Sorothari – 31 Oktober 2026 | Pebasket Oklahoma City Thunder, Ajay Mitchell, kembali menunjukkan performa impresif dengan mencetak 29 poin dalam kekalahan 96-120 dari Dallas Mavericks pada laga Rabu waktu setempat. Meski timnya kalah telak, Mitchell menjadi pencetak angka terbanyak di pertandingan tersebut dengan mencatatkan 12 dari 20 tembakan lapangan, termasuk 2 dari 5 tripoin, dan 3 dari 3 lemparan bebas. Ia juga menyumbang empat rebound, tiga asis, satu blok, dan dua steal dalam 28 menit bermain.
Laga ini merupakan start kedua berturut-turut bagi Ajay Mitchell, yang mendapat kesempatan lebih besar karena Thunder dilanda badai cedera. Pelatih kepala Thunder, Mark Daigneault, mempercayakan posisi starter kepada pemain berusia 24 tahun itu di tengah absennya beberapa pemain kunci seperti Jalen Williams (cedera kaki), Cason Wallace (bahu), dan Alex Caruso (pergelangan kaki). Kepercayaan tersebut dibayar dengan penampilan solid, meski hanya satu pemain OKC lainnya yang mampu mencetak lebih dari 10 poin dalam pertandingan itu.
Baca juga:Sebelumnya, pada Senin lalu, Mitchell juga mencatatkan performa terbaiknya dengan mencetak 30 poin dalam kemenangan atas Phoenix Suns. Itu adalah pertama kalinya ia mencetak 30 poin dalam satu pertandingan NBA. Dalam dua laga sebagai starter, rata-rata Mitchell mencapai 29,5 poin, 4,0 asis, 3,0 rebound, 1,5 tripoin, 1,0 steal, dan 1,0 blok dalam 26,5 menit per pertandingan. Angka-angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan perannya sebagai pemain cadangan.
Meski tampil gemilang secara individual, Mitchell tidak mampu menghindarkan Thunder dari kekalahan. Dallas Mavericks yang diperkuat Cooper Flagg tampil dominan dan memperlebar keunggulan hingga akhir pertandingan. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi OKC yang tengah berjuang mengatasi masalah cedera. Namun, di sisi lain, performa Mitchell menjadi berkah tersendiri bagi tim yang membutuhkan kontribusi lebih dari pemain pelapis.
Status Mitchell sempat diragukan jelang pertandingan karena cedera pergelangan kaki kanan yang dialaminya. Ia masuk dalam daftar cedera Thunder dan awalnya berstatus questionable. Namun, beberapa jam sebelum tip-off, Mitchell dinyatakan tersedia dan langsung diturunkan sebagai starter. Keputusan ini terbukti tepat karena ia kembali menjadi mesin poin bagi Thunder.
Baca juga:Sejak masuk starting lineup menggantikan Cason Wallace yang harus menjalani operasi robekan labrum pada bahu kiri, peran Mitchell semakin sentral. Wallace dan Jalen Williams diprediksi absen cukup lama, bahkan bisa sampai akhir musim, sehingga Mitchell dan Jared McCain akan mendapat menit bermain lebih banyak. Dalam beberapa laga terakhir, Mitchell memang telah menunjukkan konsistensi, termasuk saat mencetak 18 poin, enam rebound, empat asis, dan tiga steal dalam kemenangan atas Los Angeles Clippers akhir pekan lalu.
Pengamat NBA, Grant Liffmann dan Chris Mannix, dalam sebuah diskusi podcast, sempat mempertanyakan apakah Mitchell bisa menjadi pemain All-Star musim ini. Mereka menilai bahwa dengan kesempatan bermain yang lebih besar, Mitchell memiliki potensi untuk terus berkembang. Namun, mereka juga menyoroti bahwa Thunder tidak bisa tinggal diam dan mungkin perlu mencari tambahan pemain melalui bursa transfer untuk menjaga daya saing di wilayah Barat yang kompetitif.
Bagi para penggemar fantasi basket, performa Mitchell jelas menjadi perhatian. Ia kini berstatus must-roster dan berpotensi menjadi league-winner jika mampu mempertahankan konsistensinya. Meski demikian, cedera pergelangan kaki yang masih membayangi perlu diwaspadai. Mitchell sendiri sempat absen dalam beberapa sesi latihan, tetapi ia menunjukkan ketangguhan dengan tetap bermain dan memberikan kontribusi maksimal.
Baca juga:Ke depan, Thunder akan menghadapi jadwal padat dengan harapan Mitchell dapat terus tampil prima. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian bagi konsistensinya, terutama saat menghadapi tim-tim kuat di wilayah Barat. Jika Mitchell mampu mempertahankan level permainannya, bukan tidak mungkin namanya masuk dalam perbincangan penghargaan individu di akhir musim. Namun, yang terpenting saat ini adalah bagaimana ia membantu Thunder bertahan di tengah krisis cedera dan tetap bersaing di papan atas klasemen.












