Sorothari – 10 September 2026 | Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, bersiap menghadapi seri MotoGP di Sirkuit Misano dengan tekad kuat untuk kembali ke performa terbaiknya di tengah periode sulit sepanjang musim ini, sekaligus menandai penampilan balapan kandang terakhirnya bersama pabrikan asal Borgo Panigale tersebut sebelum berlabuh ke tim Aprilia.
Perjalanan Bagnaia pada musim berjalan memang diwarnai tantangan berat. Setelah mengalami insiden gagal finis di Aragon—yang merupakan kecelakaan kedua berturut-turut dan ketiga dari empat balapan terakhir—posisi sang juara dunia dua kali itu kian tertekan. Pembalap asal Italia tersebut belum berhasil mengamankan satu kemenangan pun sepanjang musim dan masih tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara kejuaraan dunia.
Baca juga:Dukungan Penuh untuk Kebangkitan Francesco Bagnaia
Meskipun performanya menuai sorotan, dukungan mengalir dari sesama pelaku balap motor grand prix. Mantan pembalap MotoGP, Cal Crutchlow, secara terbuka membela Bagnaia dan menegaskan bahwa penurunan performa yang dialami rider Italia itu merupakan fase yang wajar dialami oleh seorang atlet profesional.
Crutchlow menegaskan bahwa masa sulit selama 18 bulan terakhir tidak lantas melunturkan kemampuan dan kecepatan alami Bagnaia di atas lintasan balap.
“Orang-orang melewati fase seperti itu dalam karier mereka. Sesederhana itu. Ini bukan berarti dia kehilangan bakat, kecepatan, atau tekadnya untuk tampil lebih baik dan melaju kencang,” ujar Crutchlow saat siaran langsung MotoGP di Aragon.
Crutchlow menambahkan bahwa hilangnya kenyamanan di atas motor kerap membuat situasi menjadi sangat rumit bagi seorang pembalap. Namun, ia meyakini Francesco Bagnaia tetap merupakan salah satu pembalap terbaik di grid saat ini dan memiliki kapasitas penuh untuk segera bangkit bersaing di barisan depan.
Baca juga:Catatan karier Bagnaia bersama pabrikan Ducati sejatinya sangat gemilang. Dalam empat musim pertamanya di tim pabrikan, ia berhasil mengoleksi 29 kemenangan grand prix, dua gelar juara dunia, serta dua kali finis sebagai runner-up. Namun, sejak adaptasi dengan motor Desmosedici GP versi 2025 dan dominasi rekan setim barunya, Marc Marquez, Bagnaia mulai kesulitan memaksimalkan potensinya hingga terlempar ke posisi kelima pada klasemen akhir musim lalu.
Menatap Babak Baru Bersama Aprilia Menuju Era 850cc
Seri Misano dipastikan menjadi momen emosional bagi Francesco Bagnaia. Balapan di Sirkuit Rimini tersebut menjadi kesempatan terakhirnya membalap di hadapan ribuan pendukung Ducati sebagai pembalap resmi pabrikan merah, sebelum membuka lembaran baru bersama Aprilia musim depan.
Bagnaia telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun untuk memacu motor RS-GP bersama Aprilia, bertepatan dengan perubahan regulasi teknis besar-besaran MotoGP pada musim 2027 yang akan menerapkan mesin 850cc dan ban Pirelli.
Perpindahan Bagnaia merupakan bagian dari perombakan besar susunan pembalap MotoGP menjelang musim 2027. Dari 22 pembalap reguler, tercatat hanya lima pembalap yang bertahan di garasi tim yang sama saat melakoni uji coba pramusim di Valencia, sementara setidaknya sepuluh pembalap lainnya dipastikan berpindah ke pabrikan baru.
Baca juga:Menghadapi seri Misano mendatang, Bagnaia menyatakan kesiapannya untuk segera kembali bekerja keras dan memaksimalkan setiap peluang demi mempersembahkan hasil positif bagi para penggemar sebelum menutup masa baktinya bersama Ducati.







