Sorothari – 25 Oktober 2026 | Film live-action terbaru dari waralaba Street Fighter, yang disutradarai oleh Kitao Sakurai, menghadapi kenyataan pahit di box office. Setelah pembukaan yang menjanjikan dengan pendapatan domestik 31 juta dolar AS, penjualan tiket pada Jumat kedua anjlok tajam hingga 81,9 persen, hanya meraup 2,4 juta dolar AS. Penurunan ini membuat film tersebut terlempar dari tiga besar daftar harian, menurut laporan analis box office Luis Fernando seperti dikutip Comic Basics.
Hingga saat ini, total pendapatan domestik film Street Fighter baru mencapai 40,7 juta dolar AS. Proyeksi untuk akhir pekan kedua memperkirakan penjualan tiga hari sebesar 8 hingga 10 juta dolar AS, yang berarti penurunan keseluruhan sekitar 68 hingga 74 persen. Kinerja buruk ini diperparah oleh skor CinemaScore yang hanya B- dan tingkat persetujuan kritikus di Rotten Tomatoes sebesar 41 persen. Respons negatif ini mengingatkan pada film adaptasi tahun 1994 yang dibintangi Jean-Claude Van Damme, yang juga menuai kritik pedas.
Baca juga:Meski demikian, sutradara Kitao Sakurai membela pendekatan komedi dan berlebihan yang diusungnya. Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, ia menyatakan, “Jika saya mengusulkan ide seperti Batman Begins untuk Street Fighter, kita tidak akan duduk di sini membicarakannya hari ini.” Film yang diproduksi bersama oleh Paramount Pictures dan Legendary Entertainment ini digarap dengan anggaran sekitar 82 juta dolar AS, sehingga pengembalian biaya produksi tampak sulit mengingat performa box office saat ini.
Peran Dan Hibiki dan Kontroversi Andrew Schulz
Salah satu elemen yang mencuri perhatian dalam film ini adalah penampilan Andrew Schulz sebagai Dan Hibiki. Karakter tersebut awalnya diciptakan sebagai parodi dari Ryo Sakazaki dan Robert Garcia dari game SNK, Art of Fighting. Dalam film, Hibiki digambarkan sebagai petarung yang terlalu percaya diri namun justru menunjukkan bahwa ia bukan petarung handal. Meskipun namanya tercatat sebagai aktor ketujuh dalam daftar pemeran, Schulz ternyata memegang peran besar dalam narasi berkat hubungan persahabatannya dengan Ken Masters, yang diperankan oleh Noah Centineo.
Schulz sendiri dikenal sebagai komedian stand-up dengan spesial Netflix dan podcast seperti The Brilliant Idiots dan Flagrant. Namun, ia juga menuai kontroversi karena komentar-komentar insensitive tentang ras dan perempuan, yang beberapa di antaranya mendapat kecaman, termasuk dari rapper Kendrick Lamar dalam lagu GNX. Meski demikian, popularitasnya di kalangan pembuat film terus meningkat, dengan keterlibatannya dalam proyek Miami Vice ’85 arahan Joseph Kosinski dan drama olahraga Running garapan Gavin O’Connor.
Baca juga:Jika melihat post-credits scene yang menampilkan Sagat dan organisasi Shadaloo, sekuel film ini tampaknya telah direncanakan. Namun, proses penulisan naskah untuk bagian kedua belum dimulai, dan keputusan mengenai kelanjutan waralaba ini akan sangat bergantung pada pendapatan akhir box office serta status keseluruhan film di pasar.
Soundtrack dan Antusiasme Komposer
Di balik layar, Leo Birenberg dan Zach Robinson, komposer yang dikenal lewat serial Cobra Kai, dipercaya menggarap soundtrack film Street Fighter 2026. Keduanya merupakan pemenang Emmy Award dan telah bekerja sama dalam berbagai proyek seperti Your Friendly Neighborhood Spider-Man dan Weird: The Al Yankovic Story. Dalam wawancara dengan Diario de Yucatán, Birenberg mengungkapkan rasa tidak percaya saat menerima tawaran tersebut. “Kami tidak bisa percaya itu terjadi, karena bagi kami ini adalah proyek yang bisa kami sebut ‘paus putih’. Kami benar-benar merasa memiliki sesuatu untuk diberikan pada universe Street Fighter,” ujarnya.
Robinson menambahkan bahwa mereka dan para penggemar tumbuh besar dengan musik waralaba ini, sehingga menimbulkan nostalgia dan rasa hormat untuk berkontribusi pada warisan tersebut. “Kami ingin musiknya mengingatkan pemain pada sensasi yang mereka rasakan saat bermain,” kata Robinson. Menurutnya, menangkap ritme dan tone film aksi juga krusial. “Kita harus tepat pada benang merah emosional agar penonton terlibat,” timpal Birenberg. Kisah persaudaraan antara Ken dan Ryu menjadi kunci dalam proses kreatif mereka.
Baca juga:Street Fighter pertama kali dirilis pada 1987 dan telah menjadi bagian dari budaya video game selama hampir empat dekade, dengan basis penggemar setia di Jepang dan Meksiko. Generasi 90-an mengenang mesin arkade sebagai pintu masuk mereka ke saga ini, yang kini dihidupkan kembali di layar lebar dengan musik karya Robinson dan Birenberg. Hingga saat ini, proyek tersebut terus bergerak menuju tanggal rilis yang dijadwalkan pada 2026, dengan para komposer masih menyelesaikan musik yang akan melengkapi adegan aksi dan nuansa sinematik film.












