Kontroversi Doctor X: Petisi Pembatalan dan Rekor Rating di Tengah Sorotan Sejarah Gwangju

Kontroversi Doctor X: Petisi Pembatalan dan Rekor Rating di Tengah Sorotan Sejarah Gwangju
Kontroversi Doctor X: Petisi Pembatalan dan Rekor Rating di Tengah Sorotan Sejarah Gwangju

Sorothari – 26 Oktober 2026 | Drama Korea Doctor X: Mafia in White yang dibintangi Kim Ji-won tengah menjadi perbincangan hangat. Serial yang diadaptasi dari drama Jepang Doctor X: Surgeon Michiko Daimon ini sukses mencatat rating tinggi, namun di saat yang sama menghadapi gelombang protes. Sebuah petisi yang diajukan ke Majelis Nasional Korea Selatan menuntut peninjauan proses produksi dan penghentian penayangan drama tersebut. Kontroversi ini muncul setelah episode keenam yang tayang pada 24 Oktober 2026 menampilkan kisah yang berkaitan dengan Peristiwa Gwangju 1980.

Petisi tersebut mendapatkan dukungan awal yang cukup untuk masuk ke proses peninjauan, meskipun belum ada keputusan resmi untuk menghentikan penayangan. Hingga saat ini, drama tersebut masih tetap tayang di SBS dan dapat disaksikan di Netflix. Di sisi lain, rating Doctor X justru terus meroket. Episode keenam mencatat rating rata-rata nasional sebesar 19,5 persen menurut Nielsen Korea, dengan puncak rating mencapai 21,3 persen. Angka ini menjadikannya sebagai drama Korea dengan rating tertinggi kelima sepanjang sejarah drama Jumat-Sabtu SBS.

Baca juga:
Adriana Lima Kembali ke Panggung Victoria’s Secret, Klaim Turun Berat Badan Belum Terverifikasi

Kontroversi berpusat pada Episode 6 yang menyorot karakter Oh Sang-beom, diperankan oleh Ha Seong-gwang. Dalam cerita, Oh Sang-beom adalah seorang pria yang tertembak di kepala selama peristiwa Gwangju dan masih menderita sakit kepala, nyeri, serta halusinasi puluhan tahun kemudian. Episode ini juga menampilkan mantan presiden fiktif bernama Ji Du-seok yang diterbangkan ke rumah sakit. Sebagian penonton melihat karakter tersebut sebagai representasi dari mantan Presiden Korea Selatan Chun Doo-hwan, yang memimpin pemerintahan militer dan bertanggung jawab atas penindasan terhadap demonstrasi pro-demokrasi.

Kritik semakin kuat setelah munculnya detail-detail yang dianggap merujuk pada Peristiwa Gwangju, seperti bus bernomor 518, referensi radio tentang 18 Mei, dan adegan yang diambil di Taman Makam Nasional 18 Mei. Petisi menilai bahwa referensi sejarah tersebut tidak diperlukan untuk alur cerita dan tampak memasukkan pandangan politik tertentu. Pengaju petisi juga membandingkan adaptasi Korea ini dengan drama Jepang aslinya, Doctor X: Surgeon Michiko Daimon, yang lebih fokus pada keterampilan bedah sang tokoh utama.

Baca juga:
Naruto Siapkan Proyek Rasengan: Manga Baru, Anime Crossover, dan Game Global

Meskipun demikian, reaksi publik tidak sepenuhnya negatif. Sebagian penonton memuji episode tersebut karena menyoroti penderitaan jangka panjang para penyintas peristiwa Gwangju. Namun, tidak sedikit yang mempertanyakan relevansi materi sejarah sensitif dalam sebuah drama medis yang seharusnya berfokus pada operasi dan intrik rumah sakit. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak produksi mengenai tuntutan petisi tersebut.

Di tengah kontroversi, produser utama Lee Ok-gyu mengunggah poster Doctor X di media sosial pada 24 Oktober 2026 dengan tulisan “no fear” tanpa penjelasan lebih lanjut. Unggahan ini pun menuai spekulasi. Sementara itu, drama yang juga dikenal dengan judul Doctor X: Age of the White Mafia ini terus menorehkan prestasi. Pada minggu 12-18 Oktober 2026, serial ini mencatat 7,1 juta tayangan di Netflix dan menduduki peringkat pertama dalam daftar acara non-Inggris. Doctor X juga memimpin di tujuh negara dan masuk dalam 10 besar di 48 negara pada periode yang sama.

Baca juga:
BTS Tampil Memukau di Halftime Show Perdana Final Piala Dunia 2026

Dengan total 12 episode, Doctor X masih menyisakan separuh perjalanan. Rating yang terus meningkat dan kesuksesan global di Netflix menjadi modal besar bagi drama ini. Namun, bayang-bayang kontroversi sejarah bisa saja mempengaruhi penerimaan publik ke depannya. Bagaimana kelanjutan petisi dan apakah pihak produksi akan memberikan tanggapan resmi masih menjadi pertanyaan yang dinantikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *