Harga Emas Dunia dan Domestik Bergejolak Pasca Keputusan The Fed, Pasar Masih Dibayangi Volatilitas

Harga Emas Dunia dan Domestik Bergejolak Pasca Keputusan The Fed, Pasar Masih Dibayangi Volatilitas
Harga Emas Dunia dan Domestik Bergejolak Pasca Keputusan The Fed, Pasar Masih Dibayangi Volatilitas

Sorothari – 30 Oktober 2026 | Harga emas global dan domestik kembali menunjukkan pergerakan yang signifikan pada Kamis, 29 Oktober 2026, setelah keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Dalam perdagangan di pasar internasional, gold price berada di level 4.020,46 dolar AS per ons pada pukul 09.00 waktu ET, turun tipis dari posisi Rabu lalu yang tercatat 4.053,16 dolar AS per ons. Sementara itu, di bursa berjangka India (MCX), kontrak emas diperdagangkan melemah ke kisaran 1.43.309 rupee per 10 gram, sedangkan perak mengalami koreksi tajam hingga 1,38 persen menjadi 1.91.280 rupee per kilogram.

Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga acuan di bawah kepemimpinan Kevin Warsh menjadi pemicu utama fluktuasi pasar. Meski demikian, hasil voting 10-2 yang menunjukkan dua anggota mendukung kenaikan 25 basis poin mengindikasikan masih adanya perbedaan pandangan di internal bank sentral. Pelaku pasar menilai peluang kenaikan suku bunga pada Desember mendatang masih cukup kuat. Sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis, seperti data Produk Domestik Bruto (PDB), indeks harga PCE, dan klaim tunjangan pengangguran, diperkirakan turut mempengaruhi arah gold price dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga:
Prediksi Harga Emas Antam 29 Oktober 2026: Melemah ke Rp2,559 Juta per Gram

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat turun di bawah level 5 persen. Pelemahan imbal hasil obligasi serta harga minyak mentah internasional yang juga melemah turut memberikan dukungan psikologis bagi harga emas. WTI crude turun lebih dari 1 persen ke 101 dolar AS per barel, sementara Brent berada di 114 dolar AS per barel. Para analis menyebut bahwa gold price saat ini tengah menguji level support kuat di kisaran 4.000 dolar AS per ons.

Di pasar domestik India, dampak penurunan harga emas global terasa pada perdagangan Kamis. Harga emas 24 karat di MCX turun 396 rupee menjadi 1.43.309 rupee per 10 gram, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi harian 1.43.920 rupee dan terendah 1.42.968 rupee. Pada penutupan sebelumnya, emas bertengger di 1.43.705 rupee. Sementara itu, harga perak anjlok 3.605 rupee atau 1,38 persen dari penutupan sehari sebelumnya menjadi 1.91.280 rupee per kilogram, dengan rentang perdagangan harian antara 1.91.401 hingga 1.93.912 rupee.

Pelemahan gold price juga tercermin di pasar ritel India. Di Bengaluru, harga emas 22 karat tetap stabil di 13.195 rupee per gram, sedangkan emas 24 karat dibanderol 14.395 rupee per gram. Untuk ukuran 10 gram, emas 22 karat dihargai 1.31.950 rupee dan emas 24 karat 1.43.950 rupee. Harga perak di kota tersebut turun 5 rupee menjadi 215 rupee per gram, atau 2.150 rupee per 10 gram dan 2.15.000 rupee per kilogram. Meski demikian, permintaan jelang perayaan Diwali diperkirakan tetap menjadi penopang pasar fisik.

Baca juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Berpotensi Fluktuatif, Saham Masih Dilirik Analis

Sementara itu, di Bangladesh, harga emas justru bergerak berlawanan arah. Asosiasi Perhiasan Bangladesh (BAJUS) menetapkan kenaikan harga emas 22 karat sebesar 1.633 taka per bhori menjadi 224.707 taka, berlaku sejak Kamis pukul 10.00 waktu setempat. Kenaikan ini merupakan yang kedua dalam dua hari terakhir, setelah sebelumnya naik 2.216 taka pada Rabu. Untuk emas 21 karat, harga menjadi 214.618 taka per bhori, emas 18 karat 184.291 taka, dan emas tradisional 150.582 taka. Kenaikan ini terjadi setelah empat kali penurunan berturut-turut yang totalnya mencapai hampir 10.500 taka.

Para pedagang emas di Bangladesh menyebutkan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh penyesuaian terhadap pergerakan gold price internasional dan nilai tukar taka terhadap dolar AS. Meskipun demikian, permintaan konsumen diperkirakan masih akan tetap tinggi menjelang musim pernikahan dan festival.

Di pasar global, volatilitas gold price diperkirakan masih akan berlanjut hingga ada kejelasan mengenai arah inflasi dan suku bunga riil di Amerika Serikat. Sejumlah analis memperkirakan bahwa selama data ekonomi AS belum menunjukkan pelemahan yang signifikan, harga emas akan terus bergerak dalam rentang lebar. Namun, bagi konsumen perhiasan fisik, level harga saat ini dinilai cukup menguntungkan untuk melakukan pembelian.

Baca juga:
Harga Emas Antam Naik Rp2.000 Jadi Rp2,574 Juta per Gram

Sebagai catatan, harga emas di bursa berjangka India sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari 2026 lalu di level 1.93.000 rupee per 10 gram. Kini, harga emas berada sekitar 25 persen atau setara 50.000 rupee di bawah level rekor tersebut. Untuk kembali ke puncak, gold price perlu menguat sekitar 25 persen dari posisi saat ini. Sementara itu, di pasar spot global, emas masih bertahan di atas level psikologis 4.000 dolar AS per ons, dengan dukungan dari pelemahan dolar AS dan ketidakpastian kebijakan moneter global.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati hasil rapat Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan (BOJ) yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Keputusan suku bunga dari kedua bank sentral tersebut diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan gold price dan nilai tukar mata uang utama dunia. Selain itu, rilis data ekonomi AS lanjutan akan menjadi katalis berikutnya bagi arah harga emas dalam beberapa pekan mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *