Sorothari – 21 Juli 2026 | Jakarta, 20 Juli 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang reli delapan hari beruntun dengan ditutup menguat 0,91 persen ke level 6.231,78 pada perdagangan Senin. Di balik penguatan tersebut, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih yang cukup besar, dengan net foreign sell mencapai Rp302,86 miliar pada sesi pertama. Aksi jual terbesar terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG ditutup naik 56,24 poin ke level 6.231,78. Penguatan ini didorong oleh mayoritas sektor yang bergerak positif. Dari sebelas indeks sektoral, sepuluh sektor mencatatkan kenaikan, sementara hanya satu sektor yang melemah. Sektor perindustrian menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan penguatan 3,44 persen, disusul sektor energi yang naik 2,61 persen, dan sektor barang baku menguat 2,01 persen. Sektor properti dan real estat naik 1,44 persen, sedangkan sektor barang konsumer primer bertambah 1,08 persen. Adapun sektor teknologi menjadi satu-satunya yang terkoreksi, yakni turun 0,56 persen.
Baca juga:Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia terpantau cukup tinggi. Volume perdagangan mencapai 20,09 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp8,27 triliun dan frekuensi 1.399.915 kali. Papan perdagangan utama LQ45 juga menguat 1,30 persen hingga penutupan sesi pertama. Sebanyak 398 saham menguat, 188 saham melemah, dan 205 saham stagnan.
Meski IHSG mencatatkan penguatan, data perdagangan dari Stockbit menunjukkan bahwa aksi jual bersih investor asing masih mendominasi. Sepanjang sesi pertama, tercatat foreign buy sebesar Rp2,67 triliun, namun foreign sell mencapai Rp2,98 triliun, sehingga net foreign sell sebesar Rp302,86 miliar. Saham yang paling banyak dilepas asing adalah BMRI dengan net jual Rp229,11 miliar, disusul ASII sebesar Rp69,86 miliar, dan BBCA sebesar Rp53,43 miliar.
Baca juga:IHSG yang berhasil memperpanjang reli delapan hari ini menunjukkan optimisme pasar di tengah aksi jual asing. Investor domestik tampaknya menjadi motor penggerak utama di balik penguatan indeks. Dengan ditutupnya IHSG di level 6.231,78, pasar masih mencermati pergerakan investor asing pada perdagangan selanjutnya.
Baca juga:












