Vasco vs Corinthians: Drama 3-2, Audiensi Record Melonjak, dan Ironi Lula

Vasco vs Corinthians: Drama 3-2, Audiensi Record Melonjak, dan Ironi Lula
Vasco vs Corinthians: Drama 3-2, Audiensi Record Melonjak, dan Ironi Lula

Sorothari – 28 Oktober 2026 | Laga Vasco vs Corinthians pada pekan ke-32 Campeonato Brasileiro 2026 di Stadion Sao Januario, Rio de Janeiro, Sabtu (24/10/2026), menyajikan drama lima gol yang berakhir kemenangan tuan rumah 3-2. Hasil ini tidak hanya mengubah peta persaingan di zona degradasi, tetapi juga berdampak pada lonjakan audiensi siaran televisi dan memicu komentar politik dari Presiden Luiz Inacio Lula da Silva.

Pertandingan yang disiarkan langsung oleh Record tersebut mencatat rating tinggi di berbagai kota. Di wilayah Grande Sao Paulo, stasiun itu meraih rata-rata 7,3 poin, hampir tiga kali lipat dari pesaing terdekat di posisi ketiga yang hanya 2,5 poin. Sementara itu, di Rio de Janeiro, Record membukukan 6,2 poin berbanding 2,3 poin milik SBT. Angka serupa juga terlihat di Vitoria (6,8 berbanding 2,4), Salvador (4,4 berbanding 1,5), serta Painel Nacional de Televisao (PNT) dengan 5,4 berbanding 2,3. Data ini menunjukkan bahwa partai Vasco vs Corinthians menjadi magnet bagi pemirsa di seluruh negeri.

Baca juga:
Bintang Argentina Alexis Mac Allister Ungkap Kekecewaan Belum Disodori Kontrak Baru Liverpool

Jalannya Pertandingan

Meski bermain di kandang lawan, Corinthians sebenarnya tampil agresif sejak awal. Namun, Vasco lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Bek kanan Puma Rodriguez membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-34 setelah memanfaatkan kesalahan sapuan Gustavo Henrique. Gol itu bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Corinthians merespons dengan cepat. Gustavo Henrique menebus kesalahannya lewat sundulan pada menit ke-49. Hanya berselang tujuh menit, Corinthians berbalik unggul melalui gol yang tercipta secara tidak sengaja: tembakan keras Angileri dari luar kotak penalti mengenai dada Matheus Bidu dan mengecoh kiper Leo Jardim. Skor 2-1 untuk tim tamu bertahan hingga menit ke-87.

Namun, Vasco bangkit di menit-menit akhir. Marino Hinestroza menyamakan kedudukan pada menit ke-87 setelah memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti. Dua menit berselang, pemain asal Kolombia itu kembali mencetak gol kemenangan melalui kerja sama satu-dua dengan David, sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau Hugo Souza. Kemenangan 3-2 ini menjadi pukulan telak bagi Corinthians yang semakin terbenam di dasar klasemen.

Baca juga:
Jadwal Liga MX: León vs Club América dan Sorotan Jornada 13 Apertura 2026

Perubahan Taktik Pedro Emanuel

Kemenangan Vasco tak lepas dari keputusan taktis pelatih Pedro Emanuel. Dalam analisis yang beredar, Emanuel awalnya menerapkan formasi 4-1 dengan Sossa sebagai gelandang bertahan posisional. Namun, setelah melakukan pergantian pemain, ia mengubah skema menjadi 4-4-2 konvensional untuk menambah daya gedor. Masuknya Piton menggantikan Cuiabano terbukti krusial, terutama dalam memaksimalkan bola-bola udara dan umpan silang. Perubahan pendekatan kolektif ini mendorong Corinthians lebih dalam ke area pertahanan sendiri, membuka ruang bagi Vasco untuk membalikkan keadaan di akhir laga.

Dampak Klasemen dan Sorotan Politik

Kekalahan ini membuat Corinthians masuk ke zona degradasi Campeonato Brasileiro. Tim asuhan pelatih anyar Clarence Seedorf tersebut belum meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir. Kondisi ini memicu kekecewaan fans, terlebih lagi sebelum laga, kelompok suporter Vasco sempat memasang poster-poster ironis di sektor tamu, termasuk montase bertema film “A Fuga das Galinhas” yang menggambarkan pelarian Corinthians dari tekanan.

Di sisi lain, hasil Vasco vs Corinthians juga menjadi bahan olok-olok politik. Sehari setelah pertandingan, Presiden Lula, yang baru saja memenangkan pemilihan, menyinggung performa Corinthians dalam pidato kemenangannya. “Saya akan bertemu dengan Corinthians juga… Corinthians kalah lagi. Kita ini seperti Bolsonaro, selalu kalah,” ujarnya disambut tawa pendukung. Pernyataan ini menambah dimensi baru dalam rivalitas sepak bola yang kerap tercermin dalam pernyataan publik figur.

Baca juga:
Palmeiras Kalahkan Bahia 1-0, Kokoh di Papan Atas

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari manajemen Corinthians terkait hasil pertandingan maupun komentar Presiden. Sementara itu, Vasco akan memanfaatkan momentum ini untuk bangkit dari keterpurukan, setelah sebelumnya tersingkir dari Copa Sul-Americana dan kalah dari Sao Paulo di liga. Corinthians dijadwalkan segera mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya melawan Mirassol, sementara tekanan publik terhadap Seedorf dan skuad semakin meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *