Sorothari – 23 Juli 2026 | Jepang mencatat hari pertama bersuhu 40 derajat Celsius pada Selasa (21/7/2026), sekaligus menandai penggunaan resmi istilah baru “Kokushobi” atau “hari dengan panas menyiksa” yang diperkenalkan Badan Meteorologi Jepang (JMA) sejak April lalu. Suhu tertinggi mencapai 40,6 derajat Celsius di Kuwana, Prefektur Mie, menjadikannya rekor baru di stasiun pengamatan setempat.
Gelombang panas ekstrem ini melanda sejumlah wilayah di Jepang, terutama di kawasan Tokai dan Kanto. Pada Rabu (22/7), suhu di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, menembus 40,1 derajat Celsius, sementara Tajimi dan Gujo di Prefektur Gifu masing-masing mencatat 40,0 derajat Celsius. Total enam lokasi mencatat suhu 39,8 derajat Celsius, termasuk Toyota (Aichi), Tenryu (Shizuoka), Kofu (Yamanashi), serta Isesaki, Kiryu, dan Tatebayashi di Prefektur Gunma.
Baca juga:JMA mengeluarkan peringatan serangan panas (heatstroke) untuk 41 dari 47 prefektur di Jepang. Ini adalah level kewaspadaan tertinggi setelah suhu melampaui ambang berbahaya. Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo melaporkan 287 orang dilarikan ke rumah sakit pada Selasa akibat dugaan serangan panas. Seorang pria berusia 85 tahun ditemukan meninggal di rumah kaca di Tochigi, sementara dua kematian lainnya dilaporkan di Niigata dan Kanagawa.
Kokushobi: Kategori Baru untuk Panas Ekstrem
Istilah “Kokushobi” secara harfiah berarti “hari yang sangat panas dan kejam”. Kategori ini diperkenalkan JMA pada April 2026 untuk menggambarkan suhu di atas 40 derajat Celsius, yang sebelumnya masuk dalam kategori “moshobi” (suhu di atas 35 derajat Celsius). Langkah ini diambil seiring dengan peningkatan frekuensi cuaca panas ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Pada musim panas 2024, lebih dari 100.000 orang dirawat akibat sengatan panas, dan jumlah kematian akibat panas untuk pertama kalinya melampaui 2.000 kasus.
Baca juga:Dampak terhadap Masyarakat dan Industri
Pemerintah Tokyo mengimbau pekerja untuk mengenakan pakaian kasual guna mengurangi risiko kepanasan. Warga diimbau menggunakan pendingin ruangan, menjaga hidrasi, dan menghindari aktivitas luar ruangan yang berkepanjangan. Di sektor pertanian, petani mulai beralih ke varietas padi yang lebih tahan panas atau beralih ke komoditas seperti alpukat. Turnamen bisbol nasional Koshien juga mulai menyesuaikan jadwal pertandingan akibat cuaca ekstrem.
Dari 914 stasiun pengamatan cuaca di seluruh Jepang, sebanyak 278 mencatat suhu di atas 35 derajat Celsius pada hari Rabu. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, dengan wilayah Kanto dan Tokai menjadi pusat perhatian. Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca terbaru dan mengambil langkah antisipasi.
Baca juga:












