Sorothari – 29 Oktober 2026 | Dean Wade menjadi perbincangan setelah interaksinya dengan LeBron James dalam sesi perkenalan pemain Philadelphia 76ers menarik perhatian publik. Handshake keduanya disebut berbeda dari rutinitas yang biasa dilakukan James terhadap rekan-rekan setimnya. Momen tersebut terjadi saat James, yang kini memperkuat Sixers, melakukan kebiasaan berjabat tangan dengan para pemain sebelum pertandingan. Wade, yang bergabung dengan Philadelphia pada musim ini, menampilkan gestur yang mengingatkan pada sketsa komedi terkenal Key & Peele, sehingga kontras dengan gaya James yang biasanya lebih rumit dan penuh koreografi.
Interaksi itu terekam dalam video yang beredar luas dan menjadi sorotan penggemar bola basket. Menurut laporan, Wade telah melakukan gerakan tersebut sejak lama, bahkan ketika masih membela Cleveland Cavaliers. Ia pernah melakukannya dengan James Harden, menunjukkan bahwa gestur sederhana itu memang menjadi ciri khasnya. Meski terkesan main-main, momen tersebut memperlihatkan sisi lain dari hubungan antarpemain di liga yang sarat dengan tekanan kompetitif.
Baca juga:Keputusan Wade Bergabung dengan Sixers
Sebelum kepindahannya ke Philadelphia, Wade memperkuat Cleveland Cavaliers. Dalam wawancara dengan PhillyVoice, ia mengungkapkan alasan memilih Sixers. “Saya masih ingin bermain untuk tim yang kompetitif,” ujarnya. “Berasal dari Cleveland, saya tidak ingin pergi ke tempat yang tidak punya ambisi bersaing.” Pernyataan itu menegaskan tekad Wade untuk tetap berada di jalur persaingan, meski harus menghadapi tantangan berat di Wilayah Timur.
Keputusan Wade untuk tetap di konferensi yang sama membuatnya terlibat dalam banyak laga ketat. Musim ini, Sixers memulai dengan rangkaian pertandingan melawan tim-tim kuat seperti New York Knicks dan Cleveland Cavaliers, yang merupakan finalis konferensi musim lalu. Setelah itu, mereka menghadapi Milwaukee Bucks, tim yang meski diperkuat sejumlah veteran berpengalaman tetap diproyeksikan sebagai salah satu tim terlemah. Kekalahan pertama Sixers musim ini datang dari Detroit Pistons, tim yang musim lalu mencatat 60 kemenangan dan menjadi pemuncak klasemen wilayah.
Wilayah Timur yang Semakin Ketat
Persaingan di Wilayah Timur memang tidak mengenal kata mudah. Setidaknya 11 tim menganggap diri mereka layak lolos ke babak playoff. Kondisi ini membuat klasemen berpotensi sangat rapat dan setiap pertandingan, bahkan di bulan Oktober, terasa penting. Wade menyadari betul hal itu. Ia memilih bertahan di wilayah yang penuh tantangan karena ingin terus merasakan atmosfer pertandingan kompetitif.
Baca juga:Bagi Sixers, kehadiran Wade menambah kedalaman skuad. Meski bukan bintang utama, perannya sebagai pemain peran yang solid menjadi bagian dari upaya tim untuk bersaing di papan atas. Musim lalu, Sixers sempat mengejutkan dengan start 5-1 meski tanpa Joel Embiid dalam beberapa laga. Namun, menurut analisis, kemenangan awal itu datang dari lawan-lawan yang relatif lemah. Kini, jalan yang harus dilalui jauh lebih terjal.
Handshake yang Menghibur Publik
Di tengah tekanan kompetisi, momen seperti handshake antara James dan Wade menjadi hiburan tersendiri. James dikenal memiliki sapaan khas untuk setiap rekan setimnya, mulai dari tepukan tangan hingga gerakan yang telah disepakati bersama. Namun, dengan Wade, ia justru tampil berbeda. Perbedaan itu bukan berarti hubungan mereka kurang dekat, melainkan menunjukkan bahwa keakraban bisa terwujud dalam bentuk yang sederhana.
Publik pun menyambut hangat interaksi tersebut. Banyak yang mengaitkannya dengan sketsa Obama meet and greet dari serial Key & Peele, di mana Presiden Obama memberi jabat tangan formal kepada tamu berkulit putih. Dalam konteks NBA, gestur itu menjadi lelucon yang mengundang tawa. Wade sendiri disebut sebagai “D-Wade terhebat yang pernah bermain dengan LeBron” oleh salah satu media, sebuah sindiran ringan yang menambah warna cerita.
Baca juga:Hingga saat ini, Sixers masih menjalani musim dengan ambisi besar. Setelah menghadapi Indiana Pacers, mereka akan kembali bersua Knicks dan kemudian bertandang ke Charlotte untuk melawan Hornets. Wade dan rekan-rekannya harus siap menghadapi jadwal padat yang menuntut konsistensi. Namun, setidaknya di luar lapangan, chemistry dan humor tetap terjaga. Momen kecil seperti handshake itu menjadi pengingat bahwa di balik persaingan sengit, ada sisi manusiawi yang membuat olahraga tetap menghibur.












