Sorothari – 31 Oktober 2026 | BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui berbagai inisiatif. Pada Jumat, 30 Oktober 2026, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menegaskan bahwa isu penghapusan BPJS tidak benar. “Ya, siapa yang bilang dihapus ini? Isu BPJS akan semakin kuat dengan kolaborasi semua pihak yang luar biasa,” ujar Prihati setelah menghadiri Satya JKN Awards di Jakarta.
Prihati menekankan bahwa keberhasilan JKN tidak hanya diukur dari jumlah peserta terdaftar, tetapi juga dari kepesertaan aktif, kepatuhan seluruh pihak, dan kesinambungan perlindungan kesehatan. Hal ini disampaikannya dalam acara penghargaan Satya JKN Awards 2026 yang mengusung tema “Gotong Royong Melindungi Pekerja, Memperkuat Kesejahteraan Bangsa”.
Baca juga:Satya JKN Awards 2026 Apresiasi Kepatuhan Badan Usaha dan Pemda
Dalam ajang tersebut, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada delapan pemerintah daerah dan 80 badan usaha yang dinilai teladan dalam kepatuhan dan mendukung keberlanjutan program JKN. Penghargaan diserahkan langsung oleh Prihati, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Stevanus Adrianto Passat.
Delapan pemerintah daerah penerima penghargaan adalah Provinsi DI Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Bali, Kota Denpasar, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Morowali Utara, dan Kota Surabaya. Sementara itu, 80 badan usaha terdiri atas 10 BUMN, 40 perusahaan swasta besar, 20 perusahaan swasta menengah, dan 10 perusahaan swasta kecil atau mikro.
Menko Muhaimin mengapresiasi badan usaha yang bergotong royong membiayai iuran pegawai serta pemerintah daerah yang berkomitmen menyukseskan JKN. “Semoga dengan itu akan terus memperkuat jalannya program JKN ini, memperkuat perlindungan kepada para pekerja,” kata Prihati.
Acara juga diisi talkshow kesehatan mental pekerja dengan narasumber dr. Indra Tarigan dan psikolog Analisa Widyaningrum. dr. Indra menyoroti kaitan erat antara kondisi psikologis dan kesehatan fisik karyawan. “Kesehatan fisik sangat dipengaruhi oleh kondisi mental di lingkungan kerja. Banyak keluhan penyakit fisik yang dialami karyawan sebenarnya berakar dari stres atau tekanan pekerjaan yang tidak terkelola dengan baik,” jelasnya. Analisa menambahkan bahwa pimpinan perusahaan memiliki peran krusial dengan prinsip 3R: Recognize, Respond, and Refer.
Pengumuman pemenang lomba konten video badan usaha turut memeriahkan acara. Untuk kategori Swasta Skala Besar, PT Bintang Indokarya Gemilang meraih Terbaik 1 dan PT Alpine Indo Makmur Terbaik 2. Kategori Swasta Skala Menengah dimenangkan PT Annisa Hidayah Pat Petulai, sedangkan PT Target Garuda Mandiri menang di kategori Swasta Skala Kecil atau Mikro. Penghargaan juga diberikan kepada Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara sebagai Terbaik Nasional BUMD dan PTP Nusantara IV Regional IV Kebun Kayu Aro sebagai Terbaik Nasional BUMN.
Baca juga:Gebyar Pap Smear JKN Dorong Deteksi Dini Kanker Serviks
Selain itu, BPJS Kesehatan meluncurkan program Gebyar Pap Smear JKN di Kabupaten Bekasi pada Kamis, 29 Oktober 2026. Program ini bertujuan meningkatkan deteksi dini kanker serviks pada perempuan Indonesia serta mendorong kesadaran peserta JKN untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.
Data BPJS Kesehatan menunjukkan 16,6 juta peserta JKN teridentifikasi berisiko kanker serviks berdasarkan skrining riwayat kesehatan. Namun, baru 2,27 persen peserta yang menindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut. Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, menegaskan pentingnya perubahan kebijakan dari kuratif menuju promotif dan preventif. “BPJS Kesehatan sangat konsen terhadap hal ini. Kita harus mulai melakukan perubahan kebijakan dari kuratif menuju promotif dan preventif, karena berapa pun anggaran yang disediakan negara tidak akan pernah cukup jika kita hanya berfokus pada pengobatan,” ujarnya.
Kabupaten Bekasi dipilih sebagai lokasi peluncuran karena memiliki potensi tenaga kesehatan, khususnya bidan, yang memadai dan tersebar luas. Selain itu, jumlah penduduk perempuan dan angka kelahiran yang tinggi menjadi pertimbangan untuk memperkuat edukasi serta pelayanan kesehatan bagi perempuan. BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) agar deteksi dini kanker serviks menjangkau lebih banyak perempuan.
Abdi berharap bidan aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks. “Saya berharap ibu-ibu bidan membantu negara dalam menjalankan upaya promotif dan preventif. Pemeriksaan pap smear perlu terus disosialisasikan agar perempuan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala,” ungkapnya. Tantangan yang dihadapi adalah rasa malu, takut, dan enggan di kalangan perempuan, sehingga edukasi melalui tenaga kesehatan, kader PKK, dan unsur masyarakat perlu diperkuat.
Klinik Koperasi Merah Putih Akan Terima BPJS Kesehatan
Di sisi lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa Klinik Koperasi Merah Putih akan menjadi klinik pratama dan dapat menerima peserta BPJS Kesehatan. “Sudah ada pembahasan memang salah satu unit bisnis dari koperasi selain logistik perdagangan itu ada juga apotek dan klinik,” jelas Menkes di Jakarta Utara, Jumat (30/10/2026).
Baca juga:Menkes menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa pilot project untuk melihat model bisnis klinik tersebut, yang disebutnya mirip dengan klinik swasta. “Kita sudah melakukan beberapa pilot project untuk bisa melihat bisnis modelnya ini sama dengan klinik swasta sebenarnya, kalau yang Puskesmas kan tidak berbayar. Nah, ini kan sama modelnya dengan seperti model swasta gitu,” tambahnya. Ia memastikan masyarakat dapat menggunakan BPJS Kesehatan di apotek atau klinik Koperasi Merah Putih. “Iya, bisa (Jaminan Kesehatan Nasional) sama seperti semua klinik swasta pakai BPJS juga,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah ini, BPJS Kesehatan terus memperkuat layanan melalui kolaborasi lintas sektor, penghargaan kepatuhan, deteksi dini penyakit, dan perluasan akses layanan kesehatan. Masyarakat diharapkan memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.












