Sorothari – 31 Oktober 2026 | Akane Yamaguchi, tunggal putri Jepang peringkat dua dunia, berpeluang besar meraih gelar juara Korea Open 2026 yang akan digelar di Yeosu, Jeollanam-do, pada 3-8 November. Peluang ini terbuka lebar jika tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, Ahn Se-young, memutuskan untuk tidak tampil. Ahn Se-young sendiri telah menyatakan perlu waktu untuk memulihkan kondisi setelah menjalani jadwal padat dan meraih dua gelar beruntun di Denmark Open dan French Open.
Korea Open 2026 merupakan turnamen BWF World Tour Super 500, level tertinggi yang digelar di Korea Selatan setelah Super 1000 dan Super 750. Meski levelnya di bawah dua turnamen tersebut, Korea Open tetap menjadi ajang bergengsi yang diikuti para pemain top dunia. Undian turnamen telah dirilis, dan Ahn Se-young dijadwalkan menghadapi pemain peringkat 38 dunia asal Bulgaria, Kaloyana Nalbantova, di babak pertama. Jika menang, ia akan bertemu pemenang antara Karupathevan Letsana (Malaysia, peringkat 27) dan Tonratchae Sain (Thailand, peringkat 68) di babak 16 besar. Mulai perempat final, potensi pertemuan sesama pemain Korea-Jepang terbuka lebar. Di babak 16 besar, Ahn Se-young bisa berhadapan dengan Kungi Riko (Jepang, peringkat 20), dan di semifinal ia berpotensi menghadapi idola bulu tangkis Jepang, Miyazaki Tomoka (peringkat 7). Akechi Hina (peringkat 17), yang menciptakan kejutan di semifinal French Open, juga masuk dalam daftar kandidat. Final diprediksi akan mempertemukan Ahn Se-young dengan Akane Yamaguchi.
Baca juga:Namun, partisipasi Ahn Se-young belum pasti. Meski telah terdaftar, ia berencana memeriksa kondisi fisiknya secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan final. Ahn Se-young tengah menjalani jadwal yang melelahkan dengan meraih gelar beruntun di Denmark Open dan French Open dalam kurun waktu satu minggu. Pada final Denmark Open, ia bahkan mengalami cedera pergelangan kaki kanan dan merasakan nyeri pada tendon Achilles. Akibatnya, waktu untuk pemulihan sangat minim. Sepanjang French Open, Ahn Se-young menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Setelah perempat final, ia mengaku, “Saya sangat bersyukur bisa bermain. Saya berencana tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi saat bertanding, tetapi ini sangat melelahkan.” Usai meraih gelar, ia pun menyinggung soal Korea Open. “Saya akan beristirahat dan melanjutkan rutinitas pemulihan. Setelah itu saya akan memutuskan apakah akan bermain di Korea Open atau istirahat lebih lama,” ujarnya. Di Bandara Incheon, ia menambahkan, “Saya rasa saya perlu waktu untuk mengumpulkan kembali energi sekarang. Saya akan memeriksa kondisi dengan cermat dan mempertimbangkan apakah akan berpartisipasi.”
Saat ini, Ahn Se-young juga telah terdaftar di Kumamoto Masters (Super 500) yang akan digelar di Kumamoto, Jepang, mulai 10 November. Mengingat ia berulang kali menekankan perlunya istirahat, kemungkinan besar ia akan mengambil jeda. Hal ini menjadi kabar baik bagi Akane Yamaguchi dan peserta lainnya. Ahn Se-young mencatat rekor luar biasa musim ini dengan 66 kemenangan dan 1 kekalahan, tingkat kemenangan 98,5 persen. Ia telah meraih 10 gelar. Di kalangan penggemar China bahkan beredar gurauan bahwa “pemain lain datang ke turnamen untuk mencoba menang, tetapi Ahn Se-young datang hanya untuk menandatangani kehadiran (untuk menang).”
Baca juga:Meski meraih dua gelar beruntun, poin peringkat dunia Ahn Se-young tidak bertambah. Hingga 27 Oktober, ia tetap memimpin peringkat dunia tunggal putri dengan 122.287 poin, sama persis dengan sebelum ia menjuarai Denmark Open dan French Open. Penyebabnya adalah metode perhitungan peringkat BWF yang unik. BWF hanya memasukkan hasil dari 10 turnamen terbaik dalam 52 minggu terakhir. Poin baru harus lebih tinggi dari skor terendah di antara 10 turnamen terbaik yang sudah ada agar total poin bertambah. Jika tidak, berapa pun gelar yang diraih, tambahan poinnya nol. Ahn Se-young sudah memiliki poin sangat tinggi dari turnamen Super 750 seperti India Open, Singapore Open, dan China Masters, sehingga poin dari Denmark Open dan French Open tidak dapat menggantikan catatan yang sudah ada.
Akane Yamaguchi sendiri merupakan salah satu tunggal putri terbaik dunia. Musim ini, ia menjuarai China Open 2026 setelah mengalahkan Chen Yu Fei di final dengan skor 21-18 dan 21-16 dalam waktu 44 menit. Gelar tersebut menjadi satu-satunya gelar Super 1000 bagi tunggal putri Jepang pada 2026. Selain itu, ia juga menjadi runner-up Indonesia Open 2026 setelah kalah dari Ahn Se-young di final dengan skor 23-21 dan 21-12. Di French Open 2026, langkah Akane Yamaguchi terhenti di perempat final setelah dikalahkan Ashmita Chaliha dari India. Kekalahan itu membuat Ashmita melaju ke perempat final sebelum akhirnya tersingkir.
Baca juga:Dengan absennya Ahn Se-young, Akane Yamaguchi akan menjadi unggulan teratas di Korea Open 2026. Peluangnya untuk menambah koleksi gelar musim ini terbuka lebar. Namun, ia tetap harus mewaspadai sejumlah pemain lain seperti Miyazaki Tomoka, Kungi Riko, dan Akechi Hina dari Jepang, serta pemain-pemain muda yang siap mengejutkan. Turnamen Korea Open 2026 akan menjadi ajang pembuktian bagi Akane Yamaguchi untuk menunjukkan konsistensinya di level tertinggi. Sementara itu, keputusan Ahn Se-young mengenai partisipasinya masih ditunggu hingga beberapa hari ke depan.












