Sorothari – 05 September 2026 | Aktivitas bursa transfer musim panas Manchester United sempat diwarnai manuver mengejutkan menjelang tenggat waktu, salah satunya saat manajemen berupaya mendekati bek kiri Manchester City, Rayan Aït-Nouri. Langkah tersebut diambil kubu Setan Merah guna menambah kedalaman skuad sekaligus menghadirkan kompetitor bagi Luke Shaw di sektor pertahanan sayap kiri. Namun, komunikasi antarklub tidak berlanjut setelah Manchester United enggan menyertakan klausul pembelian permanen dalam proposal peminjaman yang diajukan.
Kegagalan memboyong Rayan Aït-Nouri menegaskan sulitnya manuver Manchester United pada hari terakhir jendela transfer. Selain pendekatan terhadap pemain bertahan tersebut, rumor mengenai negosiasi baru dengan Barcelona untuk Alejandro Balde juga terbukti tidak berdasar. Kondisi ini membuat United menyudahi periode transfer tanpa tambahan pemain baru di pos bek kiri, kendati sektor tersebut sempat dikabarkan menjadi salah satu prioritas perburuan pelatih.
Baca juga:Dinamika Pendekatan Rayan Aït-Nouri dan Evaluasi Finansial Tim
Tidak hanya penjajakan terhadap Rayan Aït-Nouri yang terhambat, Manchester United juga gagal mencapai kesepakatan dengan Leicester City terkait kepindahan Louis Page. Setelah sempat terhenti, pembicaraan kembali dibuka pada menit-menit akhir, namun Leicester terus menaikkan harga hingga mematok banderol delapan digit untuk gelandang berusia 18 tahun tersebut. Alhasil, Manchester United tidak meresmikan rekrutan anyar pada hari penutupan bursa transfer untuk pertama kalinya sejak 2019.
Kendati demikian, manajer Manchester United, Michael Carrick, menegaskan kepuasannya terhadap aktivitas belanja tim secara keseluruhan. Carrick menilai jajaran manajemen, termasuk Chief Executive Officer Omar Berrada dan Direktur Olahraga Jason Wilcox, telah mengoptimalkan anggaran yang tersedia dengan sangat cermat di tengah tingginya dinamika pasar.
Baca juga:Carrick menyatakan bahwa skuad yang dimilikinya saat ini jauh lebih tangguh dibandingkan musim sebelumnya. Menurutnya, manajemen telah mengelola situasi finansial secara tepat guna demi membangun komposisi tim yang kompetitif tanpa melampaui batas kemampuan anggaran operasional klub.
Rombakan Skuad dan Realisasi Belanja Manchester United
Secara keseluruhan, Manchester United menginvestasikan dana hampir 150 juta poundsterling untuk memperkuat lini tengah mereka pada jendela transfer kali ini. Tiga pilar anyar berhasil didatangkan guna memperkokoh sektor sentral, didukung oleh sejumlah penyesuaian di pos lain.
Baca juga:- Carlos Baleba: Menjadi rekrutan termahal yang didatangkan dari Brighton & Hove Albion dengan nilai transfer mencapai €75,9 juta.
- Andrey Santos: Direkrut dari Chelsea dengan mahar transfer sebesar €56,3 juta.
- Youri Tielemans: Didatangkan dari Aston Villa dengan biaya kepindahan senilai €41 juta.
- Karl Darlow: Bergabung dengan status bebas transfer dari Leeds United untuk memperkuat posisi penjaga gawang tim utama.
- Tynan Thompson: Direkrut dari akademi Tottenham Hotspur untuk pembinaan jangka panjang.
Di sisi lain, pergerakan keluar juga terjadi cukup masif. Manchester United melepas Rasmus Hojlund ke Napoli seharga €44 juta, Radek Vitek ke Middlesbrough senilai €8,15 juta, dan Toby Collyer ke West Bromwich Albion dengan nilai €3,5 juta. Casemiro memutuskan hengkang ke Inter Miami lewat status bebas transfer, sementara Tyler Fredricson dilepas ke klub mitra INEOS, Lausanne-Sport. Tawaran peminjaman menit akhir dari Burnley untuk Harry Amass serta minat Everton terhadap Joshua Zirkzee diputuskan untuk ditolak demi menjaga kestabilan kedalaman tim menghadapi padatnya kompetisi musim ini.







