Sorothari – 25 Oktober 2026 | Keputusan petenis Polandia Iga Świątek untuk mengakhiri musim 2026 lebih awal mendapat dukungan dari mantan petenis nomor satu dunia, Kim Clijsters. Clijsters menilai langkah Świątek yang memilih absen dari WTA Finals dan fokus pada pemulihan cedera merupakan keputusan bijak yang telah dipertimbangkan secara matang. Świątek memutuskan mundur dari persaingan setelah mengalami cedera otot paha saat tampil di turnamen WTA Wuhan.
Dalam podcast Love All, Clijsters mengungkapkan bahwa keputusan tersebut bukanlah hal yang diambil secara terburu-buru. Menurutnya, Świątek telah melalui proses analisis panjang sebelum memutuskan untuk menghentikan musimnya.
Baca juga:“Saya yakin dia telah memikirkannya dengan sangat matang. Keputusan seperti ini tidak diambil hanya dalam beberapa menit. Itu telah dianalisis berkali-kali, terlebih dia juga sempat mengalami beberapa cedera,” ujar Clijsters seperti dikutip dari podcast tersebut.
Clijsters, yang merupakan juara Grand Slam enam kali, menekankan pentingnya mendengarkan sinyal tubuh. Ia menilai memaksakan diri tampil di sisa musim berisiko memperparah cedera dan mengganggu persiapan menuju musim 2027.
“Menurut saya penting untuk mendengarkan tubuh dan menyadari apakah kita bisa memaksakan diri untuk beberapa pekan terakhir, lalu berisiko mengalami cedera yang butuh waktu lama untuk pulih. Apakah layak memaksakan diri jika tahu itu bisa memperburuk keadaan atau memengaruhi apa yang akan terjadi di 2027?” kata Clijsters.
Ia juga mengaitkan pengalamannya sendiri. Clijsters mengaku pernah berada dalam situasi yang memperburuk cedera karena menganggap remeh rasa sakit.
“Saya pernah berada di posisi di mana saya memperburuk cedera karena berpikir bisa mengatasinya dan mungkin hanya otot yang tertarik. Terkadang kita menganggapnya terlalu enteng,” tuturnya.
Kronologi Cedera dan Keputusan Mundur
Masalah kesehatan Iga Świątek bermula saat laga semifinal di Wuhan melawan Maja Chwalińska. Meski mengalami cedera otot dan mendapat saran dari tim pelatih untuk menghentikan pertandingan, petenis berusia 25 tahun itu memilih melanjutkan. Ia akhirnya kalah dalam dua set langsung dengan skor 5:7 dan 1:6.
Tidak lama setelah kejadian tersebut, Świątek mengumumkan melalui media sosial bahwa ia tidak akan tampil di turnamen mana pun hingga akhir tahun. “Saya tidak akan bermain di turnamen apa pun tahun ini,” tulisnya.
Baca juga:Akibatnya, untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir, Świątek absen dari WTA Finals, turnamen bergengsi yang mempertemukan delapan petenis terbaik dunia. Sebelumnya, ia selalu tampil dalam lima edisi beruntun.
Dalam pernyataan resminya, Świątek menyebut musim 2026 sebagai salah satu musim paling menantang dalam kariernya. “Ini adalah salah satu musim paling menantang dalam karier saya, penuh tantangan, perubahan, dan pelajaran berharga. Saya sangat bangga dengan kerja keras kami di paruh kedua tahun ini dan kemajuan yang saya capai. Ini memberi saya kepercayaan diri besar untuk menghadapi apa yang ada di depan,” ujarnya.
“Beberapa bulan terakhir, bahkan beberapa tahun terakhir, sangat intens. Saya merasa perlu istirahat untuk meregenerasi tubuh sepenuhnya. Dan itulah yang akan saya lakukan, kali ini saya akan meluangkan waktu lebih lama,” tambah Świątek.
Evaluasi Kerja Sama dengan Francisco Roig
Di sisi lain, Iga Świątek juga sempat berbicara tentang kerja samanya dengan pelatih asal Spanyol, Francisco Roig. Pada wawancara dengan media Asia saat rangkaian turnamen di China, ia mengungkapkan alasan memilih Roig yang mulai menanganinya sejak April 2026.
“Saat memilih pelatih, kita harus memiliki sedikit kepercayaan karena tidak pernah ada kepastian seratus persen siapa yang cocok. Mungkin setelah dua bulan kita bisa melihat seperti apa ide-ide pelatih,” kata Świątek.
Ia mengaku terkesan dengan visi Roig dan rekam jejaknya. “Kami berbicara sebelum bertemu langsung. Saya suka visinya, dan saya juga mendengar banyak hal baik tentang Francisco. Itu memberi informasi tambahan tentang dirinya. Dia juga siap terlibat penuh sejak awal dan ingin mengikuti banyak turnamen,” jelasnya.
Świątek menambahkan bahwa Roig memahami apa yang perlu diubah untuk meningkatkan permainannya. “Dia tahu apa yang harus dilakukan agar saya bisa mengubah permainan dan menyesuaikannya dengan cara yang dia inginkan. Saya sangat menyukainya. Jika pelatih berkomitmen, pemain lebih mudah percaya dan mengubah beberapa hal dalam permainannya, meski awalnya terasa tidak alami,” ujarnya.
Baca juga:Mengenai aspek teknis yang ingin diperbaiki, Świątek menyebut servis, voli, dan pendekatan ke net sebagai prioritas utama. “Hal-hal yang selalu harus saya perbaiki adalah servis, mungkin voli, dan lebih sering maju ke net. Tapi semua ada waktunya,” kata dia.
Ia juga menyoroti tantangan dalam mengembangkan permainan di tenis. “Di tenis tidak mudah melakukan banyak perubahan dan terus berkembang karena sebagian besar musim kita hanya beradaptasi dengan kondisi di berbagai tempat. Kami tidak punya periode istirahat panjang seperti olahraga lain, misalnya dua sampai tiga bulan jeda antar musim. Bagi kami itu lebih sulit,” tuturnya.
“Itu hal paling jelas yang perlu saya perbaiki, tapi kenyataannya bulan demi bulan muncul hal-hal kecil yang harus saya sesuaikan, berkembang sebagai pemain, sekaligus siap untuk saat ini juga,” pungkasnya.
Liburan di Maladewa
Setelah resmi mengakhiri musim, Iga Świątek langsung berlibur ke Maladewa. Petenis peringkat sembilan dunia itu terlihat menikmati waktu santainya dan sempat berfoto dengan penggemar asal Asia yang kebetulan bertemu saat sarapan.
Seorang penggemar membagikan pengalaman tersebut di media sosial China. “Makan sarapan dan bertemu Iga Świątek, sungguh keberuntungan luar biasa! Dia duduk di meja sebelah saat makan. Kami berfoto bersama, dan dia bahkan mengucapkan selamat ulang tahun kepada bos kami. Bos sangat senang,” tulis penggemar tersebut.
Świątek menutup musim 2026 dengan catatan 42 kemenangan dan 16 kekalahan. Ia meraih satu gelar, yaitu turnamen WTA 1000 Toronto pada Agustus, dan mengumpulkan hadiah turnamen sebesar 4.302.239 dolar AS. Kini ia menikmati masa istirahat sebelum kembali ke lapangan, dengan rencana tampil di turnamen eksibisi The Six—The Christmas, Only in Seoul pada akhir Desember mendatang.












