Berita  

Balas Dendam, Arab Saudi Serang Situs Militer Houthi di Yaman

Balas Dendam, Arab Saudi Serang Situs Militer Houthi di Yaman
Balas Dendam, Arab Saudi Serang Situs Militer Houthi di Yaman

Sorothari – 27 Juli 2026 | Operasi balasan militer Arab Saudi terhadap kelompok Houthi di Yaman berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, setelah serangan rudal Houthi yang menargetkan kapal tanker minyak Saudi di Selat Bab el-Mandeb. Dalam aksi yang disebut sebagai balas dendam, Arab Saudi serang situs militer Houthi di Yaman, tepatnya di kota pelabuhan Hodeidah dan Pulau Kamaran. Serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang melibatkan sekutu AS dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Juru bicara pasukan militer Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan respons proporsional terhadap provokasi Houthi. “Kami melakukan operasi balasan militer yang proporsional terhadap sasaran militer sah milik milisi teroris Houthi di Provinsi Hodeidah,” ujarnya melalui akun media sosial resmi. Serangan tersebut menargetkan fasilitas militer yang kerap digunakan Houthi untuk mengganggu pelayaran di Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis bagi distribusi energi global.

Baca juga:
Sekutu AS Cari Petaka! 2 Kapal Militer Iran Diserang di Kaspia, Teheran Murka Seret Rusia Membalas

Menurut laporan kantor berita Al-Masirah TV yang berafiliasi dengan Houthi, serangan udara Arab Saudi juga merusak fasilitas telekomunikasi di Hodeidah. Sirene peringatan berbunyi di Kamaran Island saat serangan terjadi. Seorang perempuan dilaporkan terluka dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi mengenai korban jiwa.

Kronologi Ketegangan

Ketegangan memuncak setelah Houthi mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi pada Rabu, 22 Juli 2026. Kapal tanker Encelia mengalami kebakaran hebat, sementara kapal NCC MASA menderita kerusakan ringan. Serangan itu merupakan bagian dari blokade laut yang diumumkan Houthi terhadap Arab Saudi sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran yang tengah berkonflik dengan Amerika Serikat. Houthi menegaskan bahwa serangan mereka adalah balasan atas serangan udara AS terhadap Iran.

Sebagai respons, koalisi militer pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Pelabuhan Hodeidah pada Sabtu, 25 Juli 2026. Sasaran termasuk fasilitas militer yang digunakan Houthi untuk mengancam kapal dagang. Koalisi menyatakan operasi itu berhasil menghancurkan target-target strategis.

Tak berselang lama, Houthi membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi pada hari yang sama. Sasaran utama adalah fasilitas milik perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco di kota Yanbu dan Jizan. Video yang beredar menunjukkan kepulan asap hitam di atas kilang Aramco di Jizan. Otoritas pertahanan sipil Arab Saudi mengaktifkan platform peringatan dini nasional dan mengeluarkan peringatan di tiga wilayah: Yanbu, Jazan, dan sekitar fasilitas energi Aramco. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan setelah peringatan dicabut.

Baca juga:
Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, 27 Siswa SMPN 3 Wates Yogyakarta Dilarikan ke Puskesmas

Dampak Strategis dan Eskalasi Konflik

Kota Hodeidah memiliki nilai strategis bagi Houthi karena menjadi pusat penerimaan bantuan kemanusiaan internasional untuk Yaman utara, selain sebagai pangkalan militer. Sementara itu, Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dunia. Eskalasi ini menunjukkan bahwa konflik Timur Tengah tidak lagi terbatas pada perang antara Israel dan Hamas atau AS dengan Iran, tetapi telah meluas ke Laut Merah dan melibatkan aktor-aktor regional.

Krisis kemanusiaan di Yaman, yang sudah berlangsung sejak 2014, semakin diperparah oleh serangan ini. Warga sipil seperti Faiza (36) warga Hodeidah menggambarkan suara ledakan seperti petir menggelegar. “Saya mendengar tiga ledakan besar. Saya tidak ingin percaya bahwa serangan kembali terjadi,” ujarnya.

Di sisi lain, Iran terus meningkatkan tekanan terhadap negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk. Angkatan bersenjata Iran dilaporkan semakin intens menyerang Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Sementara itu, Houthi mengancam akan menutup Selat Bab el-Mandeb jika Arab Saudi melanjutkan agresinya.

Presiden AS Donald Trump menyatakan masih membuka jalur dialog dengan Iran untuk meredakan ketegangan, namun serangan terbaru ini menunjukkan bahwa upaya diplomasi belum membuahkan hasil. Harga minyak dunia sempat menembus 100 dolar AS per barel tertinggi sejak Mei 2026, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Baca juga:
Tragedi di Garut: Delapan Siswi MTs Tenggelam, Satu Meninggal Dunia

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi mengenai kemungkinan serangan lanjutan. Namun, analis menyebutkan bahwa siklus serangan balasan antara Saudi dan Houthi kemungkinan akan terus berlanjut seiring dengan memanasnya konflik antara AS dan Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *