Sorothari – 26 Oktober 2026 | Virus Shamonda tipe 2 (SHAV) telah terdeteksi pada sebuah peternakan sapi di kawasan Donostialdea, Gipuzkoa, Spanyol. Ini merupakan kasus pertama di wilayah Basque tersebut. Dinas Peternakan Gipuzkoa (Diputación Foral de Gipuzkoa) mengumumkan temuan ini sebagai bagian dari upaya pengawasan epidemiologi terhadap penyakit-penyakit emerging yang dapat menyerang ternak. Meskipun demikian, hingga saat ini tidak ditemukan kasus tambahan, baik di peternakan tersebut maupun di peternakan lain di Gipuzkoa. Otoritas tetap melakukan pemantauan aktif untuk mendeteksi dini potensi penyebaran lebih lanjut.
Informasi mengenai temuan ini telah disampaikan kepada para pelaku industri peternakan melalui Mesa de Sanidad Animal. Dinas Peternakan mengimbau agar peternak meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan ternak mereka, segera melaporkan kepada layanan veteriner jika menemukan gejala mencurigakan, dan memperketat pengendalian serangga vektor, karena serangga merupakan transmiter utama virus ini. Selain itu, langkah-langkah biosekuriti standar juga ditekankan.
Baca juga:Kepada masyarakat umum, Diputación Foral de Gipuzkoa menyampaikan pesan ketenangan. Virus Shamonda terutama menyerang sapi dan memiliki tingkat kematian yang rendah. Virus ini juga tidak tergolong zoonosis, artinya tidak menular dari hewan ke manusia, sehingga tidak menimbulkan risiko signifikan bagi kesehatan masyarakat. “Kami ingin menyampaikan pesan tenang kepada warga, karena virus ini terutama menyerang sapi dan tingkat kematiannya rendah,” ujar perwakilan Diputación.
Virus Shamonda (SHAV) adalah virus dari genus Orthobunyavirus yang ditularkan terutama melalui gigitan serangga kecil dari genus Culicoides. Virus ini pertama kali diidentifikasi di Nigeria pada pertengahan 1960-an dan hingga 2026 hanya dilaporkan secara sporadis di beberapa wilayah Afrika Barat, Timur, dan Selatan, serta Jepang. Pada musim panas 2026, virus ini untuk pertama kalinya terdeteksi di Eropa Tengah dengan varian yang disebut Shamonda-Eropa. Sejak itu, kasus telah dilaporkan di Austria, Jerman, Belgia, Slovenia, Spanyol, Prancis, Irlandia, Italia, Liechtenstein, Belanda, Portugal, Inggris (Jersey), dan Swiss.
Sapi merupakan inang utama dan rentan terhadap infeksi serta penyakit klinis. Domba dan kambing juga tampaknya dapat terinfeksi, meskipun tanpa gejala yang jelas. Pada kuda, telah ditemukan hewan positif dengan gejala saraf, namun hubungan kausal dengan gejala klinis belum dapat dibuktikan. Sebagian besar hewan dewasa pulih dengan sendirinya. Dampak utama virus ini adalah pada produksi susu yang menurun, serta pada hewan betina bunting dapat menyebabkan gangguan reproduksi seperti abortus atau janin cacat.
Baca juga:Kasus di Gipuzkoa ini muncul setelah pekan lalu seorang pria di Prancis meninggal dunia akibat infeksi virus Shamonda. Kasus tersebut merupakan deteksi pertama virus pada manusia. Pasien dilaporkan mengalami imunosupresi berat dan meninggal dengan gejala neurologis. Kasus ini telah dilaporkan dalam jurnal Nature dan memicu peninjauan kembali potensi zoonotik virus. Sebelumnya, otoritas kesehatan Prancis mengumumkan investigasi untuk mengetahui cara penularan. Sejumlah peneliti menduga infeksi terjadi melalui transfusi darah, bukan gigitan vektor alami.
Sebelumnya, Pemerintah Spanyol telah mengonfirmasi keberadaan virus Shamonda di peternakan di enam provinsi: Córdoba, Toledo, Cantabria, Madrid, Ávila, dan Girona. Laboratorium Pusat Veteriner (LCV) Algete mengidentifikasi tipe 1 di Córdoba, Toledo, Ávila, Madrid, dan Girona, sedangkan tipe 2 di Cantabria. Hewan yang terinfeksi umumnya menunjukkan gejala demam, diare, dan penurunan produksi susu. Kementerian Pertanian, Perikanan, dan Pangan (MAPA) Spanyol menyatakan terus memantau situasi yang mempengaruhi ternak sapi, domba, dan kambing nasional.
Menyikapi temuan di Gipuzkoa, Pemerintah Basque melalui Departemen Pangan, Pembangunan Pedesaan, Pertanian, dan Perikanan menyerukan ketenangan. Mereka menegaskan bahwa penyakit ini biasanya menimbulkan gejala ringan pada ternak dewasa dan risiko bagi populasi umum sangat rendah. Tidak ada bukti penularan melalui konsumsi daging, susu, atau produk olahannya. Kondisi klinis hewan yang terinfeksi dilaporkan stabil dan peternakan tetap dalam pengawasan layanan veteriner.
Baca juga:Virus Shamonda menjadi perhatian karena penyebarannya yang cepat di Eropa. Vektor utamanya, Culicoides, adalah serangga kecil berukuran 1-3 mm yang sering keliru dianggap nyamuk biasa. Meskipun perannya sebagai pembawa virus dianggap pasti, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah ada spesies lain yang juga berperan sebagai vektor. Hingga kini, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga pengendalian vektor dan biosekuriti menjadi langkah utama dalam mencegah penyebaran.
Otoritas setempat terus melakukan pemantauan dan mengimbau peternak untuk melaporkan segera jika ada tanda-tanda penyakit. Masyarakat diharapkan tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Perkembangan situasi akan terus diperbarui seiring dengan hasil investigasi dan pengawasan yang sedang berjalan.












