Sorothari – 30 Oktober 2026 | Pertandingan bertajuk lafc vs la galaxy di BMO Stadium, Minggu (25/10/2026), tidak hanya menyajikan drama dua gol di menit akhir, tetapi juga mencoreng sepak bola Amerika Serikat dengan insiden rasisme dan perilaku buruk suporter. Laga yang berakhir imbang 2-2 itu memastikan LAFC lolos ke babak playoff MLS untuk kedelapan kalinya dalam sembilan musim, sementara LA Galaxy harus puas dengan satu poin yang membuat posisi mereka di zona playoff semakin terancam.
Namun, sorotan utama justru datang dari tribun penonton. Bintang LAFC, Son Heung-min, menjadi korban pelecehan rasial setelah pertandingan usai. Seorang suporter LAFC yang mengenakan atribut klub berwarna hitam dan emas terekam meneriakkan kata ‘nihao’—sapaan dalam bahasa Mandarin yang sering dianggap sebagai mikroagresi terhadap orang Korea—ke arah pemain asal Korea Selatan itu. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan Son menatap tajam suporter tersebut sebelum meninggalkan lapangan.
Baca juga:Insiden itu memicu kemarahan luas di dunia maya. Pengguna media sosial yang pertama kali mengunggah video mengaku telah melaporkan pelaku kepada petugas keamanan stadion, tetapi karena pelaku sudah meninggalkan Sektor 111, pihak keamanan menyatakan tidak banyak yang bisa dilakukan. “Sejak kapan rasisme diterima di MLS?” tulisnya dalam unggahan tersebut. Suporter lain mengidentifikasi pelaku sebagai pemegang tiket musiman dan menuntut tindakan tegas dari LAFC maupun MLS.
Di tengah gejolak tersebut, LAFC dikabarkan telah memulai penyelidikan internal. Menurut laporan, klub dan MLS akan meninjau rekaman kamera pengawas stadion untuk mengidentifikasi pelaku dan mempertimbangkan sanksi, termasuk kemungkinan larangan masuk stadion seumur hidup. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari LAFC maupun MLS terkait hasil penyelidikan.
Insiden rasisme itu bukan satu-satunya perilaku buruk yang terjadi pada laga lafc vs la galaxy kali ini. Sebelumnya, sebuah video lain memperlihatkan seorang suporter pria LAFC meludahi seorang perempuan pendukung LA Galaxy. Dalam rekaman yang diunggah oleh fotografer dengan akun Instagram @stpierre, terlihat dua pria LAFC terlibat adu mulut dengan sepasang pria dan perempuan di depan mereka. Salah satu suporter LAFC terlihat mengucapkan kata-kata kasar, lalu meludahi kepala perempuan tersebut. Video berakhir saat korban berbalik untuk menegur pelaku.
“Menjijikkan, meludahi seorang perempuan hanya karena masalah tim,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut. Hingga saat ini, belum ada laporan apakah korban telah membuat laporan resmi ke pihak berwenang.
Baca juga:Jalannya Pertandingan: Kebangkitan LAFC di Babak Kedua
Di lapangan, pertandingan berjalan sengit sejak awal. LA Galaxy sempat unggul dua gol lebih dulu melalui Joseph Paintsil. Gol pertama Paintsil tercipta setelah ia memanfaatkan umpan Robert Taylor yang berhasil merebut bola. Gol kedua datang pada menit ke-51 ketika kiper LAFC, Hugo Lloris, gagal mengantisipasi bola muntahan dan Paintsil dengan mudah menyonteknya ke gawang.
Namun, keunggulan dua gol itu tidak bertahan lama. Dua menit berselang, LAFC memperkecil kedudukan melalui Denis Bouanga yang memanfaatkan bola muntahan setelah tembakan Armindo Sieb. Gol tersebut menjadi gol ke-18 Bouanga di MLS musim ini. Semangat LAFC semakin membara, dan pada menit ke-62, Leo Walta mencetak gol penyeimbang setelah memanfaatkan bola lepas di dalam kotak penalti.
Di menit-menit akhir, drama terjadi. Kiper Galaxy, JT Marcinkowski, dan bek Justin Haak melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang LAFC. Bahkan, Denis Bouanga sempat mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan tendangan salto Tyler Boyd, tetapi wasit menganulirnya karena offside. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tetap 2-2.
Hasil ini membuat LAFC mengoleksi satu poin dan memastikan tiket playoff. Sementara itu, LA Galaxy yang berada di posisi kesembilan klasemen Wilayah Barat semakin terancam gagal lolos. Pelatih interim LAFC, Xavi Tamarit, menyatakan kegembiraannya atas keberhasilan timnya ke playoff. “Saya sangat senang bisa lolos ke playoff. Kami semua berjuang untuk itu. Ini tidak mudah bagi siapa pun,” ujarnya seperti dikutip dari laporan pertandingan.
Baca juga:Dengan hasil imbang ini, rekor pertemuan El Tráfico tetap seimbang: 10 kemenangan untuk masing-masing tim dan 8 hasil imbang. Laga lafc vs la galaxy kali ini akan dikenang bukan hanya karena drama di lapangan, tetapi juga karena insiden di tribun yang mencoreng nilai-nilai sportivitas.
Ke depan, LAFC dijadwalkan akan melanjutkan laga liga pekan depan, sementara Son Heung-min diharapkan dapat kembali fokus bermain setelah mengalami pengalaman tidak menyenangkan tersebut. Penyelidikan atas insiden rasisme dan peludahan masih terus berjalan, dan publik menantikan langkah tegas dari klub serta liga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.












