Sorothari – 21 Oktober 2026 | Anne Hathaway kembali menjadi sorotan dunia hiburan lewat peran terbarunya dalam film thriller psikologis berjudul Verity (Bí mật bị chôn vùi). Dalam film yang diadaptasi dari novel karya Colleen Hoover itu, aktris peraih Oscar ini memerankan Verity Crawford, seorang penulis terkenal yang mengalami kecelakaan serius hingga kehilangan kemampuan berkomunikasi. Film ini telah tayang di bioskop sejak 2 Oktober 2026 dan diproduksi oleh Amazon MGM Studios. Selain Hathaway, film ini juga dibintangi Dakota Johnson dan Josh Hartnett, dengan Michael Showalter sebagai sutradara.
Verity mengisahkan Lowen Ashleigh, seorang penulis yang tengah menghadapi kesulitan karier dan mendapat kesempatan untuk menyelesaikan seri buku karya Verity Crawford. Lowen kemudian tinggal di rumah keluarga Crawford dan menemukan manuskrip yang berisi pengakuan mengejutkan tentang masa lalu Verity serta hubungannya dengan sang suami, Jeremy. Seiring berjalannya cerita, Lowen mulai meragukan kebenaran dari apa yang dibacanya. Film ini mengeksplorasi batas antara fiksi dan realitas, manipulasi, dan obsesi, serta mempertanyakan seberapa banyak rahasia yang bisa tersembunyi di balik sebuah cerita yang tampak biasa.
Baca juga:Tantangan terbesar bagi Anne Hathaway dalam film ini adalah memerankan karakter dengan dua sisi yang bertolak belakang. Di masa kini, Verity digambarkan sebagai perempuan yang hampir sepenuhnya kehilangan kemampuan berinteraksi dengan dunia luar akibat kecelakaan parah. Namun, melalui buku otobiografi berjudul So Be It, Lowen mengenal sosok Verity yang berbeda: memesona, energik, glamor, dan tampak selalu mengendalikan hidupnya. Peralihan dari sosok yang nyaris tak bergerak menjadi perempuan penuh vitalitas dan hasrat itu menjadi daya tarik tersendiri. Setiap tatapan, gerak tubuh, dan ekspresi keinginan yang ditampilkan membuat penonton sulit mengalihkan pandangan, namun pesona tersebut selalu disertai kesan berbahaya. Hathaway berhasil menampilkan karakter yang mengesankan tanpa harus terus-menerus menunjukkan kegilaan, tetapi tetap terasa mengancam.
Film ini sengaja tidak memberikan jawaban pasti tentang siapa Verity sebenarnya. Ia bisa jadi korban tragedi keluarga, atau justru dalang manipulasi di balik semua peristiwa. Bahkan, kedua kemungkinan itu tidak saling meniadakan. Apa yang dilihat Lowen belum tentu mencerminkan sifat asli Verity, karena sebagian besar pemahamannya tentang perempuan itu berasal dari buku otobiografi yang penuh detail meragukan. Hathaway memanfaatkan ambiguitas tersebut untuk menciptakan karakter yang membuat penonton penasaran sekaligus gelisah.
Selain aspek psikologis, Verity juga mengeksplorasi hasrat fisik di antara ketiga tokoh utamanya: Verity, Jeremy, dan Lowen. Adegan seksual dalam film ini tidak sekadar hadir untuk daya tarik visual, tetapi juga terkait erat dengan kekuasaan, kepemilikan, dan pilihan egois para karakter. Terutama dalam adegan antara Lowen dan Jeremy. Gambaran Lowen yang mengenakan gaun merah berjalan di samping suami Verity mengingatkan pada bab-bab awal dalam buku otobiografi Verity yang penuh sensualitas. Chemistry antara Anne Hathaway dan Dakota Johnson juga menjadi sorotan, terutama dalam adegan ciuman di sofa yang menuntut keduanya melakukan berbagai teknik tubuh kompleks agar terlihat natural namun tetap menjaga ketegangan sebagai rival.
Baca juga:Dari sisi adaptasi, film ini cukup setia pada struktur novel yang rumit, meski tidak semua detail buku dapat dipertahankan. Film ini menghabiskan cukup banyak waktu untuk adegan wawancara Verity dengan pembawa acara televisi. Meski kadang membuat alur terasa lambat, adegan-adegan tersebut berhasil membangun citra Verity sebagai penulis terkenal yang dihormati publik, sekaligus menciptakan kontras ketika rahasia gelap mulai terungkap di balik citra sempurna itu. Hubungan antara Lowen, Jeremy, dan Verity juga menyimpan banyak ketidakjelasan. Dalam novel aslinya, Jeremy digambarkan sebagai pria yang bersikap keras terhadap genre horor dan thriller yang digeluti istrinya. Ia sering mempertanyakan karakter kejam dalam karya Verity, bahkan menanyakan apakah penulisan cerita seperti itu mencerminkan masalah psikologis tertentu. Detail ini memperkaya kompleksitas hubungan suami-istri dan menimbulkan kecurigaan terhadap sifat asli Jeremy.
Di sisi lain, Anne Hathaway juga terlibat dalam proyek sekuel Days of Thunder 2 yang akan dibintangi Tom Cruise. Dalam film yang dijadwalkan tayang pada 2 Juni 2028 itu, Hathaway akan berperan sebagai pemilik dan insinyur yang terkait dengan tim balap. Karakternya memiliki keterkaitan langsung dengan keputusan teknis dan olahraga yang diambil di balik layar. Produksi film ini direncanakan melibatkan lebih dari 80 mobil balap untuk mereplikasi intensitas NASCAR dan menampilkan kecepatan, strategi, serta risiko kompetisi. Kehadiran Hathaway diharapkan memperluas cakupan cerita, tidak hanya soal rivalitas pembalap, tetapi juga bagaimana tim kompetitif dibangun dan apa yang terjadi ketika tuntutan olahraga berbenturan dengan kepentingan ekonomi. Paramount Pictures akan merilis film ini dalam format layar lebar termasuk IMAX, dengan Tom Cruise kembali bekerja sama dengan produser Jerry Bruckheimer.
Selain prestasi di dunia film, Anne Hathaway juga menarik perhatian di dunia mode. Saat mempromosikan Verity dalam acara CBS Mornings, ia memilih gaun Anya karya desainer asal Barranquilla, Silvia Tcherassi. Gaun itu memiliki warna hijau kebiruan dengan tekstur beludru dan siluet asimetris yang anggun. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang menonjol dalam wawancara televisi itu, sekaligus memperkuat eksistensi mode Kolombia di panggung internasional. Hathaway bergabung dengan sejumlah bintang Hollywood lain yang pernah mengenakan karya Tcherassi, seperti Catherine Zeta-Jones, pada tahun 2026 ini.
Baca juga:Dengan berbagai proyek yang tengah dijalani, Anne Hathaway membuktikan bahwa eksistensinya di industri hiburan tetap kuat. Verity menjadi bukti kemampuannya memerankan karakter kompleks, sementara keterlibatannya dalam Days of Thunder 2 menunjukkan keberaniannya mencoba genre baru. Sementara itu, pilihan busananya di acara televisi menambah dimensi lain dari sosoknya sebagai ikon gaya. Publik kini menantikan bagaimana kiprah Hathaway selanjutnya, terutama menjelang perilisan sekuel film balap tersebut pada 2028 mendatang.












