Atlanta United vs Chicago Fire: Men in Red Menang Dramatis 3-2, Kokoh di Posisi Keempat

Atlanta United vs Chicago Fire: Men in Red Menang Dramatis 3-2, Kokoh di Posisi Keempat
Atlanta United vs Chicago Fire: Men in Red Menang Dramatis 3-2, Kokoh di Posisi Keempat

Sorothari – 28 Oktober 2026 | Laga Atlanta United vs Chicago Fire pada pekan ke-31 MLS Wilayah Timur berakhir dengan kemenangan dramatis 3-2 untuk tim tamu di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Sabtu (24/10/2026) malam waktu setempat. Chicago Fire bangkit dari ketertinggalan lebih dulu untuk mengamankan tiga poin penting yang memperkokoh posisi mereka di peringkat keempat klasemen, sementara Atlanta United semakin terpuruk di dasar wilayah.

Kemenangan ini membuat Chicago Fire mengoleksi 51 poin dari 31 pertandingan, dengan rekor 15 kemenangan, 10 imbang, dan 6 kekalahan. Tambahan tiga poin tersebut tidak hanya memperlebar jarak dari pesaing terdekat, tetapi juga menandai untuk kedua kalinya dalam sejarah klub mereka melewati ambang 50 poin dalam dua musim berturut-turut, setelah terakhir kali terjadi pada periode 2000-2001.

Baca juga:
AC Milan vs Atalanta: Amorim Cetak Sejarah, Rossoneri Menang Dramatis 3-2

Bagi Atlanta United, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Tim asuhan pelatih ini kini memiliki catatan 8 kemenangan, 17 kekalahan, dan 6 hasil imbang, dengan total 30 poin dari 31 laga. Kekalahan ke-10 di kandang sendiri sepanjang musim ini menjadikan mereka tim dengan rekor kandang terburuk di liga, mempertegas kesulitan mereka untuk lolos ke babak playoff.

Jalannya Pertandingan

Atlanta United memulai pertandingan dengan sangat baik. Pada menit keempat, bek muda Tomás Jacob membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan dari Miguel Almirón dan Mauricio Amaro. Gol tersebut merupakan gol keempat Jacob di musim perdananya bersama Atlanta. Almirón terlebih dahulu membawa bola dari lini tengah sebelum melepaskan umpan yang diselesaikan Jacob dengan tenang melewati kiper Chicago, Chris Brady.

Namun, Chicago Fire tidak tinggal diam. Tim tamu perlahan menguasai penguasaan bola dan akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-30. Anton Salétros, yang kemudian menjadi bintang pertandingan, melepaskan tembakan setengah voli rendah dari luar kotak penalti setelah menerima bola dari situasi sepak pojok. Bola meluncur deras melewati kerumunan pemain dan masuk ke gawang tanpa mampu dijangkau kiper Atlanta, Lucas Hoyos. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Chicago Fire langsung mengambil inisiatif. Pada menit ke-51, pemain pengganti Anzor Mekvabishvili memanfaatkan kesalahan pertahanan Atlanta yang melibatkan kiper Lucas Hoyos untuk mencetak gol pertamanya bagi Chicago dalam penampilan ketiganya di liga. Gol tersebut membawa tim tamu berbalik unggul 2-1.

Selang sembilan menit kemudian, Chicago memperlebar keunggulan menjadi 3-1. Berawal dari tendangan bebas tidak langsung di dalam kotak enam yard Atlanta, bola jatuh ke kaki Philip Zinckernagel yang tanpa ragu melepaskan tembakan keras ke gawang. Gol itu merupakan gol keenam Zinckernagel musim ini, sekaligus mencatatkan assist ketiga Salétros dalam pertandingan tersebut.

Baca juga:
Orlando City vs Columbus Crew: Gol Telat Ivan Angulo Bawa The Lions Menang Dramatis 3-2

Atlanta United tidak menyerah begitu saja. Pada menit ke-68, Breel Embolo memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan silang dari Elías Báez. Gol tersebut membangkitkan semangat tuan rumah untuk mengejar setidaknya satu poin. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, pertahanan Chicago Fire tetap solid dan berhasil mengamankan kemenangan tandang yang krusial.

Dampak bagi Klasemen dan Persaingan Playoff

Kemenangan ini memperkuat posisi Chicago Fire di zona playoff langsung. Di Wilayah Timur MLS, posisi keempat berhak lolos langsung ke putaran pertama playoff, sedangkan posisi kedelapan harus melewati babak wild card. Dengan 51 poin, Chicago Fire kemungkinan besar akan mempertahankan posisi keempat mereka, meskipun urutan akhir masih bergantung pada hasil pertandingan lain di pekan yang sama.

Sementara itu, Atlanta United masih tertahan di dasar klasemen Wilayah Timur dengan 30 poin. Peluang mereka untuk lolos ke postseason sangat tipis secara matematis. Meski demikian, pelatih dan pemain tetap dituntut untuk memberikan performa terbaik di sisa pertandingan, setidaknya untuk menjaga gengsi dan membangun fondasi untuk musim depan.

Kemenangan ini juga menghentikan dua kekalahan beruntun yang dialami Chicago Fire sebelumnya, yaitu 3-1 dari Philadelphia Union dan 1-0 dari New England Revolution. Gelandang Chicago Fire, Anton Salétros, mengungkapkan bahwa kekalahan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi timnya. “Saya rasa kami berkembang dan belajar setiap minggu. Pertandingan-pertandingan ini penting untuk pengalaman kami, terutama di playoff. Terkadang permainan bisa diputuskan dalam satu momen,” ujarnya seperti dikutip dari laporan media.

Salétros menambahkan bahwa meskipun hasil akhir tidak memuaskan, ada aspek positif yang bisa diambil dari performa tim. “Kami jelas ingin memenangkan setiap pertandingan, tetapi setelah kalah, perasaan kami campur aduk,” tambahnya. Kini, setelah kembali ke jalur kemenangan, optimisme pun kembali menggeliat di ruang ganti Chicago Fire.

Baca juga:
UANL vs Toluca: Brunetta Bawa Tigres Menang Dramatis 3-2

Di sisi lain, Atlanta United masih berjuang untuk bangkit dari keterpurukan. Kekalahan dari Inter Miami dengan skor 3-1 dalam laga sebelumnya, di mana Lionel Messi mencetak dua gol, menjadi gambaran betapa sulitnya musim ini bagi Atlanta. Satu-satunya sorotan positif adalah gol penalti Fafa Picault di menit akhir melawan Inter Miami. Picault dikenal sebagai salah satu pencetak gol paling produktif di akhir pertandingan, dengan 15 gol yang tercipta pada menit ke-85 atau lebih sejak musim 2018.

Chicago Fire sendiri memiliki sosok Maren Haile-Selassie yang sempat mencetak dua gol terakhir bagi tim melawan Atlanta pada pertemuan sebelumnya. Ketajaman Haile-Selassie diharapkan dapat terus berlanjut, meskipun dalam laga kali ini ia tidak masuk dalam daftar pencetak gol. Yang menarik, pertahanan Chicago Fire juga menunjukkan performa solid dengan hanya membiarkan lima tembakan ke arah gawang dalam kekalahan terakhir mereka melawan New England Revolution. Itu merupakan ketiga kalinya musim ini Chicago menghadapi lima atau kurang tembakan dalam satu pertandingan MLS, menandakan efektivitas lini belakang mereka.

Dengan kemenangan ini, Chicago Fire akan kembali ke kandang untuk menghadapi Orlando City di Soldier Field pada Rabu mendatang. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk terus mengumpulkan poin dan memantapkan posisi di empat besar. Sementara itu, Atlanta United akan berusaha mencari celah untuk memperbaiki performa di sisa musim, meski peluang playoff sudah sangat tipis. Pertandingan Atlanta United vs Chicago Fire ini menjadi pengingat bahwa di MLS, tidak ada tim yang bisa diremehkan, dan comeback dramatis selalu mungkin terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *