Sorothari – 25 Oktober 2026 | Final French Open 2026 di Arena Grand Paris menyajikan duel menarik antara tunggal putri India PV Sindhu dan ratu bulu tangkis dunia asal Korea Selatan An Se Young. Laga puncak ajang BWF World Tour Super 750 tersebut menjadi ujian terberat bagi Sindhu yang tengah berburu gelar juara ketujuh di level World Tour, sementara An Se Young berada di puncak performa dengan rekor hampir sempurna sepanjang musim ini.
Sindhu melaju ke final setelah melewati laga semifinal yang penuh drama melawan wakil Jepang, Hina Akechi. Pada pertemuan pertama mereka, Sindhu sempat kehilangan gim kedua setelah sempat menyamakan kedudukan 20-20. Namun, pada gim penentuan, mantan juara dunia itu menunjukkan ketenangan di poin-poin kritis. Sebuah reli panjang 38 pukulan yang berakhir dengan kesalahan net dari Akechi menjadi titik balik penting, membawa Sindhu unggul 18-16 sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan smash silang.
Baca juga:Sepanjang turnamen, penampilan Sindhu memang mengingatkan pada masa jayanya. Ia membuka perjalanan dengan kemenangan sulit atas wakil Thailand, Supanida Katethong, lalu menaklukkan Riko Gunji dari Jepang dan Chiu Pin-chian dari Chinese Taipei dalam dua gim langsung. Kemenangan atas Chiu Pin-chian sendiri terekam dalam laporan media Taiwan yang menyebut tunggal putri Indonesia, Putri Wardani, juga tersingkir di perempat final oleh Akechi.
Bagi Sindhu, final French Open menjadi peluang untuk menambah koleksi gelar Super 750 keduanya dalam satu musim. Sebelumnya, ia bangkit dengan menjuarai Japan Open pada Juli lalu, mengalahkan juara dunia tiga kali Akane Yamaguchi di partai puncak. Gelar tersebut merupakan trofi World Tour keenam Sindhu dan yang pertama sejak Desember 2024. Jika mampu mengatasi An Se Young, ia akan meraih lebih dari satu gelar dalam satu tahun kalender untuk pertama kalinya sejak 2022.
Tembok An Se Young
Namun, rintangan di depan Sindhu terbilang sangat berat. An Se Young datang ke final dengan rekor 65 kemenangan dan hanya satu kekalahan sepanjang 2026, serta membawa 49 kemenangan beruntun. Tunggal putri peringkat satu dunia itu juga sudah mengoleksi sembilan gelar musim ini dan membidik gelar kesepuluh di Paris.
Di semifinal, An Se Young menyingkirkan wakil Jepang Nami Okuhara dalam dua gim langsung 21-12 dan 21-19 selama 45 menit. Kemenangan tersebut memperpanjang rekor sempurna An Se Young atas Okuhara menjadi 7-0. Pada gim kedua, ia sempat dipaksa bekerja keras setelah unggul 18-13, tetapi mampu mengendalikan tekanan dan menutup laga dengan memanfaatkan kesalahan lawan.
Baca juga:Menariknya, An Se Young menegaskan tidak ingin terbebani oleh catatan sejarah yang bisa ia ciptakan. Menurut laporan media Korea Selatan, ia mengaku menikmati pertandingan melawan Okuhara yang memaksanya bermain hingga batas kemampuan. Soal peluang juara, pemain berusia 24 tahun itu memilih untuk tidak memikirkannya.
“Saya tidak memikirkannya. Saya menganggap pertandingan besok sebagai tantangan baru di jalan yang saya lalui dan akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar An Se Young seperti dikutip dari laman resmi French Open.
Pernyataan tersebut menunjukkan kematangan mental An Se Young yang sedang berada di puncak karier. Sepanjang turnamen, ia memang tampil dominan. Pada babak 32 besar, ia hanya memberi 10 poin kepada Amalie Schulz dalam kemenangan 21-6 dan 21-4 yang berlangsung 25 menit. Di babak 16 besar, ia sempat dikejutkan oleh tunggal muda India Tanvi Sharma yang memimpin 5-1, tetapi segera membalikkan keadaan dan menutup gim pertama 21-11.
Rekor Pertemuan dan Peluang
Secara head-to-head, Sindhu belum pernah mengalahkan An Se Young dalam 10 pertemuan sebelumnya. Catatan itu menjadi gambaran betapa sulitnya misi Sindhu untuk menghentikan dominasi tunggal putri Korea Selatan tersebut. Meski demikian, performa Sindhu di Paris menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang serius.
Baca juga:Final French Open 2026 sendiri menjadi bagian dari rangkaian BWF World Tour yang bergengsi. Turnamen ini mempertemukan para pemain terbaik dunia dan menjadi tolok ukur menjelang akhir musim. Bagi An Se Young, kemenangan di Paris akan mempertegas posisinya sebagai pemain nomor satu dunia sekaligus menambah koleksi gelar bergengsinya. Sementara bagi Sindhu, gelar ini akan menjadi bukti bahwa ia masih mampu bersaing di level tertinggi.
Pertandingan final dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026. Publik bulu tangkis Indonesia dapat menyaksikan laga ini melalui siaran resmi BWF World Tour. Pertanyaan besarnya, apakah Sindhu mampu memutus rekor buruk melawan An Se Young, atau justru An Se Young yang kembali menegaskan dominasinya di panggung dunia.












