Palmeiras Singkirkan Fluminense Lewat Adu Penalti, Melaju ke Final Libertadores

Palmeiras Singkirkan Fluminense Lewat Adu Penalti, Melaju ke Final Libertadores
Palmeiras Singkirkan Fluminense Lewat Adu Penalti, Melaju ke Final Libertadores

Sorothari – 25 Oktober 2026 | Duel palmeiras vs fluminense pada semifinal leg kedua Copa Libertadores 2026 berakhir dramatis. Bermain di Nubank Parque, São Paulo, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB, Palmeiras harus mengakui keunggulan Fluminense 0-1 pada waktu normal. Gol tunggal Hércules pada menit ke-36 babak kedua memaksa agregat menjadi 2-2 setelah leg pertama berakhir tanpa gol di Argentina. Namun, pada adu penalti, Palmeiras tampil sebagai pemenang dengan skor 5-3 berkat penampilan gemilang kiper Carlos Miguel yang menggagalkan satu eksekusi lawan.

Kemenangan ini membawa Palmeiras ke final kedelapan sepanjang sejarah partisipasinya di Copa Libertadores. Tim asuhan Abel Ferreira masih mengejar gelar juara keempat mereka di kompetisi paling bergengsi Amerika Selatan tersebut. Sementara itu, Fluminense harus mengubur mimpi meraih trofi kedua setelah sebelumnya menjuarai edisi 2023.

Baca juga:
Jonatan Christie Tersingkir di 32 Besar French Open 2026, Ubed Melaju ke Semifinal

Jalannya Pertandingan

Sejak awal laga, Fluminense tampil menekan. Tim tamu berusaha menguasai bola dan menciptakan peluang melalui kombinasi Ganso, Savarino, dan Hulk. Palmeiras yang bermain di hadapan 40.425 penonton sempat mengancam lebih dulu melalui sepakan jarak jauh Barboza pada menit ke-25, tetapi bola masih menyimpang dari sasaran. Giay dan Marlon Freitas juga mendapat peluang, namun belum menemui sasaran.

Fluminense terus menekan melalui skema bola mati. Sejumlah tendangan sudut menyulitkan lini belakang Palmeiras, tetapi kiper Carlos Miguel tampil sigap. Pada menit ke-44, Piquerez mencoba peruntungan dari luar kotak penalti, sayang bola masih melebar. Hingga turun minum, skor kacamata bertahan.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin tinggi. Fluminense akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-81. Hércules, yang tampil impresif sepanjang laga, berhasil menaklukkan Carlos Miguel dan membawa timnya unggul 1-0. Gol tersebut membuat agregat menjadi 2-2 karena leg pertama berakhir 0-0. Palmeiras berusaha bangkit, tetapi pertahanan rapat Fluminense mampu meredam setiap serangan hingga wasit meniup peluit panjang.

Adu Penalti yang Menegangkan

Karena agregat imbang, pertandingan dilanjutkan ke adu penalti. Palmeiras menunjukkan ketenangan. Kelima eksekutor berhasil menjalankan tugasnya, sementara Fluminense gagal satu kali melalui Nonato. Carlos Miguel menjadi pahlawan dengan penyelamatannya, memastikan kemenangan 5-3 bagi tuan rumah.

Pelatih Fluminense, Marcão, menjelaskan alasan menunjuk Nonato sebagai penendang meski pemain itu jarang mengambil penalti. “Dia berlatih dengan baik dan percaya diri. Hulk akan menjadi penendang kelima. Itu bagian dari permainan. Nonato tampil bagus dalam pertandingan, dia salah satu yang terbaik di lapangan. Kami sepenuhnya percaya padanya. Sayangnya dia tidak mencetak gol. Itu bagian dari permainan,” ujar Marcão dalam konferensi pers usai laga.

Baca juga:
Janice Tjen Melaju ke Semifinal Japan Open 2026 Usai Menangi Duel Dramatis

Marcão juga menyoroti hasil leg pertama yang menurutnya kurang menguntungkan. “Kami menyesali pertandingan di Rio de Janeiro, karena jika hasilnya berbeda, itu bisa menjadi pertandingan terbaik di kejuaraan. Kami bermain hampir tiga babak lebih baik dari Palmeiras dalam hal sepak bola. Di akhir pertandingan, staf Palmeiras meminta untuk mengakhiri pertandingan, untuk pergi ke adu penalti. Tentu saja kami sangat sedih, tetapi saya harus memberi selamat kepada tim saya, yang tampil brilian malam ini,” tambahnya.

Kekecewaan di Kubu Fluminense

Penyerang Fluminense, Hulk, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil akhir. Menurutnya, timnya mendominasi pertandingan dan menciptakan lebih banyak peluang. “Saya percaya diri, siap, dan membayangkan kami akan lolos. Tapi sayangnya sepak bola memang seperti ini. Tidak selalu tim yang bermain lebih baik dan mengendalikan pertandingan keluar sebagai pemenang. Hari ini sepak bola sekali lagi menunjukkan bahwa hasilnya terkadang tidak adil,” kata Hulk.

Hulk juga mengaku bahwa para pemain telah berlatih penalti sepanjang pekan. “Keputusan ada di staf pelatih dan kami menghormatinya. Semua orang yang mengambil penalti berlatih dengan baik selama sepekan. Semua pemain berlatih karena kami tahu ini bisa berakhir ke adu penalti. Sayangnya kami harus menyesal, padahal kami bisa merayakan kelolosan. Kami melakukan segalanya agar itu terjadi. Tapi kehendak Tuhan di atas kehendak kami, kami harus berusaha memahami dan mengangkat kepala karena sepak bola memang seperti ini,” ujarnya menambahkan.

Provokasi Jhon Arias

Di tengah kekecewaan Fluminense, penyerang Palmeiras, Jhon Arias, menjadi sorotan karena unggahannya di media sosial. Pemain asal Kolombia itu mengunggah foto-foto pertandingan disertai lagu “Chorando se foi” yang dianggap sebagai bentuk provokasi terhadap mantan klubnya. Arias memiliki sejarah manis bersama Fluminense dengan meraih gelar Libertadores 2023 sebelum pindah ke Palmeiras pada awal 2026. Kepindahannya sempat menuai reaksi keras dari sebagian pendukung Fluminense, yang kemudian meneriakinya saat kedua tim bertemu di Maracanã pada ajang Brasileirão dan leg pertama semifinal.

Hingga saat ini, Arias telah mencatatkan 46 penampilan bersama Palmeiras dengan torehan delapan gol dan tujuh assist. Unggahannya tersebut menambah bumbu persaingan antara kedua klub, meski secara resmi belum ada tanggapan dari pihak Fluminense.

Baca juga:
Fajar/Fikri Tumbangkan Juara Dunia, Melaju ke Final Denmark Open 2026

Dukungan Suporter dan Langkah Selanjutnya

Kemenangan Palmeiras juga mendapat dukungan besar dari sponsor. Cimed, perusahaan farmasi yang mensponsori Palmeiras, Cruzeiro, dan tim nasional Brasil, berjanji menyediakan 50 bus untuk mengangkut suporter ke final di Montevideo, Uruguay. Dalam video di media sosial, perwakilan Cimed, Adibe, mengajak pengusaha lain yang mendukung Palmeiras untuk berkontribusi dalam “super caravana” tersebut. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai pendaftaran maupun titik keberangkatan bus.

Palmeiras kini menanti pemenang antara Flamengo dan Estudiantes yang akan bertanding pada Jumat (23/10/2026) dini hari WIB di Maracanã. Leg pertama kedua tim berakhir imbang tanpa gol di Argentina. Final Copa Libertadores 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28 November 2026 di Stadion Centenario, Montevideo, Uruguay. Palmeiras berambisi meraih gelar keempat, sementara Fluminense harus mengalihkan fokus ke kompetisi domestik setelah tersingkir dari pentas kontinental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *