Berita  

Rudal Iran Hantam Yordania Lagi, Sirene Bahaya Menggema di Aqaba dalam Serangan Terbaru ke Timur Tengah

Rudal Iran Hantam Yordania Lagi, Sirene Bahaya Menggema di Aqaba dalam Serangan Terbaru ke Timur Tengah
Rudal Iran Hantam Yordania Lagi, Sirene Bahaya Menggema di Aqaba dalam Serangan Terbaru ke Timur Tengah

Sorothari – 23 Juli 2026 | Serangan rudal Iran kembali mengguncang kawasan Timur Tengah. Rudal Iran hantam Yordania lagi, sirene bahaya menggema di Aqaba dalam serangan terbaru ke Timur Tengah, memicu respons cepat militer Yordania yang berhasil mencegat sejumlah proyektil. Insiden ini menambah daftar panjang eskalasi militer Teheran terhadap negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan.

Militer Yordania, Rabu (22/7/2026), mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya mendeteksi enam rudal yang ditembakkan dari Iran menuju wilayah Yordania. Empat rudal berhasil diintersepsi dan dihancurkan saat memasuki wilayah udara Yordania, sementara dua rudal lainnya jatuh di daerah terpencil yang tidak berpenghuni. Tidak ada korban jiwa atau kerusakan properti yang dilaporkan akibat jatuhnya rudal tersebut.

Baca juga:
Balas Dendam, Arab Saudi Serang Situs Militer Houthi di Yaman

Sirene peringatan bahaya sempat berbunyi di Kota Aqaba, kawasan pesisir selatan Yordania, setelah ledakan terdengar. Warga setempat dilaporkan mendengar suara dentuman keras, dan kepulan asap terlihat membumbung di langit Aqaba. Pemandangan itu juga terekam dalam sejumlah video yang diambil dari Kota Eilat, Israel, yang berada di seberang Teluk Aqaba. Sebuah penerbangan Arkia dari Tel Aviv menuju Eilat terpaksa mengubah rutenya, sementara satu penerbangan dari Abu Dhabi ke Tel Aviv mengalami penundaan di udara.

Serangan ini merupakan bagian dari gelombang baru serangan Iran terhadap sasaran-sasaran yang dianggap sebagai kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah. Sebelumnya, pada Jumat (17/7/2026), Iran menyerang Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, menewaskan tiga prajurit AS. Pentagon mengonfirmasi korban tewas tersebut setelah Sersan Angel Rampersad, yang sebelumnya dinyatakan hilang, dipastikan meninggal dunia. Para analis menduga serangan itu menggunakan rudal balistik Kheibar Shekan, yang memiliki jangkauan lebih dari 1.400 kilometer dan kemampuan manuver tinggi untuk menghindari pertahanan udara.

Tidak hanya Yordania, Iran juga melancarkan serangan terhadap pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait. Suara.com melaporkan bahwa pesawat nirawak Iran menghantam Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain dan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, menyasar gedung pemukiman tentara dan gudang logistik tempur. Sementara itu, Angkatan Bersenjata Iran menyatakan telah menembakkan rudal darat-ke-darat ke sistem HIMARS milik AS di Kuwait pada Selasa (21/7/2026) dini hari, sebagai bagian dari “Operasi Saegheh” fase ke-18. Sirene peringatan serangan udara pun meraung di berbagai penjuru Kuwait.

Baca juga:
Khawatirkan Rudal Iran, Wali Kota di Tel Aviv Mulai Buka Semua Bunker untuk Warga Berlindung

Di tengah gempuran tersebut, militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan malam ke-11 operasi serangan udara terhadap Iran. Washington menyebut sasaran serangannya meliputi hanggar pesawat militer dan lokasi penyimpanan drone. Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara di sekitar Teheran diaktifkan, dan ledakan terdengar di sejumlah provinsi seperti Bushehr, Azerbaijan Timur, Hamadan, Hormozgan, Khuzestan, serta Sistan dan Baluchistan.

Iran juga melanjutkan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, memaksa awak kapal meninggalkan kapal. Rangkaian aksi ini menunjukkan konflik yang semakin meluas di luar wilayah Iran. Meskipun demikian, Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni sempat mengunjungi Pakistan untuk membahas peluang menghidupkan kembali jalur diplomasi. Namun, hingga saat ini, ketegangan masih tinggi dan belum ada tanda-tanda mereda.

Militer Yordania menegaskan bahwa wilayah udara negara itu tetap berada dalam pemantauan operasional secara terus menerus. Sementara itu, media Israel Ynet melaporkan bahwa penerbangan dari Tel Aviv ke Eilat dialihkan setelah ledakan terdengar dari arah Yordania. Insiden ini menjadi pengingat akan kerentanan kawasan terhadap serangan rudal Iran, meskipun upaya intersepsi terus ditingkatkan.

Baca juga:
Ribuan Warga Desak PM Baru Inggris Andy Burnham Setop Agresi Israel di Gaza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *