Harga Emas Antam (ANTM) Berpotensi Fluktuatif, Saham Masih Dilirik Analis

Harga Emas Antam (ANTM) Berpotensi Fluktuatif, Saham Masih Dilirik Analis
Harga Emas Antam (ANTM) Berpotensi Fluktuatif, Saham Masih Dilirik Analis

Sorothari – 24 Oktober 2026 | Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) diperkirakan bergerak fluktuatif pada Sabtu, 24 Oktober 2026, setelah sebelumnya melemah lima hari berturut-turut. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga emas Antam (ANTM) masih berpotensi bertahan di zona merah dengan level support berikutnya di Rp2.490.000 per gram. Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan adanya penguatan hingga Rp2.592.000 per gram.

Pada Jumat, 23 Oktober 2026, harga emas Antam (ANTM) tercatat turun Rp10.000 menjadi Rp2.540.000 per gram. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif yang sudah berlangsung sejak awal pekan. Sehari sebelumnya, Kamis (22/10/2026), harga berada di Rp2.550.000 per gram, sedangkan pada Rabu (21/10/2026) sempat jatuh Rp10.000 ke level Rp2.554.000 per gram. Harga buyback emas Antam (ANTM) juga mengalami penurunan lebih dalam, yakni Rp30.000 menjadi Rp2.335.000 per gram. Transaksi buyback dikenakan potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017.

Baca juga:
Tren Cryptocurrency Trading Global: Rebound Nilai Pasar hingga Pengawasan Ketat Regulasi

Meski demikian, secara year-to-date (YTD) 2026, harga emas Antam (ANTM) masih mencatat kenaikan sekitar 3,45% dari posisi Rp2.488.000 per gram pada 1 Januari 2026. Pelemahan dalam sepekan terakhir tidak serta-merta menghapus penguatan yang terjadi sejak awal tahun.

Prospek Saham ANTM di Tengah Kebijakan Pembatasan Produksi

Di sisi lain, saham ANTM masih menjadi salah satu rekomendasi analis. BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya pada Jumat (23/10/2026) merekomendasikan ANTM dengan target harga Rp2.992–Rp3.131. Rekomendasi ini diberikan seiring prospek IHSG yang berpeluang menguji level psikologis 5.400. Namun, pasar masih dibayangi tekanan jual investor asing dan ketidakpastian implementasi reformasi pasar modal.

Kebijakan pembatasan kuota produksi tambang melalui revisi RKAB 2026 juga menjadi faktor yang perlu dicermati. Kuota produksi bijih nikel pada 2026 diperkirakan turun menjadi sekitar 290 juta ton dari realisasi 2025 sebesar 379 juta ton, sementara produksi batu bara ditargetkan sekitar 700 juta ton dari sebelumnya 790 juta ton. Pembatasan ini berpotensi menopang harga komoditas, tetapi di sisi lain menekan volume produksi dan pendapatan emiten tambang. Perusahaan dengan tambang terintegrasi dan kepastian kuota dinilai lebih mampu menghadapi perubahan tersebut.

Baca juga:
IHSG Rebound 1,12% ke 5.387, Energi dan Finansial Jadi Penopang

PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) sendiri menegaskan komitmennya memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan portofolio emas, nikel, dan bauksit. Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi Haryanto, menyatakan bahwa perseroan berfokus pada optimalisasi operasional bernilai tambah tinggi dan pengembangan usaha berkelanjutan. Pada Semester I 2026, Antam membukukan pendapatan Rp62,71 triliun, tumbuh 6,3% dari Rp59,02 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan mencapai Rp6,91 triliun atau naik 34% dari Rp5,14 triliun.

Wisnu juga menyampaikan bahwa perseroan masih mengkaji opsi pembelian kembali saham (buyback) sebagai bagian dari optimalisasi struktur modal. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, fundamental perusahaan, kemampuan keuangan, serta prioritas pendanaan untuk mendukung operasional dan agenda hilirisasi nasional. “Saat ini masih dalam kajian untuk opsi buyback,” ujarnya.

Dengan dinamika harga emas yang fluktuatif dan kebijakan sektor tambang yang terus berkembang, pelaku pasar akan mencermati langkah Antam dalam menjaga kinerja operasional dan keuangan. Rekomendasi analis serta rencana buyback menjadi faktor yang dapat memengaruhi sentimen saham ANTM dalam jangka pendek.

Baca juga:
Japfa Optimalkan Manajemen Talenta Regional dengan Workday, Indonesia Jadi Pilot Project

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *