Sorothari – 21 Oktober 2026 | Laga Atlanta United vs Inter Miami dalam lanjutan Major League Soccer (MLS) 2026 berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan tim tamu di Mercedes-Benz Stadium, Minggu (18/10/2026) pagi WIB. Lionel Messi menjadi bintang utama setelah mencetak dua gol dalam rentang empat menit pada babak kedua, sekaligus mengukir rekor baru dalam sejarah kompetisi sepak bola Amerika Serikat tersebut.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif Inter Miami menjadi tiga pertandingan beruntun sejak Cristian “Kily” Gonzalez mengambil alih kursi pelatih bulan lalu. Tambahan tiga poin juga memantapkan posisi The Herons di peringkat kedua klasemen Wilayah Timur dengan 55 poin dari 30 laga, sekaligus memastikan tiket ke babak play-off.
Baca juga:Jalannya pertandingan Atlanta United vs Inter Miami sempat berlangsung ketat pada babak pertama. Tuan rumah yang diasuh Tata Martino tampil agresif dan sempat menyulitkan lini pertahanan Miami. Meski begitu, Miami membuka keunggulan pada menit ke-45 melalui German Berterame. Gol itu berawal dari aksi Messi yang menyundul bola kepada Luis Suarez, lalu penyerang Uruguay tersebut melepaskan diri dari kawalan pemain bertahan Atlanta sebelum mengirim umpan lambung yang diselesaikan Berterame dengan sundulan di depan gawang kiper Lucas Hoyos.
Memasuki babak kedua, Messi mengambil alih panggung. Pada menit ke-56, ia menerima umpan dari Berterame, menusuk melewati barisan pertahanan Atlanta, dan melepaskan tembakan kaki kiri dari tengah kotak penalti yang melewati celah kaki Hoyos. Gol tersebut menjadi gol ke-24 Messi di MLS musim ini.
Hanya berselang empat menit, tepatnya menit ke-60, Messi kembali menghukum tuan rumah. Kali ini ia menerima umpan terobosan dari Berterame, menggiring bola menuju kotak penalti, dan menaklukkan Hoyos dalam duel satu lawan satu. Gol itu membawa Miami unggul 3-0 dan menjadi gol ke-25 Messi sekaligus memperlebar keunggulannya di puncak daftar pencetak gol terbanyak sementara.
Atlanta United baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-89 melalui eksekusi penalti Fafa Picault. Penalti diberikan setelah Picault dilanggar oleh Maximiliano Falcon di kotak penalti Miami. Picault sendiri yang maju sebagai eksekutor dan menaklukkan kiper Dayne St. Clair. Skor 3-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Baca juga:Meski menang, statistik pertandingan menunjukkan Miami sempat kalah dominan. Atlanta mencatat 21 tembakan berbanding 7 milik Miami, dan berdasarkan expected goals (xG) tuan rumah juga lebih unggul. Namun, efisiensi menjadi pembeda: Miami mampu mengonversi peluang menjadi tiga gol, sementara Atlanta hanya satu.
Penampilan Messi membuat pelatih Inter Miami, Kily Gonzalez, takjub. Ia menyebut kapten timnya itu seperti makhluk asing. “Dia alien,” ujar Gonzalez menggambarkan performa Messi, seperti dikutip dari laporan Bola.com.
Selain dua gol, Messi juga menyumbangkan satu assist dalam laga ini. Tambahan tersebut membuatnya menyamai Son Heung-min dari Los Angeles FC di puncak daftar pemberi assist MLS. Dengan torehan 15 assist musim ini, Messi menjadi pemain pertama dalam sejarah MLS yang mampu mencatatkan minimal 15 assist dalam tiga musim berturut-turut.
Bagi Atlanta United, kekalahan ini membuat mereka tertahan di urutan ke-14 klasemen Wilayah Timur dengan 30 poin. Meski demikian, peluang untuk masuk ke putaran wildcard dan melaju ke play-off masih terbuka. Sementara itu, Inter Miami yang sudah memastikan tempat di babak play-off pada Rabu sebelumnya kini dapat memusatkan perhatian untuk mempertahankan gelar juara MLS.
Baca juga:Kemenangan atas Atlanta juga menjadi modal berharga bagi Miami yang belum sepenuhnya meyakinkan musim ini. Dalam rangkuman MLS yang dilaporkan Goal, Miami disebut masih belum konsisten, tetapi kehadiran Messi terbukti menjadi pembeda di momen-momen krusial. Dua golnya ke gawang Atlanta menjadi bukti bahwa di usia 39 tahun, megabintang asal Argentina itu masih terlalu besar untuk level MLS.
Dengan hasil ini, persaingan menuju babak play-off MLS 2026 semakin memanas. Inter Miami akan berusaha menjaga momentum, sementara Atlanta United masih memiliki peluang untuk bangkit dan mengamankan tempat di putaran wildcard. Laga Atlanta United vs Inter Miami sendiri menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, dominasi statistik tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.












