Sorothari – 22 Oktober 2026 | Film Street Fighter 2026 resmi tayang di bioskop Amerika Serikat pada 16 Oktober 2026 dan langsung menjadi perbincangan. Dalam street fighter 2026 review ini, mayoritas pengamat menilai film garapan sutradara Kitao Sakurai tersebut berhasil menghadirkan nostalgia khas game arcade lewat aksi pertarungan yang energik, meski ceritanya dianggap kurang matang. Film ini dibintangi Andrew Koji sebagai Ryu, Noah Centineo sebagai Ken Masters, Callina Liang sebagai Chun-Li, dan sederet aktor lain yang memerankan karakter ikonik seperti Guile dan M. Bison.
Secara komersial, Street Fighter memulai debutnya dengan pendapatan 31 juta dolar AS di pasar domestik dan 20,1 juta dolar AS dari pasar internasional, sehingga total pendapatan global pada akhir pekan pembukaan mencapai 50,1 juta dolar AS. Angka itu menempatkannya di puncak box office, mengalahkan film “You Can See Everything” yang hanya meraup 15 juta dolar AS. Namun, dengan biaya produksi yang dilaporkan mencapai 82 juta dolar AS, film ini masih membutuhkan pendapatan global sekitar 205 juta dolar AS agar dianggap sukses secara teatrikal.
Baca juga:Respons Kritikus dan Penonton
Street fighter 2026 review dari para kritikus cenderung terbelah. Situs Rotten Tomatoes mencatat rating persetujuan kritikus sebesar 41 persen, sementara rating audiens mencapai 79 persen. CinemaScore memberikan nilai B- yang menunjukkan respons campuran dari penonton bioskop. Bill Bria dari /Film menyebut film ini sebagai “colorful martial arts romp with a bad aftertaste” atau pertarungan seni bela diri yang berwarna tetapi meninggalkan rasa tidak nyaman. Penilaian serupa datang dari reviewer Jepang Masamune Sakaki yang mengaku tidak bosan menontonnya karena aksi pertarungan yang terus mengalir, tetapi merasa alur cerita kurang greget dan terkesan kekanak-kanakan di beberapa bagian.
Meski begitu, para penggemar game tetap memberikan dukungan. Di media sosial X, sejumlah pengguna memuji film ini sebagai hiburan yang menyenangkan. @Tekkaman_Raiden menulis, “51 million over 3 days is pretty decent.” Sementara @MascotRay berkomentar, “This movie is way better than critics made it out to be, as usual. Just have fun??” dan @rshah2611 menambahkan, “For fans of the games, it’s a great movie; for fans of the old movie, it’s a great movie, and for neither, it’s a cheesy, funny, amazing 2 hours of entertainment. What’s not to love…”
Absennya Tiga Karakter Street Fighter II
Street Fighter 2026 menghadirkan banyak karakter dari roster Street Fighter II, termasuk Sagat yang muncul dalam adegan animasi. Namun, tiga karakter klasik absen, yakni Dee Jay, T. Hawk, dan Fei Long. Dee Jay dan T. Hawk sebenarnya pernah tampil dalam film live-action Street Fighter (1994), tetapi digambarkan jauh dari versi game. Dalam game, Dee Jay adalah musisi asal Jamaika yang ceria, sedangkan di film 1994 ia diubah menjadi peretas komputer dan mantan engineer Microsoft. Fei Long, yang debut pada 1993 dan terinspirasi Bruce Lee, juga tidak muncul, dan alasan resminya belum dipastikan hingga saat ini.
Baca juga:Absennya ketiga karakter tersebut tidak menyurutkan antusiasme penggemar. Film ini tetap menampilkan pertarungan khas seperti kekacauan di klub malam Metro City yang mempertemukan sejumlah karakter dalam suasana penuh energi. Kostum khas dan gaya bertarung para tokoh menjadi daya tarik utama yang memperkuat nuansa nostalgia bagi penggemar setia waralaba Capcom ini.
Potensi Sekuel dan Masa Depan Franchise
Meskipun ulasan dan pendapatan box office belum memuaskan, harapan akan sekuel Street Fighter 2 masih terbuka. Fans meyakini bahwa pendapatan 51 juta dolar AS dalam tiga hari tergolong cukup baik. Selain itu, studio diketahui pernah memberikan lampu hijau untuk sekuel film yang pendapatannya lebih buruk. Di akhir film, konflik antara Ryu dan Ken mencapai klimaks ketika Ryu menyerah pada kegelapan dan berubah menjadi Evil Ryu. Ken kemudian menggunakan flaming Hadoken untuk menyadarkan Ryu, dan mereka berdamai. Sementara itu, Bison dan pasukannya melarikan diri sambil membawa Akuma yang tak berdaya untuk menguras kekuatan psycho power-nya. Ryu, Ken, Chun-Li, dan Dan kemudian dijemput oleh Guile dan Dhalsim untuk memburu Bison, yang di akhir cerita pergi ke pulau tropis untuk merekrut Sagat. Adegan ini jelas menjadi fondasi bagi potensi sekuel.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, street fighter 2026 review menyimpulkan bahwa film ini layak ditonton bagi penggemar game yang merindukan aksi para petarung legendaris, tetapi bukan tontonan yang mengandalkan kedalaman cerita. Perkembangan selanjutnya akan ditentukan oleh kemampuan film ini bertahan di box office dan respons pasar dalam beberapa pekan mendatang.
Baca juga:











