Berita  

Israel Serang Acara Pemakaman Warga Palestina di Gaza, Delapan Tewas

Israel Serang Acara Pemakaman Warga Palestina di Gaza, Delapan Tewas
Israel Serang Acara Pemakaman Warga Palestina di Gaza, Delapan Tewas

Sorothari – 20 Juli 2026 | Israel serang acara pemakaman warga Palestina di Gaza pada Jumat (17/7/2026) menggunakan drone, menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 20 lainnya. Peristiwa terjadi di kamp pengungsian Nuseirat, tepatnya di luar Masjid Ahmad Yassin, saat para pelayat berkumpul untuk memakamkan seorang warga yang sebelumnya tewas akibat serangan Israel. Serangan ini menuai kecaman luas karena menyasar warga sipil yang tengah menjalankan ritual keagamaan.

Menurut saksi mata, drone Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan yang menunggu prosesi pemakaman. Rumah Sakit Al-Awda di Nuseirat menerima delapan jenazah dan merawat 20 korban luka. Sementara itu, IDN Times melaporkan tujuh tewas dan 22 luka, namun angka delapan tewas dikonfirmasi oleh otoritas pertahanan sipil setempat dan sejumlah media internasional. Militer Israel (IDF) mengklaim serangan itu menargetkan sel teroris Jihad Islam Palestina, tetapi mengakui ada dampak terhadap warga sipil. Hamas mengecam tindakan tersebut sebagai “kejahatan keji” dan menuntut pertanggungjawaban.

Baca juga:
Eropa dan Inggris Desak Israel Hentikan Penahanan Warga Palestina Tanpa Dakwaan, Lebih dari 9.000 Orang Masih Dipenjara

Pada hari yang sama, serangan Israel juga terjadi di Kota Gaza dan Khan Younis, menewaskan tiga orang, termasuk dua perempuan, menurut laporan Mainichi. Selain itu, militer Israel melarang kumandang azan Subuh di Betlehem dan mengusir paksa jemaah Masjid Desa Husan menggunakan granat kejut dan gas air mata. Di Desa Al Arqoub, akses ditutup total. Serangan udara Israel juga menghantam lingkungan Al Nasr di Kota Gaza pada Sabtu (18/7/2026), menewaskan empat orang, termasuk seorang anak, serta melukai puluhan lainnya.

Serangan ini terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober 2025. Fase pertama gencatan senjata dimulai pada Oktober 2025, disusul fase kedua pada Januari 2026. Namun, sejak gencatan senjata fase pertama, Israel terus melancarkan serangan di Gaza. Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 1.123 warga Palestina tewas sejak Oktober 2025, dan total lebih dari 73 ribu jiwa sejak agresi Oktober 2023. Jurnalis Al Jazeera, Hani Mahmoud, melaporkan dari Gaza bahwa “tidak ada penghormatan terhadap gencatan senjata.”

Baca juga:
Kronologi Ulama Palestina Ditangkap Interpol, Polri: Diduga Terlibat Terorisme Masuk Buron Dunia

Selain di Gaza, Israel juga memperluas permukiman di Tepi Barat, yang menuai kecaman dari Uni Eropa. Israel mengabaikan desakan tersebut dengan alasan Tepi Barat adalah wilayah teritorialnya. Pelanggaran terhadap gencatan senjata dan aksi represif di Tepi Barat menunjukkan bahwa konflik Israel-Palestina masih jauh dari penyelesaian. Hingga kini, masyarakat internasional mendesak diakhirinya kekerasan, namun Israel terus melanjutkan agresinya.

Baca juga:
Ribuan Warga Desak PM Baru Inggris Andy Burnham Setop Agresi Israel di Gaza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *