Berita  

Sopir BYD yang Lindas Ojol di Jaksel Ternyata Driver Gojek, Ketiduran karena Kelelahan

Sopir BYD yang Lindas Ojol di Jaksel Ternyata Driver Gojek, Ketiduran karena Kelelahan
Sopir BYD yang Lindas Ojol di Jaksel Ternyata Driver Gojek, Ketiduran karena Kelelahan

Sorothari – 31 Oktober 2026 | Insiden ojol dilindas mobil BYD di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat sore (23/10/2026) masih menyisakan duka. Korban, Hasan Syukur (56), seorang pengemudi ojek online Grab, mengalami luka serius berupa patah tulang dan kebocoran paru-paru. Sementara itu, pengemudi mobil listrik BYD berinisial S (46) telah ditetapkan sebagai tersangka. Fakta mengejutkan terungkap: S ternyata juga seorang driver Gojek yang ketiduran karena kelelahan mengejar setoran.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo membenarkan bahwa pelaku dan korban sama-sama berprofesi sebagai pengemudi online. “Iya, itu driver Gojek memang. Sama-sama sopir, yang satu Gojek, tetapi yang bapaknya (korban) ojolnya itu Grab. Sama-sama driver online,” ujar Adiel seperti dikutip dari Liputan6.com. Adiel menambahkan bahwa pelaku tidak pulang ke rumahnya di Bogor demi mengejar setoran. “Bukan kelelahan lagi, ketiduran dia malah, saking lelahnya. Dia merem tidur, tahu-tahu sadar-sadar sudah nabrak-nabrak,” katanya.

Baca juga:
Sorotan Berita Global: Narasi Hope dari Panggung Hiburan, Keadilan, hingga Pemulihan Sosial

Kecelakaan bermula ketika mobil BYD yang dikemudikan S menyenggol mobil di sampingnya, sehingga ia diduga kaget dan membanting setir ke kiri. Mobil kemudian kehilangan kendali dan menabrak sejumlah kendaraan, termasuk melindas Hasan yang sedang berada di lokasi. Akibatnya, Hasan mengalami patah tulang kaki kiri dan kebocoran paru-paru. Ia sempat dirawat intensif di ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Polisi telah melakukan tes urine terhadap S. Hasilnya, S negatif alkohol dan narkotika. “Itu (pengemudi) udah diperiksa (tes urine), negatif. Sama alkohol udah juga, negatif semua,” kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto, Sabtu (24/10/2026). Meski demikian, polisi masih mendalami fungsi gas dan rem kendaraan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memastikan Polri menanggung seluruh biaya pengobatan Hasan hingga sembuh total. Kepastian itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @suyudiarioseto.official, Selasa (27/10/2026). “Polri menjamin seluruh penanganan medis korban hingga sembuh total,” tulis Suyudi. Ia juga menyebut bahwa penanganan medis akan dikoordinasikan oleh Karumkit Tk. I Pusdokkes Polri bersama Ditlantas Polda Metro Jaya.

Baca juga:
Aisyah Zakiyyah Bantah Isu Keponakan Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Tantang Buktikan

Selain itu, Hasan berpeluang dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati untuk perawatan lanjutan. “Jika kondisi klinis memungkinkan, Karumkit merekomendasikan untuk korban dialihkan perawatannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto (RS Polri Kramat Jati) demi memastikan perawatan medis berjalan maksimal,” ujar Suyudi. Rencana pemindahan ini telah disetujui keluarga korban, namun masih menunggu evaluasi medis dari RS Fatmawati. “Pasien belum bisa dilaksanakan pemindahan saat ini mengingat kondisi belum sepenuhnya stabil,” kata AKBP Adiel Aristo, Selasa (27/10/2026).

Kasus ojol dilindas mobil BYD ini menjadi sorotan publik, terutama terkait kondisi kerja para pengemudi online yang kerap mengejar setoran hingga mengorbankan waktu istirahat. Peristiwa ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan berkendara, terutama dengan kendaraan listrik yang memiliki karakteristik berbeda. Hingga saat ini, polisi terus mendalami kasus dan memastikan proses hukum berjalan adil bagi kedua belah pihak.

Hasan masih menjalani perawatan di RS Fatmawati. Keluarga berharap kondisi korban segera membaik dan proses hukum dapat berjalan transparan. Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau para pengemudi untuk selalu beristirahat cukup dan tidak memaksakan diri saat berkendara demi keselamatan bersama.

Baca juga:
Tol Jagorawi Jadi Sorotan: Macet Parah hingga Kecelakaan Truk dan Pekerjaan Rekonstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *