Colombia. Edisi ini mengusung konsep kuratorial “En la esquina se escribe la historia” dan menghadirkan artis dari Meksiko, Chile, Brasil, Prancis, Amerika Serikat, dan Colombia, termasuk Rah Digga & Rampage, Portavoz & DJ Jopsen, Hispana, Lianna, dan Zetazeta.

Baca juga:
Kemenhan Teken Kontrak 12 Pesawat M-346F Block 20 untuk TNI AU

Dengan El Niño yang diprediksi mencapai puncak pada Desember dan berlanjut hingga awal 2027, pemerintah dan masyarakat Colombia dihadapkan pada tantangan adaptasi di berbagai sektor. Ideam terus memantau perkembangan cuaca dan iklim, sementara berbagai event budaya dan olahraga tetap berjalan dengan penyesuaian. Perkembangan terkini mengenai dampak El Niño dan langkah mitigasi akan terus menjadi perhatian, seiring dengan dinamika kehidupan sosial, termasuk sorotan terhadap kompetisi Colombia Primera A yang tetap menjadi bagian dari identitas olahraga nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *