Sorothari – 19 Juli 2026 | Pelatih timnas voli Indonesia, Odyk Hermanto, blak-blakan soal kendala yang dihadapi timnya selama berlaga di Kejuaraan Voli Asia U-18 2026. Dalam pernyataannya kepada awak media, ia mengungkapkan bahwa persiapan yang sangat terbatas dan minimnya pengalaman internasional para pemain menjadi faktor utama yang membuat skuad Garuda Muda hanya mampu finis di peringkat kesembilan.
Timnas voli putra Indonesia mengakhiri perjuangan di AVC Boys’ U18 Volleyball Championship 2026 setelah menundukkan Filipina 3-1 (23-25, 25-18, 25-15, 25-14) di Haikou Wuyuan River Gymnasium, China, Sabtu (18/7/2026). Hasil itu memastikan posisi kesembilan turnamen, jauh dari target awal yang dicanangkan, yaitu menembus empat besar.
Baca juga:Odyk Hermanto mengapresiasi perjuangan anak asuhnya sepanjang turnamen. Menurutnya, dengan waktu persiapan yang hanya sekitar dua pekan, para pemain telah menunjukkan penampilan yang luar biasa. “Perlu dipahami bahwa para pemain yang tampil masih minim pengalaman di kejuaraan internasional. Hal tersebut tentu berpengaruh terhadap mental dan keterampilan mereka. Kami tidak ada latihan selama dua pekan, tetapi bisa meraih hasil seperti Jepang dan Iran. Dari situ kami harus memahami bahwa proses dan perjalanan harus diperhatikan lagi,” ujar Odyk.
Perjalanan Indonesia di kejuaraan ini dimulai dari babak penyisihan Pool A. Garuda Muda harus mengakui keunggulan tuan rumah China 1-3 pada laga perdana, kemudian takluk 0-3 dari Taiwan. Dua kekalahan beruntun tersebut membuat Indonesia gagal melaju ke perempat final dan harus berjuang di klasemen 9-16. Namun, semangat tim tidak surut. Indonesia bangkit dengan mengalahkan Hong Kong 3-0, disusul kemenangan atas Kirgistan 3-0, dan Bahrain 3-0, sebelum akhirnya menaklukkan Filipina di laga penentuan.
Baca juga:Meski berhasil meraih tiga kemenangan beruntun di babak klasemen, Odyk Hermanto mengaku belum puas dengan performa tim. Saat mengalahkan Bahrain 3-0 (25-16, 25-18, 25-23) pada laga perebutan peringkat 9-12, ia menilai anak asuhnya masih bermain kurang agresif. “Walaupun menang 3-0, saya masih belum puas dengan penampilan anak-anak. Mereka seharusnya bisa bermain jauh lebih agresif, tetapi masih mengikuti ritme lawan,” katanya dalam keterangan resmi PP PBVSI.
Kegagalan menembus semifinal tidak hanya membuat target awal meleset, tetapi juga menghilangkan kesempatan Indonesia tampil di Kejuaraan Voli Dunia U19 2027. Hanya empat semifinalis AVC U-18 yang berhak mewakili Asia. Meski demikian, Odyk menekankan pentingnya proses panjang untuk membangun tim yang lebih matang. Ia berharap pengalaman di turnamen ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemain muda Indonesia.
Baca juga:












