Sorothari – 28 Oktober 2026 | Konser Kanye West bertajuk Ye Live in Jakarta yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu, 24 Oktober 2026, meninggalkan jejak signifikan bagi pariwisata dan ekonomi Ibu Kota. Konser tunggal perdana rapper yang kini dikenal sebagai Ye di Indonesia itu tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga menjadi sorotan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana karena dinilai membuktikan daya tarik Indonesia sebagai destinasi pertunjukan musik internasional.
Menurut Widiyanti, konser Kanye West menjadi momentum penting bagi pariwisata Indonesia. Ia menyoroti kehadiran sekitar 25 ribu penonton mancanegara dari 80 negara yang menunjukkan kuatnya potensi music tourism di Tanah Air. “Konser Ye Live in Jakarta merupakan momentum penting bagi pariwisata Indonesia. Kehadiran sekitar 25 ribu penonton mancanegara dari 80 negara menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya tarik yang sangat kuat sebagai destinasi pertunjukan musik internasional,” kata Widiyanti dalam keterangannya, Rabu, 28 Oktober 2026.
Baca juga:Total penonton konser tercatat mencapai 70 ribu orang. Berdasarkan data promotor Raw Vision Collective yang dikutip Kementerian Pariwisata, penonton internasional datang dari 80 negara, antara lain Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan China. Konser ini disebut memperlihatkan bahwa musik dapat mendorong perputaran ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia di panggung pariwisata dunia.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Widiyanti menilai kehadiran wisatawan untuk konser tidak berhenti pada pembelian tiket. Dampaknya menjalar ke sektor transportasi, hotel, kuliner, belanja, hingga kunjungan ke destinasi wisata lainnya. “Wisatawan yang datang untuk menikmati konser tidak hanya membeli tiket pertunjukan. Mereka juga menggunakan transportasi, menginap di hotel, menikmati kuliner, berbelanja, dan memiliki kesempatan menjelajahi destinasi wisata lainnya. Karena itu, semakin kuat ekosistem music tourism kita, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan belanja wisatawan dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Estimasi perputaran ekonomi dari konser Kanye West mencapai Rp600 miliar. Angka ini menjadi salah satu yang terpopuler di pemberitaan pada Selasa, 27 Oktober 2026, seperti dilaporkan NTVNews.id. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya juga mengungkapkan dampak ekonomi gabungan dari konser Ye dan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 yang mencapai Rp625 miliar atau sekitar US$37,5 juta. Dari jumlah tersebut, konser Kanye West diperkirakan menyumbang Rp450 miliar bagi Ibu Kota.
Baca juga:Pramono menjelaskan perhitungan tersebut tidak hanya berasal dari penjualan tiket, tetapi juga belanja pengunjung, kulineran, transportasi umum dan online, penerbangan, hingga okupansi hotel di Jakarta yang terisi penuh oleh fans lokal dan mancanegara. Fenomena ini mengingatkan pada Swiftonomics, dampak ekonomi besar dari konser Taylor Swift di Singapura yang memicu lonjakan turisme dan ekonomi di negara tersebut.
Perbandingan dengan Standar Pertunjukan Lain
Kesuksesan konser Kanye West juga menjadi pembanding bagi pertunjukan musik lain di Tanah Air. Founder dan Creative Director Enjoy Live Experience, Dino Hamid, menyebut standar penampilan Syahrini mampu bersaing dengan konser Kanye West. Ia mengungkapkan hal itu di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 27 Oktober 2026, saat membahas persiapan konser tunggal Syahrini.
Dino menceritakan bahwa ajang Pestapora 2026 menjadi jalan masuk bagi Syahrini ke panggung besar. Tim awalnya merencanakan sang artis tiba dengan helikopter khusus, namun akhirnya Syahrini menyapa penonton dengan menunggangi kuda di area festival. “Tapi tanpa itu pun kemarin juga hasilnya luar biasa kan, datang naik kuda, terus semua konsep yang kita develop itu ter-delivery dengan tim tim yang solid gitu,” kata Dino. Ia menilai penampilan tersebut membuktikan profesionalisme tim produksi dan kualitas pertunjukan kelas dunia.
Baca juga:Hingga saat ini, konser Kanye West di Jakarta menjadi salah satu event musik internasional paling berdampak bagi perekonomian kota. Pemerintah dan pelaku industri diharapkan terus memperkuat ekosistem music tourism agar manfaatnya berkelanjutan, tidak hanya saat gelaran besar berlangsung.












