Skandal eFishery Seret Dana Pensiun Malaysia, Komisi Antikorupsi Mulai Investigasi

Skandal eFishery Seret Dana Pensiun Malaysia, Komisi Antikorupsi Mulai Investigasi
Skandal eFishery Seret Dana Pensiun Malaysia, Komisi Antikorupsi Mulai Investigasi

Sorothari – 19 Juli 2026 | Skandal eFishery yang menyeret dana pensiun Malaysia resmi memasuki babak baru. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa kasus dugaan manipulasi laporan keuangan oleh startup akuakultur asal Indonesia itu telah merugikan Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), lembaga dana pensiun pegawai negeri sipil Malaysia. Kini, Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) telah memulai investigasi terhadap skandal ini.

Dalam pernyataan tertulisnya kepada parlemen Malaysia pada Rabu (16/7/2026), Anwar Ibrahim menyebut bahwa investasi KWAP di eFishery merupakan bagian dari penipuan yang telah direncanakan atau premeditated fraud. Menurutnya, manajemen eFishery sengaja memanipulasi laporan keuangan sehingga menyesatkan KWAP dan investor lainnya. “Investasi di eFishery merupakan penipuan yang telah direncanakan, dan telah terjadi manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery,” tegas Anwar, seperti dikutip dari The Edge Malaysia.

Baca juga:
Menkop: Prabowo Dapat ‘Wangsit’ Dirikan Koperasi Desa Merah Putih untuk Ekonomi Kerakyatan

KWAP diketahui menanamkan dana sekitar RM 194,35 juta atau setara Rp 854 miliar di eFishery pada tahun 2023, sebagai bagian dari pendanaan Seri D senilai USD 200 juta. Investasi tersebut setara dengan kepemilikan saham sekitar 2,51 persen. Meskipun telah melalui proses uji tuntas yang ketat, termasuk verifikasi oleh auditor internasional, skandal eFishery luput dari deteksi. Anwar menambahkan bahwa keputusan investasi telah sesuai prosedur, namun manajemen eFishery berhasil mengelabui para investor.

Investigasi oleh MACC

MACC telah membentuk tim penyelidik sejak Jumat (17/7/2026) untuk meneliti kasus ini secara menyeluruh. Kepala Komisaris MACC, Abdul Halim Aman, menegaskan bahwa investigasi akan dilakukan secara adil, transparan, dan tidak memihak sesuai hukum yang berlaku. “Penyelidikan akan dilakukan secara adil, transparan, dan tidak memihak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya. Ia juga meminta publik tidak berspekulasi agar proses investigasi berjalan lancar.

Baca juga:
Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS di Pegadaian Hari Ini Bervariasi

Latar Belakang Skandal

eFishery, yang pernah menjadi salah satu startup paling menjanjikan di Asia Tenggara, kolaps setelah terungkap adanya penggelembungan pendapatan dan laba selama bertahun-tahun. Pada April lalu, pendiri eFishery, Gibran Huzaifah, divonis sembilan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar atas kasus penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang. Skandal ini tidak hanya merugikan KWAP, tetapi juga investor global besar seperti SoftBank Group Corp, Temasek Holdings, 42XFund, dan Northstar.

Kasus eFishery menjadi salah satu skandal kecurangan akuntansi terbesar di ekosistem startup Indonesia. Skandal ini memicu pengawasan lebih ketat terhadap regulasi dan standar uji tuntas di pasar modal ventura Asia Tenggara.

Baca juga:
Paradoks Jerman: Menolak Gas Rusia, Industri Terbebani Energi Mahal

KWAP menyatakan akan terus menempuh berbagai langkah hukum dan upaya lain untuk memaksimalkan pemulihan nilai investasinya. Sementara itu, MACC terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *