Berita  

Rumor Kim Jong Un Meninggal Bikin Saham Pertahanan Korsel Melonjak, Ini Faktanya

Rumor Kim Jong Un Meninggal Bikin Saham Pertahanan Korsel Melonjak, Ini Faktanya
Rumor Kim Jong Un Meninggal Bikin Saham Pertahanan Korsel Melonjak, Ini Faktanya

Sorothari – 23 Oktober 2026 | Isu kim jong un dead atau kabar kematian Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial sepanjang pekan ini. Rumor yang tidak terverifikasi tersebut tidak hanya memicu spekulasi politik, tetapi juga berdampak langsung pada pasar saham Korea Selatan. Pada perdagangan 23 Oktober 2026, sejumlah saham perusahaan pertahanan skala kecil di Korsel melesat tajam, bahkan beberapa di antaranya menyentuh batas atas harga harian (auto reject atas).

Berdasarkan data Bursa Efek Korea (Korea Exchange), saham Speco ditutup di level 2.055 won pada pukul 13.10 waktu setempat, naik 474 won atau 29,98 persen dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini merupakan batas maksimal harian yang diizinkan. Sementara itu, saham Bigtec melonjak 19,73 persen dan Huneed Technologies menguat 14,40 persen pada perdagangan pagi. Saham pertahanan lain seperti Coats Technology dan Pometal juga ikut naik masing-masing 4,48 persen dan 2,61 persen.

Baca juga:
Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal, KCNA Tunjukkan Aktivitas Terbaru

Analis menilai lonjakan ini murni reaksi investor terhadap spekulasi kesehatan Kim Jong Un yang beredar luas. Saham-saham bertema pertahanan memang kerap menunjukkan pergerakan tajam setiap kali muncul pertanyaan mengenai kondisi kepemimpinan Korea Utara atau potensi meningkatnya ketegangan militer. Namun, hingga saat ini tidak ada kontrak pertahanan baru maupun perbaikan kinerja keuangan yang terkonfirmasi terkait reli tersebut.

Asal Mula Rumor dan Klaim yang Beredar

Rumor kim jong un dead pertama kali mencuat pada 18 Oktober 2026 melalui unggahan Xie Wanjun, seorang aktivis disiden Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat, di platform media sosial X. Ia mengklaim bahwa Kim Jong Un mengalami pendarahan otak, dilarikan ke rumah sakit di Beijing, dan akhirnya meninggal dunia. Klaim tersebut kemudian diperkuat oleh unggahan lain yang menyebutkan bahwa jenazah Kim telah dipindahkan ke Korea Utara dan ditempatkan di peti kristal di Istana Kumsusan, serta adanya dugaan peralihan kekuasaan kepada Kim Yo Jong, Wakil Direktur Departemen Partai Buruh.

Namun, tidak ada bukti objektif yang mendukung klaim-klaim tersebut. Tidak ada catatan medis, pengumuman resmi dari badan intelijen, maupun konfirmasi dari pemerintah Korea Utara. Xie Wanjun juga sebelumnya pernah menyebarkan klaim bahwa foto-foto yang dirilis media negara Korut merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI) dan bahwa sosok dalam foto adalah body double. Klaim ini pun tidak disertai laporan analisis atau data verifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Media internasional seperti The Sun dari Inggris dan New York Post dari Amerika Serikat sempat memberitakan rumor ini, sehingga mempercepat penyebarannya. Namun, hingga kini belum ada satu pun sumber kredibel yang mampu membuktikan kebenaran kabar kim jong un dead tersebut.

Baca juga:
Reniyanti Hoegeng Putri Mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso Meninggal Dunia

Bantahan Resmi dan Aktivitas Kim Jong Un

Pemerintah Korea Utara bergerak cepat membantah rumor tersebut. Pada 20 Oktober 2026, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) merilis foto-foto Kim Jong Un yang sedang mengunjungi Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026 di Pyongyang, didampingi istrinya Ri Sol Ju dan putrinya Kim Ju Ae. Foto-foto tersebut juga diunggah di portal informasi Kementerian Unifikasi Korea Selatan. Setelah itu, media negara Korut terus memberitakan aktivitas publik Kim, termasuk pidato dan kunjungan lapangan.

Pada 22 Oktober 2026, KCNA kembali merilis balasan hangat dari Presiden Tiongkok Xi Jinping kepada Kim Jong Un. Dalam balasan tertanggal 20 Oktober itu, Xi menyatakan bahwa Tiongkok dan Korea Utara berbagi gunung dan sungai, serta hubungan persahabatan yang telah terjalin lintas generasi merupakan ciri khas hubungan kedua negara. Xi juga menyebut pertemuan puncak Korut-Tiongkok di Pyongyang pada Juni lalu telah mencapai sejumlah pemahaman penting. Pernyataan ini dianggap sebagai sinyal bahwa Kim Jong Un masih aktif dan hubungan bilateral berjalan normal.

Pejabat kementerian luar negeri dan keamanan Korea Selatan pun merespons rumor tersebut dengan menyebutnya sebagai “berita yang tidak masuk akal” dan “tidak pernah terdengar”. Sementara itu, Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan pada 30 September 2026 melaporkan bahwa berat badan Kim Jong Un telah mencapai kisaran 140 kilogram, yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Laporan ini mungkin menjadi salah satu pemicu spekulasi kesehatan yang berulang.

Gangguan Situs Media Negara Korut

Di tengah merebaknya rumor, sejumlah situs web media negara Korea Utara dilaporkan mengalami gangguan akses. Situs Rodong Sinmun dan KCNA tidak dapat diakses mulai malam 20 Oktober hingga pagi 21 Oktober 2026. Sekitar 40 situs web dengan domain “.kp”, termasuk situs Kementerian Luar Negeri, Minju Joson, dan Naenara, juga mengalami pemadaman atau koneksi tidak stabil. Rodong Sinmun biasanya mempublikasikan artikel baru sekitar pukul 06.00 waktu setempat, namun situsnya tetap down hingga lewat pukul 11.00.

Baca juga:
Kelangkaan BBM di Bali Meluas, Harga Pangan Terancam hingga Calo Online Ditangkap

Penyebab gangguan ini belum dapat dipastikan. Beberapa kemungkinan yang disebutkan mencakup serangan siber eksternal atau pemblokiran oleh otoritas Korea Utara, tetapi belum ada bukti spesifik terkait peretasan. Kementerian Unifikasi dan NIS Korea Selatan terus memantau status server dan jaringan media Korut. Sebelumnya, situs media negara Korut juga pernah mengalami gangguan serupa pada 2013 dan 2014 akibat serangan siber dan kegagalan jaringan internet.

Rumor kematian Kim Jong Un sebenarnya bukan hal baru. Pada 2020, kabar serupa sempat beredar ketika Kim menghilang dari publik dalam beberapa waktu, namun ia kemudian muncul kembali di acara resmi. Pola serupa terulang kini, dengan tambahan klaim yang lebih sensasional seperti peti kristal dan pengambilalihan kekuasaan oleh Kim Yo Jong.

Hingga saat ini, belum ada bukti independen yang dapat memverifikasi klaim kim jong un dead. Foto-foto yang dirilis Korea Utara memang menjadi pesan resmi bahwa Kim masih hidup, tetapi tetap tidak dapat menggantikan data verifikasi independen mengenai identitas dan waktu perekaman. Pemerintah Korea Selatan dan badan intelijen terus memantau perkembangan, sementara pasar saham pertahanan masih menunjukkan volatilitas yang dipicu sentimen rumor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *