Misteri Misi Paris dalam Ekspansi GTA V yang Dibatalkan Terungkap

Misteri Misi Paris dalam Ekspansi GTA V yang Dibatalkan Terungkap
Misteri Misi Paris dalam Ekspansi GTA V yang Dibatalkan Terungkap

Sorothari – 25 Oktober 2026 | Berkas pengembangan yang bocor dari proyek ekspansi GTA V yang telah dibatalkan mengungkap fakta mengejutkan: Rockstar Games sempat merancang misi yang berlatar di Paris, Prancis. Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh IGN dan menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar waralaba Grand Theft Auto, terutama karena seri ini selama ini identik dengan kota-kota fiksi di Amerika Serikat.

Menurut laporan tersebut, salah satu aset yang ditemukan adalah sebuah apartemen mewah dengan balkon yang menghadap ke arah Menara Eiffel. Namun, ada detail penting yang perlu dicatat: menara ikonik itu bukanlah model tiga dimensi yang bisa dijelajahi, melainkan hanya gambar datar yang digunakan sebagai latar belakang pemandangan. Hal ini menunjukkan bahwa Rockstar tidak serta-merta membangun kota Paris secara utuh, dan lokasi tersebut kemungkinan besar hanya dipersiapkan untuk kebutuhan adegan sinematik atau misi terbatas di dalam apartemen.

Baca juga:
Sejumlah Film Bioskop Terbaru Siap Tayang, dari Hamka hingga Clayface

Ekspansi yang dimaksud adalah konten cerita tambahan untuk GTA V yang berpusat pada Trevor Philips, salah satu dari tiga protagonis utama. Dalam konsepnya, Trevor akan bertransformasi menjadi agen rahasia yang menjalankan misi-misi berbahaya untuk pemerintah. Ide ini sebenarnya bukan isu baru. Steven Ogg, aktor yang mengisi suara Trevor, pernah mengonfirmasi bahwa tim pengembangan telah merekam adegan untuk proyek tersebut. Dalam wawancaranya dengan VGC, Ogg menggambarkan konsep itu sebagai versi Trevor yang mencoba meniru sosok James Bond, tetapi tetap mempertahankan sifat kacau dan tindakannya yang tak terduga.

Seandainya ekspansi itu tidak dibatalkan, GTA V akan menjadi salah satu dari sedikit judul dalam seri ini yang membawa pemain keluar dari Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun, waralaba Grand Theft Auto konsisten menggunakan latar kota-kota Amerika sebagai panggung utamanya, seperti Liberty City, Vice City, dan Los Santos. Kehadiran Paris dalam berkas yang bocor pun memicu spekulasi tentang seberapa jauh Rockstar pernah berencana memperluas jangkauan geografis permainannya.

Hingga saat ini, Rockstar Games belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut. Namun, bagi komunitas penggemar, bocoran ini menambah daftar panjang konten yang hilang dari GTA V dan memberikan gambaran sekilas tentang ambisi kreatif yang pernah dimiliki tim pengembangan.

Baca juga:
Pernikahan Devy Anastasia dan Hosea Yulius Disorot, Suami Beri Klarifikasi

Sementara itu, perhatian publik kini beralih ke Grand Theft Auto VI yang dijadwalkan rilis pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S. Game ini akan berlatar di Vice City, kota fiksi yang terinspirasi dari Miami, dan mengikuti kisah Jason dan Lucia. Jelang peluncurannya, berbagai survei mulai mengukur dampak sosial dari game yang sangat dinantikan ini, termasuk potensi karyawan yang mengambil cuti atau izin sakit pada hari peluncuran.

Di Inggris, survei yang dilakukan oleh One Day Agency melalui platform YouGov terhadap 1.000 responden menemukan bahwa 15 persen di antaranya mungkin akan menelepon sakit jika tidak bisa mengambil cuti. Namun, hanya 2 persen yang benar-benar memasukkan opsi tersebut dalam rencana peluncuran mereka. Sekitar 7 persen berencana mengambil cuti pada hari peluncuran, 4 persen mengambil beberapa hari libur tahunan, 6 persen mengubah atau menukar shift, dan 8 persen mempertimbangkan menyesuaikan jam kerja. Sebanyak 75 persen responden tidak memilih perubahan apa pun.

Survei serupa di Amerika Serikat oleh GameSquare dan Hatchet terhadap 1.000 pekerja penuh waktu yang bermain video game menunjukkan bahwa 10 persen berencana absen pada hari peluncuran, sementara 30 persen lainnya mempertimbangkan mengambil cuti. Dari mereka yang mempertimbangkan absen, 36 persen mungkin akan melaporkan sakit. Ekonom dari Universitas Pompeu Fabra, José García Montalvo, memperkirakan bahwa peluncuran game ini berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi hingga 1 miliar dolar AS akibat penurunan produktivitas. Meski demikian, angka tersebut masih merupakan estimasi dan belum menjadi fakta yang terkonfirmasi.

Baca juga:
Avengers: Doomsday Rilis Teaser Baru Saat World Series MLB, Doctor Doom Ancam Multiverse

Di sisi lain, peluncuran GTA V pada 2013 silam juga sempat memicu fenomena serupa. Survei IGN terhadap hampir 11.000 pembaca saat itu menemukan bahwa 46 persen mengambil atau berencana mengambil cuti, dan hampir 20 persen mempertimbangkan melaporkan sakit. Sementara itu, di Republik Ceko, sebagian pemain dilaporkan mulai mengatur jadwal libur mereka menjelang rilis GTA VI, meskipun belum ada data resmi mengenai jumlah pekerja yang benar-benar mengambil cuti.

Dengan segala kontroversi dan antisipasi yang menyertainya, waralaba Grand Theft Auto terus membuktikan pengaruhnya tidak hanya sebagai produk hiburan, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang mampu mengguncang rutinitas kerja dan ekonomi. Bocoran misi Paris dalam GTA V yang batal terwujud menjadi pengingat bahwa di balik layar, selalu ada cerita-cerita lain yang tak pernah sampai ke tangan pemain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *