Sorothari – 28 Oktober 2026 | Duel Santos vs Bahia pada pekan ke-32 Brasileirão 2026 berakhir ricuh dan penuh kontroversi. Laga di Vila Belmiro, Sabtu (24/10), berkesudahan 1-1, tetapi sorotan utama justru tertuju pada ekspulsi Neymar, kritik tajam Bahia terhadap sang bintang, serta sindiran pelatih Santos, Cuca, soal buruknya kondisi lapangan. Insiden bermula ketika Neymar menutup mulut saat berdebat dengan gelandang Bahia, Rodrigo Nestor, dan dianggap melanggar aturan yang dikenal sebagai ‘Lei Vini Jr.’
Luciano Juba membawa Bahia unggul pada menit ke-39. Santos baru bisa menyamakan kedudukan lewat gol Luan Peres pada menit ketiga masa tambahan. Namun, jalannya pertandingan lebih banyak diwarnai ketegangan di lapangan, terutama setelah Neymar terlibat perselisihan dengan Nestor.
Baca juga:Kronologi Expulsi Neymar dan Ketegangan di Vila Belmiro
Neymar sudah tampil agresif sejak babak pertama. Setelah menerima pelanggaran dari Nestor, ia melepaskan bola ke arah lawan hingga memicu keributan. Wasit Sávio Pereira Sampaio awalnya memberi kartu kuning, tetapi situasi memanas lagi ketika Neymar terlibat adu mulut dengan pelatih Bahia, Rogério Ceni, terkait gol Luciano Juba. Dalam rekaman yang beredar, Neymar terlihat mendorong Ceni di pinggir lapangan.
Insiden puncak terjadi sebelum babak kedua dimulai. Neymar kembali berhadapan dengan Nestor dan menutupi mulutnya saat berbicara. Berdasarkan ‘Lei Vini Jr.’, gestur tersebut dianggap pelanggaran serius. Wasit kemudian meninjau VAR dan mengeluarkan kartu merah. ‘Ok. Tapou a boca e foi confrontar o adversário. Ok. Decisão: cartão vermelho,’ ujar Sávio Pereira Sampaio dalam rekaman VAR yang dirilis CBF.
Aturan tersebut merupakan hasil keputusan IFAB pada April 2026 untuk memerangi rasisme. Setiap pemain yang menutupi mulut saat berhadapan atau berdebat dengan lawan dapat dikenai kartu merah. Regulasi ini muncul setelah kasus dugaan rasisme yang melibatkan Gianluca Prestiani dan seorang pemain Brasil di Liga Champions.
Neymar Dilaporkan ke STJD, Bahia Angkat Bicara
Pada Senin (26/10), STJD resmi menerima laporan terkait expulsi Neymar. Ia dijerat Pasal 191 ayat (2) Kode Disiplin Olahraga Brasil karena tidak mematuhi ketentuan federasi. Ancaman hukumannya berupa denda Rp100 hingga Rp100 ribu, tergantung tingkat pelanggaran. Sidang dijadwalkan berlangsung Rabu (28/10), bertepatan dengan laga Santos melawan Palmeiras di Vila Belmiro.
Baca juga:Neymar membantah telah melontarkan hinaan. Usai pertandingan, ia menuduh Nestor memanfaatkan situasi. ‘Yang dilakukan Nestor hari ini sangat serius. Undang-undang ini dibuat untuk melawan rasisme, tetapi dia ingin mengambil keuntungan dari permainan ini karena saya menutup mulut,’ ucapnya. Sementara itu, Nestor menegaskan bahwa ucapan Neymar kepadanya sangat tidak menghormati dirinya dan seragam Bahia.
Bahia merespons keras melalui pernyataan resmi. Klub menyayangkan dugaan pelecehan verbal yang dialami Nestor dan menekankan bahwa tokoh publik wajib memberi teladan, terutama bagi anak-anak yang mengidolakan pemain. Pelatih kiper Bahia, Duda Varjao, bahkan mengaku kehilangan rasa hormat kepada Neymar setelah menyaksikan langsung insiden tersebut.
Rogério Ceni Beri Peringatan, Cuca Soroti Kondisi Lapangan
Rogério Ceni memilih meredam ketegangan. Ia mengaku sempat berdebat dengan Neymar soal gol Luciano Juba, tetapi menilai dorongan yang diterimanya sebagai hal biasa dalam sepak bola. Meski begitu, Ceni mengingatkan Neymar agar lebih menjaga sikap. ‘Usianya sangat berbeda, saat saya bermain dia masih muda. Dia pemain paling berbakat di generasi ini, saya punya rasa hormat dan kekaguman. Namun, dia harus bisa mengendalikan diri,’ kata Ceni.
Di sisi lain, Cuca menyoroti kondisi lapangan Vila Belmiro yang tergenang akibat hujan deras. Ia menyebut para pemainnya sudah terbiasa berlatih di lapangan buruk di CT Rei Pelé. ‘Saya berlatih di lapangan buruk. Tidak masalah bermain di lapangan buruk karena saya sudah terbiasa. Saya bilang kepada mereka jangan menangis, karena inilah yang kita punya,’ ujar Cuca dengan nada ironis. Ia menilai lapangan buruk justru menguntungkan pemain teknis yang mampu mengoreksi kesalahan bola.
Baca juga:Hujan deras membuat petugas harus menyapu air menggunakan alat pembersih di beberapa titik lapangan. Kondisi ini jelas mengganggu aliran bola dan memicu kritik terhadap manajemen Santos. Meski demikian, Cuca menegaskan timnya harus tetap bekerja dengan fasilitas yang ada.
Setelah laga Santos vs Bahia, Santos dijadwalkan menjamu Palmeiras pada Rabu (28/10) malam. Neymar dipastikan absen karena hukuman kartu merah, sementara sidang STJD pada hari yang sama bisa menambah beban bagi sang pemain dan klub. Bahia, di lain pihak, berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi dunia sepak bola Brasil.












