Final WNBA Memanas: Angel Reese Bangkit, Atlanta Dream Samakan Kedudukan 1-1

Final WNBA Memanas: Angel Reese Bangkit, Atlanta Dream Samakan Kedudukan 1-1
Final WNBA Memanas: Angel Reese Bangkit, Atlanta Dream Samakan Kedudukan 1-1

Sorothari – 21 Oktober 2026 | Final WNBA 2026 memasuki babak krusial setelah Atlanta Dream berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melawan Golden State Valkyries. Pada laga kedua yang berlangsung di Chase Center, San Francisco, Senin waktu setempat, Dream menang 79-65 berkat penampilan dominan Angel Reese yang mencetak 30 poin dan 16 rebound. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Dream di final sepanjang sejarah waralaba, setelah sebelumnya menelan 10 kekalahan beruntun di tiga penampilan final sebelumnya.

Reese, yang tampil agresif sejak awal, menjadi motor serangan Atlanta. Pelatih Karl Smesko mengaku sudah melihat determinasi luar biasa dari bintangnya itu sebelum pertandingan dimulai. “Bahkan saat masuk ruang ganti, orang pertama yang saya temui adalah Angel, dan saya langsung berpikir, ‘Oh, saya suka ekspresi ini’,” ujar Smesko seperti dikutip dari Associated Press. Reese memang sempat menjadi sorotan setelah gagal mencetak poin di paruh kedua Game 1, yang berakhir dengan kekalahan tipis 68-64. Namun, ia membalas dengan performa superior di kedua sisi lapangan pada laga kedua.

Baca juga:
MLS: Messi Cetak Gol tetapi Inter Miami Kembali Terpuruk, Atlanta United Incar Kebangkitan

Selain aksi Reese, Atlanta juga mencatatkan rekor final WNBA melalui Rhyne Howard yang menorehkan enam steal dalam satu pertandingan. Pertahanan ketat Dream membuat Valkyries melakukan 19 turnover yang berujung pada 24 poin bagi Atlanta. Pelatih Golden State, Natalie Nakase, mengakui keunggulan lawan. “Itu bisa dikendalikan, tetapi saya beri kredit untuk usaha, kerja keras, dan perjuangan mereka. Mereka melakukan pekerjaan luar biasa dalam menutup jalur dan menciptakan turnover,” kata Nakase. Sementara itu, point guard Valkyries, Veronica Burton, merasa bertanggung jawab atas tingginya turnover timnya. “Itu dimulai dari saya,” ujarnya singkat.

Meski menang, Reese sempat menuai kritik karena aksi emosionalnya di kuarter ketiga. Dengan sisa waktu lebih dari tujuh menit, ia terlihat meminta bola dengan gestur keras saat dijaga Kayla Thornton, tetapi Jordin Canada memilih mengoper ke luar garis tiga poin. Reese kemudian meninggalkan posisi dan berjalan ke pinggir lapangan, memicu reaksi negatif warganet yang menilainya kurang dewasa secara emosional. Namun, kontribusinya tetap menjadi faktor utama kemenangan Dream.

Di sisi lain, final WNBA kali ini juga diwarnai kontroversi terkait sikap kedua tim terhadap lagu kebangsaan. Untuk kedua kalinya berturut-turut, pemain Atlanta Dream dan Golden State Valkyries meninggalkan lapangan sebelum lagu kebangsaan Amerika Serikat dikumandangkan. Pada Game 2, penyanyi Alanis Morissette membawakan lagu kebangsaan dengan penuh penghayatan, namun kedua tim baru kembali ke lapangan setelah penampilan tersebut selesai. Insiden ini memicu kritik dari sejumlah pihak, termasuk komentator Craig Carton yang menuduh tim WNBA “tidak menghormati Amerika”. Hingga saat ini, liga belum memberikan pernyataan resmi terkait pelanggaran aturan yang mewajibkan pemain berdiri dan berbaris selama lagu kebangsaan.

Baca juga:
Atlanta United Bantai CF Montreal 3-0, Galoppo dan Hoyos Jadi Kunci Kemenangan

Sebelumnya, pada Game 1, penyanyi R&B asal Oakland, Goapele, membawakan lagu kebangsaan, sementara EGOT winner Rita Moreno tampil pada bagian drum pra-pertandingan. Untuk Game 2, rapper Too $hort mengisi intro drum sebelum penampilan Morissette, dan rapper asal Vallejo, LaRussell, tampil di halftime. Deretan penampil ini menunjukkan upaya Valkyries untuk merangkul budaya lokal Bay Area, yang juga membantu mereka selalu menjual habis tiket kandang sejak debut di Chase Center.

Final WNBA 2026 sendiri merupakan pertemuan antara dua tim yang baru berdiri dalam beberapa tahun terakhir. Golden State Valkyries, yang baru memasuki musim kedua, berhasil meraih unggulan kedua di liga berkat pertahanan solid mereka. Sementara Atlanta Dream, yang dilatih Karl Smesko sejak dua tahun lalu, berambisi meraih gelar pertama setelah tiga kali gagal di final. Angel Reese, yang menjadi wajah baru Dream, menegaskan tekadnya untuk membawa timnya meraih sesuatu yang istimewa. “Saya ingin memimpin tim ini meraih sesuatu yang spesial, dan itu dimulai dari panggung final WNBA,” ujarnya.

Game 3 akan digelar di State Farm Arena, Atlanta, pada Rabu malam waktu setempat. Dengan kedudukan imbang 1-1, laga ini menjadi penentu momentum bagi kedua tim. Dream berharap dukungan publik Atlanta dapat menjadi energi tambahan, sementara Valkyries berupaya bangkit dan kembali mengendalikan seri. Final WNBA 2026 masih panjang, dan persaingan menuju gelar juara semakin terbuka.

Baca juga:
Cincinnati Pukul Atlanta United 3-1 di Mercedes-Benz Stadium

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *