Sorothari – 14 September 2026 | Industri permainan digital dikejutkan oleh keputusan Sony Interactive Entertainment yang menghentikan pendanaan untuk proyek game aksi mata-mata terbaru bertajuk Physint besutan Hideo Kojima. Keputusan pembatalan kerja sama tersebut memaksa Kojima Productions mencari mitra baru, hingga akhirnya resmi menggandeng Microsoft untuk menerbitkan proyek tersebut di platform Xbox dan PC.
Penghentian kerja sama ini terungkap setelah laporan keuangan dan dinamika internal PlayStation menunjukkan adanya pengetatan anggaran yang signifikan. Proyek Physint, yang pertama kali diumumkan sebagai penerus spiritual genre spionase modern, dilaporkan kerap melewati tenggat waktu pengembangan dan berpotensi mengalami pembengkakan anggaran besar di tengah jadwal rilis yang masih bertahun-tahun lagi.
Baca juga:Pertimbangan Finansial dan Status Kepemilikan Kekayaan Intelektual
Langkah Sony menarik diri dari pendanaan proyek bernilai ratusan juta dolar ini dilatari oleh kalkulasi bisnis yang matang. Berdasarkan data internal industri, dua judul game kerja sama terdahulu antara Sony dan Kojima Productions, yakni Death Stranding serta sekuelnya Death Stranding 2: On the Beach, belum mampu memenuhi target proyeksi pendapatan yang diharapkan oleh manajemen PlayStation.
Selain faktor finansial, struktur kepemilikan aset menjadi batu sandungan utama. Hak kekayaan intelektual (IP) proyek Physint sepenuhnya tetap berada di bawah kendali Kojima Productions, bukan milik Sony. Belajar dari pola perilisan seri Death Stranding yang kemudian berekspansi ke platform kompetitor, Sony enggan menggelontorkan dana skala masif untuk permainan yang tidak memiliki jaminan eksklusivitas permanen pada konsol PlayStation.
Evaluasi ketat ini sejalan dengan penataan ulang portofolio PlayStation pasca-kegagalan sejumlah inisiatif game berbasis layanan langsung (live-service), seperti pembatalan proyek multipemain The Last of Us dan penarikan cepat game Concord dari pasaran. Manajemen Sony kini menerapkan tonggak produksi yang jauh lebih ketat bagi seluruh proyek yang didanai.
Konsekuensi Teknis dan Kehilangan Mesin Decima Engine
Pemisahan jalur antara Kojima Productions dan Sony membawa implikasi teknis yang sangat besar terhadap proses produksi. Akibat berakhirnya kemitraan ini, studio pimpinan Kojima resmi kehilangan akses terhadap Decima Engine, mesin game internal milik studio Guerrilla Games yang berada di bawah naungan Sony.
Baca juga:Sejak 2016, Kojima Productions telah menginvestasikan waktu bertahun-tahun untuk memodifikasi dan mengoptimalkan arsitektur kode Decima Engine demi menghasilkan performa visual sinematik berkualitas tinggi. Namun, karena hak cipta kode sumber tetap dipegang penuh oleh Sony, tim pengembang kini harus membangun kembali fondasi teknis permainan dari awal.
Kondisi tersebut memaksa Kojima Productions untuk mempertimbangkan penggunaan mesin pihak ketiga seperti Unreal Engine 5 atau mengembangkan mesin buatan sendiri. Perubahan mendasar ini tidak hanya membatalkan integrasi teknis yang telah dibangun sebelumnya, namun juga memutus potensi sinergi adaptasi multimedia dengan divisi film Sony Pictures dan Columbia Pictures.
Langkah Agresif Microsoft dan Reaksi Industri
Hideo Kojima mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima pemberitahuan penghentian dana dari Sony secara mendadak pada pertengahan tahun. Studio independen tersebut kemudian menghabiskan waktu sekitar tiga bulan untuk menjajaki komunikasi dengan berbagai penerbit global sebelum akhirnya mencapai kesepakatan dengan divisi Xbox milik Microsoft.
Bagi Microsoft, akuisisi hak penerbitan game Physint dinilai sangat strategis. Model bisnis Xbox yang berfokus pada ekosistem multiplatform dan layanan terintegrasi dipandang lebih fleksibel dalam mengakomodasi skema produksi proyek berskala besar. Kesepakatan baru ini juga mencakup lisensi adaptasi media linier seperti proyek film dan serial televisi, memperluas kerja sama kedua pihak yang sebelumnya telah terjalin melalui proyek berjudul OD.
Baca juga:Di sisi lain, hilangnya kemitraan jangka panjang dengan Kojima memicu kritik tajam dari sejumlah tokoh senior industri game. Mantan kreator God of War, David Jaffe, secara terbuka menyuarakan keprihatinan atas arah kepemimpinan divisi PlayStation Studios yang dinilai kerap melakukan salah langkah strategis, mulai dari alokasi sumber daya studio internal hingga pelepasan proyek-proyek potensial ke tangan pesaing.
Kendati harus menghadapi perombakan fondasi teknologi dan penyesuaian jadwal produksi, komitmen pengembangan Physint kini dipastikan terus berlanjut di bawah naungan ekosistem baru Microsoft Xbox dan PC.







