Berita  

Kompol Aditia Mulya Wafat Setelah 7 Tahun Koma Usai Dianiaya Pesilat

Kompol Aditia Mulya Wafat Setelah 7 Tahun Koma Usai Dianiaya Pesilat
Kompol Aditia Mulya Wafat Setelah 7 Tahun Koma Usai Dianiaya Pesilat

Sorothari – 26 Oktober 2026 | Kabar duka datang dari lingkungan Kepolisian Daerah Jawa Tengah pada Jumat hari ini. Kompol Aditia Mulya, seorang perwira yang sejak 2019 berada dalam kondisi koma akibat dianiaya sejumlah pesilat, menghembuskan napas terakhir pada pukul 03.00 WIB. Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Yuliyanto membenarkan informasi tersebut dan menyampaikan bahwa jenazah almarhum rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tegal Binangun, Klaten, pada sore hari ini.

Kepergian Kompol Aditia menjadi penutup dari perjuangan panjangnya selama kurang lebih tujuh tahun dalam kondisi tidak sadarkan diri. Menurut Yuliyanto, sejak peristiwa penganiayaan yang terjadi pada 2019 silam, Aditia tidak pernah pulih dari koma meskipun telah menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit, mulai dari Semarang, Jakarta, hingga Singapura. “Udah dilakukan pengobatan di Semarang, Jakarta, Singapura juga, namun tetap dalam kondisi koma,” ujar Yuliyanto saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat hari ini.

Baca juga:
Super Typhoon Champi Tewaskan Satu Warga Taiwan, 527 Luka dan 288.000 Rumah Padam

Peristiwa yang menimpa Aditia bermula ketika ia masih berpangkat AKP dan menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polres Wonogiri. Pada 2019, ia mengalami luka parah akibat dikeroyok saat berupaya melerai dua kelompok perguruan pencak silat yang terlibat bentrokan di Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, tengah malam. Saat kejadian, Aditia sedang melakukan pengamanan dan tidak mengenakan seragam, serta terpisah dari rekan-rekan polisi lainnya. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Dr Oen Solobaru untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kabar mengenai kondisi Aditia sempat menjadi perhatian publik. Kapolri yang saat itu dijabat Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomitmen menanggung seluruh biaya perawatan Aditia. Namun, meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi Aditia tidak kunjung membaik. Bahkan, rencana untuk berobat ke Singapura sempat batal ketika kondisinya sempat stabil, sebelum akhirnya ia tetap bertahan dalam kondisi koma hingga akhir hayatnya.

Polda Jawa Tengah menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Kompol Aditia. “Kami dari Polda Jateng merasa kehilangan, semoga beliau husnul khotimah,” kata Yuliyanto. Ia juga berharap agar tidak ada lagi peristiwa perkelahian massal yang dilakukan oleh perguruan pencak silat yang merugikan pihak di luar perguruan maupun pihak perguruan itu sendiri. Harapan ini mencerminkan keprihatinan atas dampak sosial dari bentrokan antarkelompok yang telah merenggut nyawa seorang anggota polisi yang sedang menjalankan tugas.

Baca juga:
Gebrakan Lima Hari, Kepala BGN Sudaryono Pecat 261 Pegawai karena Dugaan Pelanggaran

Kompol Aditia Mulya dikenal sebagai perwira yang berdedikasi. Pengabdiannya sebagai anggota Polri harus berakhir tragis saat ia berusaha menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Peristiwa yang menimpanya menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi aparat kepolisian dalam menjalankan tugas di lapangan, terutama ketika harus berhadapan dengan konflik antarkelompok yang dapat memanas secara tiba-tiba.

Hingga saat ini, jenazah Kompol Aditia tengah dipersiapkan untuk dimakamkan di TPU Tegal Binangun, Klaten. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Jumat hari ini sore. Keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat diharapkan dapat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Polda Jawa Tengah juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan menghindari tindakan kekerasan yang dapat merugikan banyak pihak.

Kepergian Kompol Aditia Mulya meninggalkan duka mendalam bagi institusi Polri dan masyarakat Jawa Tengah. Semoga perjuangannya selama tujuh tahun dalam kondisi koma menjadi momentum untuk terus memperbaiki penanganan konflik sosial dan memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan kelompok masyarakat, termasuk perguruan pencak silat, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Baca juga:
Jumat Keliling Polri dan Khutbah Jumat 23 Oktober 2026: Polisi Dekat dengan Umat, Pesan Kamtibmas Mengalir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *